Satpol PP Dapat Pelatihan Pertolongan dan Pencegahan Kebakaran
  • Dipublikasikan pada: Dec 6, 2018 Dibaca: 384 kali.

Sumut Pos/Tamba Tinendung
SIMULASI: Personel Damkar saat mengikuti simulasi kiat serta cara-cara pemadaman api yang baik dan benar, khususnya pemadaman api secara tradisional serta menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).


PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Untuk meningkatkan kemampuan personel pemadam kebakaran, Satpol PP Kabupaten Pakpak Bharat menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pertolongan dan Pencegahan Kebakaran di Balai Diklat Cikaok, Selasa (4/12).

Pelatihan yang menggunakan metode teori dan praktek ini melibatkan 60 personel pemadam kebakaran  serta 40 orang dengan menghadirkan pelatih dan narasumber Huddin P. Hasibuan, SE, Ka. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Penyuluhan dari Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran Kota Medan beserta jajarannya.

Untuk praktek dengan melakukan simulasi pemadaman dengan menggunakan mobil pemadam, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau racun api serta alat pemadam api tradisional seperti karung goni basah dan pasir.

Asisten Administrasi dan Pembangunan Pakpak Bharat, Supardi Padang, SP MM, mengutarakan bahwa pelatihan seperti sangat diperlukan sehingga kerugian yang diderita dapat diminimalisir. Beliau juga berharap agar personel nantinya dapat bertindak dengan reaksi cepat serta memenuhi standar operasional prosedur yang berlaku.

“Sangat diharapkan ke depannya akan muncul para petugas pemadam yang cakap dalam menggunakan peralatan pemadaman. Selain itu, juga sangat dibutuhkan sesungguhnya sosialisasi ke masyarakat untuk mencegah bahaya kebakaran”, tandas Asisten.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kastro Manik, SSos didampingi Kepala  Bidang Penanggulangan Kebakaran, Sanggam Manurung, SE menyampaikan, bahwa tidak hanya kapasitas dari para personel pemadam kebakaran yang diharapkan akan meningkat, tetapi juga agar lebih terampil dan ahli dengan teknik-teknik pencegahan dan pemadaman kebakaran. “Kegiatan ini juga bermanfaat untuk tingkat kecekatan petugas damkar dan tepat waktu, sehingga dampak kerugian yang ditimbulkan tidak terlalu besar nantinya. Intinya adalah pantang pulang sebelum api padam”, sebutnya.

Tampak para personil yang mengikuti pelatihan begitu antusias menerima arahan dan kiat serta cara-cara pemadaman api yang baik dan benar. Dalam simulasi yang dilakukan adakalanya tim dibagi dalam bentuk regu-regu sehingga menghasilkan kerjasama yang baik atau dalam bentuk perseorangan, khususnya dalam melakukan pemadaman api secara tradisional serta menggunakan APAR. Simulasi juga menghadirkan situasi bagaimana menghadapi masyarakat yang emosional saat kebakaran. (tam/han)

loading...
TAGS :