• Kabid Bina Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sumut, Mukhlis Nasution
Makan Mie Goreng Dimanapun Berada
Kabid Bina Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sumut, Mukhlis Nasution
  • Dipublikasikan pada: Dec 12, 2018 Dibaca: 391 kali.

BERSAMA: Mukhlis Nasution bersama keluarga saat menyantap mie goreng yang menjadi makanan favoritnya.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagi Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Mukhlis Nasution, makan mie goreng punya sensasi tersendiri. Terlebih ragam bumbu yang berbeda dari setiap sajian makanan siap saji itu, menurutnya selalu menawarkan tekstur dan kenikmatan sendiri.

Kedoyanan memakan mie goreng sudah sejak lama ia lakukan. Bahkan setiap minggu atau bulannya, makanan itu seolah wajib dikonsumsinya baik ketika berada di Medan ataupun sewaktu menjalankan dinas ke luar daerah.

“Sejak lama saya itu memang senang makan mie goreng. Meski kelihatan sederhana, tapi ketika berbeda bumbu, teksturnya ikut berubah. Apalagi bisa dibilang bahan dasar pembuatan mie goreng kan sama,” kata Mukhlis kepada Sumut Pos, Selasa (11/12).

Dia mengungkapkan ada sensasi yang diperoleh setelah memakan mie goreng. Terutama soal cita rasa dari makanan cepat saji tersebut. Perbedaan cita rasa dan cara mengolah makanan ini menjadi nikmat, yang menurutnya menjadi daya tarik tersendiri untuk mencicipi mie goreng di berbagai tempat.

“Selain tekstur, bentuk mie goreng juga akan berubah ketika cara mengolah dengan bumbu-bumbu tertentu dimasukkan dalam masakan itu. Tapi bukan mie goreng yang disajikan seperti di warung-warung pinggir jalan ya, melainkan mie goreng seperti yang di restoran maupun hotel. Jadi bukan yang dimasukkan gitu langsung siap mienya. Dan kawannya itu adalah teh tawar panas, jadi tiap makan mie goreng pasti pesan minumnya itu,” katanya.

Meski suka makan mie goreng di lokasi yang terbilang elit, Mukhlis mengungkapkan alasan bahwa di warung-warung pinggir jalan kebanyakan menu mie gorengnya itu yang lebih siap saji.

“Kalau itukan namanya indomie goreng, yang sudah ada dan tinggal dicampur ke air panas dan langsung jadi. Namanya sama mie goreng juga, cuma dia masaknya diolah lagi pakai bumbu-bumbu yang membuat kelezatan dan kenikmatan kita memakannya semakin bertambah,” ungkapnya.

Saking intens dan doyannya sama mie goreng, ia nyaris hafal lokasi mana saja di Kota Medan untuk makan mie goreng yang super nikmat dan lezat. Tak hanya itu, di luar daerah ketika sedang dinas luar ataupun saat berlibur bersama keluarga, ia pasti akan mencari makanan tersebut.

“Restoran di Jalan Palang Merah dan Jalan Pemuda itu enak. Ada pula di restoran Jalan Tengku Daud ada juga di situ yang enak, tapi mahal harganya. Dan setiap saya keluar daerah, pasti aku mencoba mie goreng yang ada di sana. Baik pas acaranya di hotel atau restoran, pasti pertama kucari mie goreng. Kalau di Medan, paling sekali seminggu aku cari dan makan mie goreng,” katanya.

Alasan lain kenapa Mukhlis memilih lokasi makan mie goreng seperti di restoran ataupun hotel, dengan pertimbangan kehigienisan dari makanan itu sendiri. “Sehingga kita pun nyaman untuk memakannya. Saya memang gak bisa makan-makanan sembarangan, karena lambung saya sensitif sekali. Kalau makan-makanan yang tidak bersih dan higienis, mohon maaf saya itu akan muntah-muntah. Apalagi saya orangnya bangsa penjijik, maka dari itu beruntunglah orang-orang yang gak kayak aku ini,” katanya sembari tertawa. “Mungkin ini karena didikan orang tua kami dulu, sehingga terbawa sampai sekarang harus makan-makanan yang bersih,” pungkas dia.

loading...
TAGS :