Andalkan Program Prorakyat Jokowi

PDIP Yakin Raih 65 Persen Suara

ade zulfi/sumut pos
RAKORDA: Suasana Rapat Koodinasi Daerah (Rakorda) PDI Perjuangan di Hotel Le Polonia Medan, Jumat (21/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) optimis pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dapat meraih suara di Provinsi Sumut di atas 60 persen pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Hal ini dikarenakan banyak program-program prorakyat yang sudah dinikmati masyarakat termasuk di Sumut, baik di bidang infrastruktur, pariwisata, perhutanan sosial, sertifikasi dan lainnya termasuk Kartu Indonesi Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Kalau pada 2014 lalu persentasenya sekitar 54 persen. Kalau Pilpres 2019 nanti kita optimis 65 persen, ya di atas 60 persenlah. Apalagi selama ini masyarakat Sumut sudah melihat dan merasakan kinerja dan program Pak Jokowi yang pro rakyat. Tentu ini modal kita untuk meyakinkan masyarakat agar Pak Jokowi melanjutkan program kerjanya sebagai Presiden”ujar Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat saat membuka Rapat Koordinasi  Daerah (Rakorda) dalam rangka pemenangan Pileg, Pilpres 2019 dan Pembekalan Calon Legislatif di Le Polonia Medan, Jumat (21/9).

Selain Djarot, tanpak tokoh-tokoh PDI Perjuangan lainnya seperti Trimedya Panjaitan, Sofian Tan, Ketua Dewan Pim pinan Daerah (DPD) PDIP Sumut Japorman Saragih, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Soetarto dan para Caleg DPR RI Dapil Sumut, Caleg DPRD Sumut dan Kabupaten Kota se-Sumut.

Dalam kesempatan tersebut Djarot juga menyampaikan kalau berdasarkan survei ketertarikan pemilih milenial terhadap PDIP masih teratas dibandingkan partai-partai lainnya. Artinya, PDIP tidak akan menyia-nyiakan peluang tersebut untuk membangun basis masa dari kaum milenial yang memang jumlah cukup besar. Beberapa strategi pun dibuat, diantaranya dengan segera melaunching atribut partai seperti kaos, topi dan sarana lainnya dengan konsep yang milenial sehingga digemari anak-anak muda.

“Berdasarkan survei memang para pemilih muda di usia 25 tahun ke bawah pilihannya kepada PDI Perjuangan paling tinggi dibandingkan partai lain. Termasuk juga di bawah 45 tahun paling tinggi kesukaannya juga partai kita. Ini yang harus kita perkuat karena jumlah mereka cukup besar,” pungkasnya.

Djarot juga menyampaikan kalau tahun 2019 merupakan pesta demokrasi yang pertama kali menggabungkan Pilpres dan Pileg secara serentak. ”Ini merupakan pengalaman pertama dan kita harus menyusun strategi dan program agar tekad dan cita-cita memenangkan Pilpres dan Pileg khususnya di Sumut bisa tercapai,” Djarot.

Sebelumnya Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih mengatakan bahwa Rakorda hari ini merupakan momentum kegiatan politik yang sangat strategis untuk Partai dalam rangka menghadapi Pilpres dan Pileg. Setelah pada Pilgubsu tidak memberi hasil yang tidak memuaskan PDI Perjuangan harus sukses pada Pilpres dan Pileg 2019 mendatang.

Oleh karenanya Japorman mengingatkan agar Kader PDI Perjuangan harus kuat melaksanakan koordinasi dan Konsolidasi untui memenangkan pasangan calon Presiden Joko Widodo dan calon wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

“Kita harus kerjakeras untuk memenangi pasangan ini. Dan PDI Perjuangan akan sangat berperan. Oleh karenanya saya mengintruksikan seluruh DPC 33 Kabupaten Kota segera melaksanakan konsolidasi, partai hingga ketingkat paling bawah untuk Pilpres dan Pileg. Jangan berhenti bergerak. Kita harus berada digaris terdepan untuk mengawal jalannya pembangunan. Kita harus kompak,” pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris PDI Perjuangan Sumut Soetarto mengatakan pada Pileg 2019 mendatang pihaknya mengincar kursi di DPRD Sumut diatas 20 persen. Target tersebut mereka usung agar pada Pilgubsu selanjutnya PDIP memiliki modal yang cukup untuk mengusung Cagubsu tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Tugas kita bagaiaman memenangkan Pasangan Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin pada Pilres dan memenangkan Pileg. Tidak ada nomor satu atau dua, dua-duanya harus kita perjuangkan untuk menang,”ujar Soetarto.

Lebih lanjut dikatakan Soetarto kalau saat ini Ketua Tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin secara kolektif kolegial telah terbentuk yakni tiga orang ketua Doli Kurnia Siregar (Plt Golkar Sumut), Japorman Saragih (Ketua PDI Perjuangan Sumut) dan Tengku Erry Nuradi (Ketua Nasdem Sumut). Sedangkan pimpinan partai koalisi lainnya menjabat sebagai dewan penasehat. Sementara itu Sekretaris dijabat dirinya dan Bendahara dijabat Ance Selian (Ketua PKB Sumut).

Sebagai tim pemenangan lanjut Soetarto pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk terus menggandeng tokoh-tokoh di Sumut untuk sama-sama berjuang dengan pihaknya untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Termasuk juga menjalin komunikasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.

“Kepada siapa saja kita tidak akan menutup komunikasi untuo bersama-sama kita berjuang memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Termasuk kepadw Pak Edy dan Pak ijeck. Syukur Alhamdulillah kalau nanti mereka mau bersama-sama kita. Tapi kita juga menghargai kesibukan beliau berdua membangun Sumut ini,” pungkasnya. (adz/azw)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *