Kategori Kaligrafi Kontemporer dan Hiasan Mushaf
Putra-Putri Sumut Masuk Final
  • Dipublikasikan pada: Oct 11, 2018 Dibaca: 411 kali.

m iqbal/sumut pos
3 BESAR: Kafilah Sumut yang masuk 3 besar kategori Kaligrafi Kontemporer dan Hiasan Mushaf memamerkan karyanya.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kafilah asal Sumatera Utara (Sumut) masuk tiga besar pada perlombaan kategori golongan seni kaligrafi Kontemporer dan Hiasan Mushaf berdasarkan penilaian dewan hakim. Meskipun berdebar, peserta tuan rumah yakin akan dapat menghadapi babak final dan meraih juara.

Untuk Hiasan Mushaf putri, nama Millah Hayati mendapat nilai 257,5 serta menempati posisi kedua dari tiga besar lainnya yakni Nisfa Juwita asal Banten (267,5) dan Irma Puspitasari asal DKI Jakarta. Sementara lomba kaligrafi kontemporer putra, Ahmad Subhan memperoleh nilai 271, mengungguli Hendra Saputra asal Kepri dengan nilai 259, serta Yudhi Dwi Arifianto (Yogyakarta) yang mendapat nilai 282 di posisi atas.

“Saya pun nggak menyangka bisa masuk tiga besar. Ya mungkin berkat doa, dukungan dan berusaha selama pelatihan di Jawa Barat (Lembaga Kaligrafi Alquran) tiga bulan, tanpa disangka saya masuk final,” ujar Ahmad Subhan usai pengumuman nilai oleh Dewan Hakim, Rabu (10/10) siang.

Putra Langkat ini mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan karya seninya, karena sesuai dengan apa yang dipelajari selama pelatihan. Meskipun begitu, dirinya tetap berdebar menunggu pengumuman, mengingat para pesaingnya dari 33 provinsi juga punya karya yang sangat bagus. Karena itu pula, segala persiapan akan dilakukan menjelang babak final hari ini, Kamis (10/10). “InsyaAllah kita akan persiapkan hasil yang terbaik untuk Sumut,” sebutnya.

Selain itu, tiga besar untuk Sumut juga diraih Mira Mustika untuk kategori lomba Kontemporer putri, dengan nilai 264,5. Sedangkan pesaingnya Suci Melati asal Kalimantan Selatan memperoleh nilai 274 serta Jauhara Sa’adati (DI Yogyakarta) dengan niali 255,5. “Alhamdulillah, puji syukur Kepada Allah SWT. Juga (terimakasih) kepada orang tua dan teman-teman se-kafilah atas dukungannya. Ya saya nggak nyangka bisa masuk final,” kata putri asal Tebing Tinggi ini.

Menanggapi hasil karya para peserta, Dewan Hakim H Muhammad Faiz Abdul Razaq menyebutkan nilai keindahan dan kualitas saat ini hingga empat kali lipat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Bahkan kesemuanya sudah pantas dibandingkan dengan karya dari Turki, Mesir dan Brunei Darussalam. Sebab selain lukisan yang sangat indah, perbedaannya juga tidak terlau jauh dan harus diperiksa secara mendetail.

“Kami-kami ini dewan hakim dibuat gila. Semua karyanya luar biasa, jadi peningkatannya itu empat kali loncatan, sangat indah sekali. Jadi satu sama lain itu betul-betul mendetail, sampai kepada titik kita harus bisa bedakan. Jadi antara juata itu perbedaannya satu digit saja,” jelas Faiz.

Dengan hasil tersebut menurutnya, sudah banyak kemajuan dari seni kaligrafi Indonesia. Untuk itu nantinya di babak final, peserta akan bersaing untuk menentukan juara dari tiga besar. (bal)

loading...