Ini Gelar Baru untuk Jokowi dari Kesultanan Deli
  • Dipublikasikan pada: Oct 7, 2018 Dibaca: 389 kali.

Veri Ardian/Humas Pemprov Sumut
Jokowi disematkan gelar adat Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri oleh Kesultanan Deli.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo alias Jokowi datang ke Kota Medan untuk menghadiri sejumlah agenda. Setelah tiba pagi tadi di Lanud Soewondo, Jokowi dan rombongan langsung meluncur ke Istana Maimun, Kota Medan, Minggu (7/10).

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyambut langsung mertua Bobby Nasution tersebut. Di Istana Maimun, keluarga kesultanan sudah bersiap. Karena memang Jokowi akan disematkan gelar adat oleh Kesultanan Deli.

Yang menyambut Jokowi di Istana Maimun adalah Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamanjiji Perkasa Alam atau disebut Tuanku Aji. Sultan yang masih sangat muda sebagai pewaris tahta kesultanan Deli.

Laki-laki kelahiran Agustus 1997 itu menyematkan gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri kepada Jokowi. Dengan gelar itu, Jokowi dianggap sudah masuk sebagai kerabat Kesultanan Deli.

“Semoga beliau senantiasa menjadi pemimpin yang baik, yang mampu menghembuskan tiupan angin segar ke seluruh pelosok negara Indonesia,” ujarnya di Balairung Istana Maimun.

OK Saidin bergelar Datuk Seri Amar Lela Cendekia membacakan sinopsis gelar yang akan disematkan kepada Jokowi. Lalu dilanjutkan dengan pemasangan Tengkulok oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Alhaj kepada Jokowi.

Penyematan gelar ditandai dengan penyerahan keris dan pemasangan pin kesultanan oleh Aria Lamanjiji kepada Jokowi dan penandatanganan Surat Ceri dan Cap Kesultanan.

Dengan gelar baru itu, Jokowi mendapat kursi kehormatan di kesultanan. Dia juga ditepungtawari sebagai ungkapan syukur.

Di Kesultanan adat Melayu Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri merupakan gelar bangsawan tertinggi yang bermakna pemimpin yang baik pembawa angin segar ke pelosok negeri. Katanya, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penganugerahan gelar tersebut kepada Presiden Jokowi.

“Pertimbangan-pertimbangan utama kami untuk menganugerahkan gelar kebangsawanan tertinggi bagi Presiden RI, Bapak Joko Widodo, adalah setelah menyaksikan betapa kerasnya upaya Bapak Presiden dalam menjalankan program-program pemerintahan, membangun negara, dan mensejahterakan kehidupan rakyat di tengah gejolak politik dan ekonomi yang melanda dunia saat ini,” ucapnya.

Pertimbangan lainnya adalah, perhatian besar Presiden Jokowi terhadap kelangsungan hidup kesultanan dan kerajaan yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan serangkaian pertemuan secara rutin oleh Presiden dengan para sultan dan raja se-Nusantara untuk mengidentifikasi dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Kesultanan dan Kerajaan beserta masyarakat adat.

Jokowi pun mengucapkan terima kasih kepada Kesultanan Deli atas gelar yang diberikan.

“Di dalam gelar adat ini, saya merasakan terkandung amanat dan tugas berat yang diberikan pada saya untuk mewujudkan harapan dari Kesultanan Deli, harapan dari kerajaan-kerajaan se-Nusantara, pemangku adat Indonesia, dan ulama untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang Baldatun, Thoyibatun wa Rabbun Gofur,” ucapnya.

Bagi Jokowi kemajuan bisa diwujudkan dengan kebudayaan. Energi utama dan modal untuk meraih kemajuan Indonesia adalah budaya. Untuk itu, Jokowi mengajak semua pihak untuk turut melestarikan budaya dan adat istiadat.

“Indonesia maju dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur asli bangsa Indonesia,” tandasnya.

Jokowi rencananya akan menghadiri beberapa agenda. Diantaranya adalah, bersilaturahmi dengan masyarakat jawa di Sumut dan membuka acara MTQ Nasional. Keesokan harinya, Jokowi akan hadir pada Dies Natalis USU dan meresmikan Pesantren di Deliserdang. (rel)

loading...