Banjir Bandang Landa Simalungun
  • Dipublikasikan pada: Oct 11, 2018 Dibaca: 450 kali.

ist for sumutpos
HANYUT: Warga menyaksikan rumah yang hanyut terseret banjir di Kabupaten Simalungun, Rabu (10/10)


RAYA, SUMUTPOS.CO – Selain di Medan, Langkat, dan Tebingtinggi, banjir bandang juga melanda puluhan rumah, dan merusak jembatan dan jalan di Kabupaten Simalungun, Rabu (10/10) dini hari. Banjir berasal dari luapan air yang datang dari arah areal perkebunan sawit milik Perkebunan Sawit PT Perkebunan Nusantara IV Unit Kebun Marihat Jalan penghubung kecamatan di Kabupaten Simalungun dan penghubung menuju Kabupaten Asahan, tepatnya di Jalan Lintas Umum Pematangsiantar-Tanah Jawa Km 10, tepatnya di perbatasan Nagori Parbalogan dan Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, nyaris putus.

“Jalan raya selebar 4 meter rusak dan ambruk, akibat derasnya air yang datang dari areal PTPN IV Kebun Marihat. Banjir bandang diduga membuat bendungan tadah airnya jebol,” kata Danramil 10/Balimbingan Kapten Inf Leo Sianturi.

Leo mengatakan, pihaknya juga mendapat laporan banjir merendam pemukiman di Huta 3, 4, 5 Nagori Totap Majawa & Huta Hite Tano Nagori Bah Jambi 2, Kecamatan Tanah Jawa.

Banjir bandang juga terjadi di beberapa Kecamatan di wilayah Simalungun, di antaranya di Kecamatan Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kecamatan Hutabayu Raja, Kecamatan Panei, dan Kecamatan Bandar. Bahkan beberapa rumah dan akses jembatan rusak akibat terjangan banjir bandang. Data kerusakan belum diketahui.

“Nagori kita yang terdampak bencana yakni Dolok Hataran, Dilau Malaha, Matihat Baris, Silau Manik dan Siantar Estate. Tidak ada korban jiwa maupun terbawa air. Hanya saja 8 rumah terendam banjir di Dolok Hataran. Kalau di Silau Manik hanya saluran air dan saluran irigasi yang rusak,” terang Camat Siantar Daniel Silalahi.

“Lahan pertanian termasuk kolam ikan banyak yang jebol dan rusak. Saat ini kami masih melakukan pendataan di lapangan. Selain itu, kita masih melakukan pendataan dan pembenahan dengan cara bergotong royong bersama warga,”tambah Daniel.

Camat Gunung Malela Jayamin Sipayung mengatakan, di kecamatannya ada beberapa Nagori yang terimbas bencana banjir. Yakni Nagori Bangun, Nagori Marihat Bukit, dan Nagori Sahkuda Bayu. Namun yang lebih parah adalah Nagori Sahkuda Bayu. Korban jiwa sebanyak 2 orang.

“Sesuai arahan dari Wakil Bupati Simalungun, kami mengimbau warga yang tinggal dekat sungai Bah Bolon, agar tetap waspada di tengah cuaca yang belum bisa diprediksi,” kata Jayamin.

Pangulu Sahkuda Bayu Suyatno menjelaskan, lahan kolam petani seluas kurang lebih 50 hektare mengalami rusak total. “Petani ikan kami merugi. Taksiran saya mencapai miliaran rupiah,” terang Suyatno, dengan nada berat dan sedih.

Camat Bandar, Samsul Pangaribuan SH Msi, mengatakan di Nagori Pematang Kerasaan Rejo ada jembatan rusak sepanjang 60 meter, yang menghubungkan ke Kecamatan Hutabayu Raja. “Di Marihat Bandar tadi pagi ada 13 rumah terendam banjir, karena air sudah melewati jembatan. Saat ini sudah surut,” kata Samsul.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian terjadi. Karena sekitar pukul 06.00 WIB, warga sudah kita evakuasi. Selain itu lahan pertanian juga banyak yang rusak. Ini masih kita data. Saat ini kita sudah mendirikan tenda darurat dan dapur umum di Nagori Marihat Bandar. Kita juga masih siaga bencana susulan,” tambahnya.

Untuk di Kecamatan Pematang Bandar dan Bosar Maligas, tidak ada dampak akibat banjir bandang dan luapan sungai Bah Bolon. Namun beberapa hari sebelumnya, Kecamatan Pematang Bandar sudah lebih dahulu mengalami luapan banjir besar Sungai Bah Bolon juga, mengakibatkan dua jembatan kecil putus.

“Sabtu kemarin ada dua jembatan yang putus dibawa derasnya arus sungai Bah Bolon. Sudah kami perbaiki dengan cara bergotong-royong,”terang Camat Pematang Bandar Juriani Purba.

loading...
TAGS :