Terkait Kebakaran Mangkubumi, Polisi Akan Bawa Raju ke Psikiater

Berita Foto2 Metropolis
Diva/sumu tpos
DIAMANKAN: Raju, terduga pelaku pembakaran rumah di Jalan Mangkubumi Medan, diamankan polisi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidikan polisi terkait kebakaran di kawasan Jalan Mangkubumi terus berlangsung. Polisi merasa perlu melakukan pemeriksaan psikologis terhadap pria yang mereka amankan di lokasi kebakaran bernama Raju.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Deny Indrawan Lubis yang dikonfirmasi mengatakan, meski menurut keterangan dari terlapor ia tidak berniat membakar rumahnya, namun polisi tidak lantas percaya begitu saja. “Kita akan periksa ke psikiater, apakah benar dia waras atau tidak. Kemudian akan kita lakukan tes urine terhadap Raju. Untuk saat ini belum ditemukan bukti-bukti kalau ia memang sengaja melakukan pembakaran rumah,” katanya Jumat (12/10).


Meskipun Raju ditudingan tetangga dan keluarganya sengaja membakar rumahnya, lanjut Deny, namun tidak bisa dibuktikan. Sebab, tidak ada saksi yang melihat langsung pelaku memang sengaja membakar rumah.

“Kesulitan kita tidak ada saksi yang melihat langsung kalau si Raju membakar rumah karena waktu kejadian mati lampu. Jadi gak ada yang lihat,” katanya.

Deny mengatakan, saat ini Raju masih belum menyandang status tersangka. Meski belum dijadikan tersangka, pihaknya masih belum memulangkan Raju ke rumah orangtuanya demi keamanan Raju.

“Kita tidak bisa mendengar keterangan warga. Banyak versi sebenarnya kalau menurut keterangan warga. Si Raju saat ini masih kita amankan di Polsek. Karena kalau dipulangkan bahaya, statusnya juga sampai saat ini belum ada, kita tidak cukup bukti untuk menyatakan sebagai tersangka,” katanya.

Seperti diberitakan kemarin, sedikitnya 30 unit rumah di Jalan Mangkubumi, Kelurahan Aur, Medan Maimun, ludes terbakar, Rabu (10/10) malam. Api diduga berasal dari rumah Raju (37), yang berada di dekat pinggir sungai. Raju pun diamankan ke Mapolsek Medan Kota karena nyaris dihakimi warga yang kesal atas kelalaiannya meletakkan lilin berdekatan dengan tilam dan meninggalkannya.

Menurut warga, peristiwa kebakaran ini terjadi sekira pukul 20.15 WIB. Saat itu, terjadi pemadaman listrik. Tiba-tiba, warga melihat api membakar rumah Raju. Secara spontan, warga yang tinggal di lokasi pemukiman padat penduduk itu berhamburan menyelamatkan diri dan barang-barang mereka.

Dalam waktu yang singkat, api merambat ke rumah warga lainnya. Setidaknya, 20 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Medan diturunkan untuk menjinakkan si ‘Jago Merah’ yang mengamuk. Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 22.00 WIB, setelah membakar sedikitnya 30 unit rumah warga.

Dalam kejadian malam itu, Raju sempat diamankan warga sekitar yang marah. Bahkan, ia sempat akan dihakimi warga atas insiden kebakaran itu. Beruntung dia berhasil melarikan diri dengan melompat ke sungai tak jauh dari rumahnya. Akhirnya, dia pun diamankan petugas ke Mapolsek Medan Kota untuk dimintai keterangan atas insiden tersebut.

Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani yang dikonfirmasi mengatakan, Raju diamankan warga sekitar karena diduga sengaja membakar rumahnya. Warga menduga, Raju depresi karena ada masalah pribadi dengan pacarnya. Namun, informasi itu dibantah Raju kepada Polisi.

Menurut Kompol Revi, Raju tidak sengaja membakar rumahnya. “Kita amankan Raju sekira pukul 23.45 WIB. Ia diamankan warga di sana. Sempat mau dipukuli, tapi dia kabur dan lompat ke sungai. Warga menuduhnya sengaja membakar rumah. Tapi setelah kita periksa, ia bukan membakar rumah, tapi lalai karena memasang lilin di loteng rumah dan menyebabkan loteng rumahnya kebakaran,” ungkap Revi.

Dibeberkan Revi, saat kejadian itu listrik sedang padam. Lantas Raju memasang lilin untuk penerangan di rumahnya. “Lilin yang dipasangnya itu tak jauh dari tilam tempat tidurnya di atas loteng. Selanjutnya, dia pun turun dan masuk ke kamar mandi. Begitu selesai dari kamar mandi, Raju terkejut dan tiba-tiba melihat api sudah membesar. Kata Raju, mulai dari dia memasang lilin ada sekira 30 menit begitu dia mengetahui telah terjadi kebakaran,” ujarnya. (dvs/ila)

loading...