Hingga Oktober 2018, Peserta KB di Medan Capai 16.864
  • Dipublikasikan pada: Dec 6, 2018 Dibaca: 388 kali.

LOGO BKKBN


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pencapaian peserta KB di Kota Medan lebih rendah dibanding tahun 2017. Hingga Oktober 2018, pencapaian peserta KB di Kota Medan baru 16.864 atau 34,16% dari target sebesar 49.372. Hal itu diketahui dari data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan, Rabu (5/12) siang.

Berdasarkan data tersebut, capaian peserta KB itu terbagi pada jenis MOW 1.649 , lalu jenis suntik 7.610 atau 36,27% dari target. Kemudian KB jenis Kondom 922 atau 34,45% dari target, jenis pil 5.045 atau 30,40% dari target dan jenis IUD 649 atau 29,89% dari target. Selanjutnya adalah jenis implant 989 atau 22,95% dari target dan jenis MOP 0.

Sementara untuk tahun 2017, terlihat jumlah peserta KB mencapai 40.978 . Jumlah itu terbagi pada jenis MOW 2.140 lalu jenis suntik 18.074. Kemudian jenis Kondom 2862, jenis pil 12.687 dan jenis IUD 1.735. Selanjutnya adalah jenis implant 3.162 dan jenis MOP 318.

Kepala Bidang KR, dr Iman mengatakan angka tersebut kecil karena benar-benar peserta KB baru, bukan konversi atau ulangan. Selain itu, diakuinya karena kurangnya alat kontrasepsi jenis implant yang memang menjadi favorit. Diakuinya, alat kontrasepsi implant baru diroping kepada pihaknya pada awal November 2018.

“Untuk memaksimalkan program KB, kita sudah bekerjasama dengan Faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, kita bekerjsama dengan dengan IBI, KB TNI dan KB PKK. Nanti tanggal 11, 12 dan 13 Desember akan ada pelayanan KB serentak di 21 Kecamatan di kota Medan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang Adpin Badan BKKBN Perwakilan Sumatera Utara, Rabiatun Adwiyah mengatakan, pencapaian peserta KB baru di Sumatera Utara, Januari 2018 hingga Oktober 2018 telah mencapai 63,95%. Tercatat 227,342 jiwa menjadi peserta KB baru di Tahun 2018 ini. “Ini merupakan pencapaian indikator PPM peserta KB baru menurut metode kontrasepsi tahun 2018, ” ungkapnya.

Dijelaskan Rabiatun, berdasarkan data pencapaian tertinggi di Langkat dengan jumlah 28,330, lalu Deliserdang dengan jumlah 26,889. Kemudian, dikatakannya adalah Medan dengan jumlah 18,864 disusul Simalungun berjumlah 18,613. Selanjutnya adalah Mandailing Natal dengan jumlah 16,003 dan Asahan berjumlah 12,631.”Meski terbanyak, bila dilihat dari PPM, rata-rata daerah itu belum 100%, ” papar Rabiatun.

Untuk daerah paling sedikit, diakuinya, adalah Pakpak Bharat berjumlah 372, kemudian Nias Selatan 582 dan Nias Barat 1.089. Kemudian adalah Sibolga berjumlah 1.317, Samosir 1.344 dan Nias Utara 1.680. Begitu juga di Toba Samosir dengan jumlah 2.158 dan di Nias dengan jumlah 2.310, diakuinya capaiam peserta KB baru masih sedikit.

Untuk jenis, Rabiatun mengaku paling banyak adalah jenis suntik berjumlah  96,467 dan jenis pil berjumlah 83,911. Kemudian jenis kondom 17,832 lalu jenis implant sebanyak 15,148. Sementara untuk jenis tubektomi (MOW) disebut Rabiatun berjumlah 7,051 dan jenis IUD berjumlah 6,611.”Untuk Pasektomi atau MOP masih sedikit, yakni 322, ” pungkas Rabiatun. (ain/ila)

loading...
TAGS :