Ketum IBI Puji kelulusan Uji Kompetensi Bidan, Lulusan STIKes Mitra Husada Medan di Atas Rata-rat Nasional
Bidan Tumpuan Masyarakat
  • Dipublikasikan pada: Aug 8, 2018 Dibaca: 381 kali.

SUMPAH BIDAN: Ketua STIKes Mitra Husada Medan Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes, Ketua IBI Sumut, undangan dan dosen bersama dengan bidan lulusan STIKes Mitra Husada yang mengucap sumpah dan janji sebelum pelaksanaan kuliah umum.


Ketua Umum (Ketum) Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr Emi Nurjasmi MKes mengungkapkan grand desain pengembangan bidan di tanah air di hadapan dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Sabtu (4/8). Bidan memiliki peran yang sangat strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama pada ibu dan anak
EMI Nurjasmi menyebut, bidan sudah dipercaya oleh pemerintah. Di sejumlah desa, keberadaan bidan juga memberikan pelayanan kesehatan yang tak sebatas pada pelayanan terhadap ibu dan anak.

Sehingga menjadi ujung tombak yang sekarang lebih dikenal sebagai garda terdepan mengawal kesehatan maternal neonatal melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan pelayanan berkualitas.

‘’Bidan merupakan tumpuan harapan pemerintah dan masyarakat. Karenanya bidan yang terjun ke masyarakat adalah bidan-bidan yang sudah siap pakai, berkompeten dan berkualitas. Ada proses uji kompetensi dan akreditasi sebagai upaya mengawal proses pendidikan dijalankan,” ujar Emi.

“Bidan memiliki peran sangat vital dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak, mempersiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas dan berkualitas. Ibu hamil yang terkena penyakit bidan juga yang berperan agar dapat melahirkan dengan baik,’’ katanya.

Dipaparkannya, saat ini jumlah bidan di Indonesia terdapat hampir 500 ribu orang. Termasuk yang baru diangkat 40 ribu bidan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun hingga kini, menurut Emi Nurjasmi, angka kematian ibu dan anak masih tinggi. Untuk itu, lanjutnya, bidan butuh dukungan sarana dan prasarana termasuk obat-obatan, proses rujukan yang cepat dan penanganan segera. Sehingga dapat bekerja secara optimal.

‘’Pemeriksaan ibu hamil 87 persen oleh bidan baik di Polkesdes, Polindes, Puskesmas, rumah sakit maupun klinik atau tempat praktik mandiri bidan mandiri. Sebanyak 66 persen persalinan normal dilakukan bidan. 76,6 persen layanan Keluarga Berencana (KB) juga dilakukan bidan,” papar Emi.

“Jadi pelayanan kesehatan produksi dan anak itu sebanyak 75 persen dilakukan bidan. Perguruan tinggi harus dapat hasilkan bidan yang telah penuhi kompetensi termasuk terus memantau performa bidan yang dihasilkan,’’ lanjutnya.

Dalam kuliah umum ini, Ketum IBI memaparkan sejumlah aturan pemerintah terbaru yang mengatur bidan. Termasuk kewenangan mandiri yang melekat pada bidan, penugasan pemerintah untuk melaksanakan pertolongan pertama dan mandatori atau instruksi dari dokter. Bidan bisa bertugas di semua fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit.

Ketum IBI mengucapkan selamat atas perubahan Akbid Mitra Husada Medan menjadi STIKes Mitra Husada Medan yang memiliki tanggung jawab semakin berat. Karena mengelola tiga program studi, yakni diploma tiga, sarjana terapan dan profesi.

Dari institusi pendidikan akan menghasilkan bidan berkualitas yang sangat dibutuhkan masyarakat.

‘’Kita punya tanggung jawab yang besar untuk hasilkan bidan siap dan berkompeten,’’ harapnya.

Secara khusus, Ketum IBI yang telah dua kali berkunjung ke STIKes Mitra Husada Medan juga memuji tingkat kelulusan uji kompetensi bidan-bidan yang dihasilkan STIKes Mitra Husada. Sebab, selalu diatas 90 persen melebihi rata-rata nasional yang masih dibawah 50 persen. Bahkan ada sekolah yang tingkat kelulusannya 0 persen.

‘’Tanpa uji kompetensi tidak bisa dapat STR dan tidak bisa bekerja sebagai bidan,’’ imbuhnya.

Kedepan ia berharap, para dosen yang mengajari calon bidan juga dapat belajar dengan terjun langsung ke rumah sakit atau lahan praktik kesehatan. Sehingga dapat mentransfer pengalaman dan menjelaskan secara real penanganan kasus kepada mahasiswi.

Terhadap STIKes Mitra Husada Medan, Ketum IBI berharap dapat membuka klinik pratama hingga rumah sakit. Sehingga bidan lulusannya dapat bekerja di rumah sakit tersebut.

Dengan penguasaan Bahasa Inggris yang baik, Ketum IBI juga mendorong bidan lulusan STIKes Mitra Husada Medan untuk go internasional dengan bekerja di luar negeri seperti di Arab Saudi dan Amerika Serikat. Bidan lulusan STIkes Mitra Husada Medan juga didorong mengabdikan diri menjadi bidan nusantara sehat.

Ketua STIKes Mitra Husada Medan Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes berharap, kuliah umum ini dapat lebih meningkatkan sumber daya manusia bidang kesehatan.

Kemudian, para mahasiswi dan alumni juga dapat membuka lapangan pekerjaan di era industri 4.0. Sehingga mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).(*)

loading...
TAGS :