KASUS KETUJUH DI DUNIA
Bayi Satu Mata Lahir di Madina
  • Dipublikasikan pada: Sep 14, 2018 Dibaca: 318 kali.

Bayi bermata satu saat berada di rumah sakit.


PANYABUNGAN,SUMUTPOS.CO – Warga Kota Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, mendadak heboh, Kamis (13/9). Seorang bayi lahir dengan satu mata, di RSUD Panyabungan, sekitar pukul 15.25 WIB.

Bayi jenis kelamin perempuan itu merupakan anak kelima dari pasangan Suriyanti dan suaminya. Sang suami seorang pendatang dari Pulau Jawa dan bekerja sebagai penambang emas tradisional di Panyabungan Saat ini keluarga tersebut menetap di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan.

“Nama suaminya belum diketahui namanya. Si suami sempat syok melihat putrinya lain dari bayi normal,” ujar seorang perawat.

Petugas yang berjaga di ruang perawatan anak RSUD Panyabungan menjelaskan, kondisi kesehatan si bayi berada di bawah normal. Selain mata, bagian tubuh lainnya dalam kondisi normal.

“Betul, lahir tadi sore. Tapi untuk lebih lengkap ke humas saja,” ujar pegawai RSUD Panyabungan, Abdul Majid.

Informasi bayi satu mata itu telah didengar Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr Syarifuddin Nasution. Dia pun datang melihat kondisi si bayi.

Menurutnya, kejadian ini tergolong langka. Dan menjadi kasus ketujuh yang terjadi di seluruh dunia. “Sebelum kejadian ini, kasus yang sama terjadi di Mesir,” ungkapnya.

Syarifuddin mengaku belum mengetahui penyebab kejadian ini. Namun dia memiliki beberapa dugaan. Yakni akibat terpapar zat kimia mercury, atau karena virus. “Ayah si bayi kabarnya seorang penambang tradisional. Tapi bisa juga karena virus rubella. Kita belum tahu,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat si ibu hamil 7 bulan, sebenarnya sudah diketahui ada kelainan dalam kandungan si ibu. Namun saat itu diperkirakan, kelainan terjadi pada batok kepala.

“Rencananya bayi tersebut akan dirujuk ke Medan, setelah kondisi umum anak stabil,” pungkasnya.

Dokter Spesialis Jantung Anak RSUP H Adam Malik, Dr Rizki Adriansyah menyebutkan, kasus yang terjadi itu sangat jarang terjadi. Bahkan, diakuinya secara langsung dirinya belum pernah menangani. Dia menilai, berdasarkan foto yang diterima, prognosis atau prediksi ke depan bayi tersebut, sangat jelek.

“Sebaiknya dirujuk ke Medan. Harus diperiksa kelainan bawaan oragan dalam terutama jantung, otak dan paru,” ucap dr Rizki melalui telepon.

Disinggung soal penyebab, dikatakan dr Rizki sangat jarang dikathui penyebab dari kelainan bawaan tersebut.

Namun, diakuinya bisa juga diketahui kondisi seperti itu, saat masih berada dalam kandungan. “Untuk diketahui, saat masih dalam kandungan, tergantung kecanggihan alat USG dan pengalaman Dokternya, “ ujar Dokter yang menjadi Sekretaris Tim Dokter penanganan bayi dempet dada yang dirawat di RSUP H Adam Malik beberapa waktu lalu. (wan/smg/ain)

loading...