Kader Minta SK Pengambilalihan Ketua Golkar Ngogesa Dicabut

Berita Foto2 Metropolis Politik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kader Golkar meminta agar Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar tentang pengambilalihan jabatan Ketua Golkar Sumut dari Ngogesa Sitepu dicabut. Mereka juga meminta agar meninjau kembali SK pergantian tersebut demi penyelamatan Parta Golkar Sumut.


”Saat ini kami minta kembali dicabut SK DPP Partai Golkar atas dicabutnya kewewenangan sebagai Ketua Golkar Sumut,” ujar kader Partai Golkar Sumut Drs Zulkarnaen Lubis kepada wartawan Senin (6/8).

Mantan pengurus Soksi Sumut ini meyesalkan pernyataan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia di berbagai media cetak beberapa waktu lalu, terkait komentarnya yang menyatakan pengambilalihan kepemimpinan Ngogesa Sitepu sebagai Ketua Golkar Sumut, untuk menyelamatkan partai Golkar.

Dalam pernyataan Doli di berbagai media yang menyebutkan bahwa pengambilalihan jabatan dan kewenangan Ngogesa dilakukan karena 4 persoalan, yakni soal kinerja, persoalan konsilidasi internal partai, indikasi kasus amoral hingga persoalan andanya potensi masalah hukum dalam kepengurusan.

“Pernyataan Plt Ketua Gilkar Sumut yang juga selaku Ketua DPP Golkar wilayah Sumut Doli, tidak pantas diumbar ke publik karena ini masalah marwah partai. Kalau ini dilakukan oleh DPP maka akan bisa terjadi perpecahan Partai Golkar Sumut,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, Ahmad Doli Kurnia menjelaskan dan langsung tunjuk hidung siapa yang dikatakannya terkait pernyataan di media cetak yaitu indikasi kasus amoral hingga persoalan adanya potensi masalah hukum dalam kepengurusan.

Sebab, kata dia, masalah nama baik partai Golkar dan jangan sampai pamor partai Golkar anjlok akibat pernyataan itu yang membuat kader partai Golkar bingung dan publik bertanya tanya apakah Kader Golkar betul seperti yang dikatakan Ahmad Doli.

“Ahmad Doli Kurnia harus berani dan jelaskan kepada publik dan kader partai Golkar siapa kader partai yang dikatakan terkait dalam masalah amoral dan permasalahan hukum, jangan mengantung pernyataannya. Kalau memang terbukti, ungkap saja ke publik biar semua tahu dan jelas. Jangan takut mengatakan yang benar kalau memang benar adanya,”tegasnya lagi.

Menurutnya, pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Sumut H.Ngogesa Sitepu itu tidak wajar. Karena selama ini partai Golkar Sumut dalam mencalonkan gubernur di Pilkada Sumut selalu tidak menang. Kini, berkat kerja sama seluruh kader partai Golkar yang lama maupun yang baru termasuk organisasi pendukung partai Golkar berhasil memenangkannya saat diketua Ngogesa Sitepu.

Melihat perkembangan ini, lanjutnya, DPP Partai Golkar harus menyatakan supaya mendukung penuh seluruh kegiatan Partai Golkar Sumut di bawah pimpinan Ngogesa Sitepu.

Sebelumnya Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia, enggan memberi keterangan secara rinci terkait pengambilan kepengurusan Partai Golkar Sumut dari Ngogesa Sitepu. Apabila ada kader ingin mempertayakan Doli menantang kader untuk mempertayakan hal tersebut langsung kepada dirinya.

Karena itu ia tidak ingin melihat kebelakang dan lebih fokus meningkatkan kenerja partai. Hal itu dikatakan Ahmad Doli Kurnia, kepada Wartawan, Selasa (31/7) lalu di Kantor DPD Golkar Sumut, Jalan Abdul Wahid Hasyim.

Lebih lanjut Doli menyampaikan bahwa pencopotan Ngogesa sudah dipikirkan secara matang-matang. “Begini DPP dalam mengambil kebijakannya itu sudah mempertimbangkan matang-matang berbagai faktor. Yang perlu dipahami bahwa apa yang terjadi di Sumatera Utara khususnya di Partai Golkar selama setahun ini semua DPP tahu,” ujar Doli.(ila/azw)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *