Pilpres 2019
Jokowi-Ma’ruf Lawan Prabowo-Sandi
  • Dipublikasikan pada: Aug 10, 2018 Dibaca: 299 kali.

HEAD
TO HEAD
Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto bakal head to head di Pilpres 2019 mendatang.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Unsur kejutan mewarnai pengumuman calon wakil presiden yang akan mendampingi Presiden Joko Widodo dan Capres Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019 mendatang. Beberapa jam setelah nama Mahfud MD beredar luas di medsos sebagai Cawapres, magrib kemarin Jokowi mengumumkan nama KH Mar’uf Amin sebagai pendampingnya. Lawan politiknya, Prabowo mengumumkan Sandiaga Uno sebagai Cawapresnya, jelang tengah malam.

PRESIDEN Jokowi, mengumumkan nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai Cawapresnya. dalam konferensi pers usai bertemu ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik pendukungnya di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis (9/8). “Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma’ruf Amin,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, keputusan ini telah ditandatangani oleh sembilan ketua umum dari partai politik pendukungnya. Sedangkan, pendaftaran baru akan dilakukan besok, Jumat (10/8/2018) ke Gedung KPU. Adapun tokoh partai politik yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Selain itu, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura.

Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono. Sedangkan sembilan sekjen yang hadir, yakni Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulus, Sekjen Partai Nasdem Johnny G Platte, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. Selain itu, Sekjen Partai Hanura Herry Lontung, Sekjen PPP Asrul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan.

Ada beberapa alasan mantan gubernur DKI Jakarta itu menujuk kiai yang kini sudah berumur 75 tahun. Diungkapkan Jokowi, alasan dirinya memilih Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu karena dia adalah tokoh agama dengan segudang pengalaman di pemerintahan dan juga sebagai pernah menjadi anggota dewan.

“Ma’ruf Amin lahir di Tangerang, 11 Maret 1943, adalah sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana. Pernah duduk di legislator sebagai anggota DPRD, DPR, MPR dan Wantimpres, Rais Amma PBNU, dan juga Ketua MUI, juga saat ini menjabat sebagai dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP),” ujar Jokowi dalam konfrensi pers di Resto Pelataran, Menteng, Jakarta, Kamis (9/8).

Jokowi juga mengatakan, sosok dirinya dan Ma’ruf Amin adalah perpaduan nasionalis dan religius. Sehingga target merebut hati rakyat Indonesia sebanyak-banyaknya bakal ia lakukan. “Kami saling melengkapi nasionalis-religius, (targetnya) seluruh rakyat Indonesiýa dari Sabang sampai Merauke,” kata Jokowi yang sebelumnya ramai dibicarakan bakal berdampingan dengan Mahfud MD.

Jokowi mengaku dalam memilih Ma’ruf Amin sudah melalui proses yang panjang. Misalnya, meminta masukan dari elemen masyarakat dan dari partai-partai koalisi pendukungnya di Pilpres 2019 mendatang.

Selanjutnya pada Jumat (10/8) hari ini, Jokowi bersama dengan Ma’ruf Amin berkunjung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftarkan capres dan cawapres. “Jam 09.00 WIB akan daftarkan ke KPU, berangkat dari Gedung Joang 45 menuju ke KPU beserta para ketum, sekjen, dan seluruh relawan,” pungkasnya.

loading...