Bocah 4 Tahun Ini Sudah 22 Hari Tak Bangun dari Tidurnya
  • Dipublikasikan pada: Dec 17, 2018 Dibaca: 382 kali.

Bocah 4 tahun di Dusun Masjid Dua Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumut, sudah 22 hari tak bangun dari tidurnya.


DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Seorang balita di Dusun Masjid Dua Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumut, sudah 22 hari tak bangun dari tidurnya.

Balita tersebut bernama Gilang Tama Alfarizi dan berusia 4 tahun 6 bulan. Bocah tersebut tertidur sejak 25 November 2018 malam hingga kini.

Orang tua dan keluarga bocah telah berupaya mengobatinya ke rumah sakit di Deliserdang hingga ke Medan. Namun kondisinya masih juga belum sadar.

Bahkan, meski ramai didatangi warga sekitar, Gilang yang dirawat di rumahnya tetap tertidur pulas.

Ibu Gilang, Prili Mahdania mengaku, meski hasil diagnosa tidak menderita penyakit tetapi tetap merasa khawatir dengan kondisi kesehatan putranya.

Oleh karena itu, sang ibu memberi asupan makanan cair dan juga pernapasan melalui oksigen.

Ia menceritakan, keanehan yang dialami anaknya bermula pada 25 November lalu. Usai bermain malam hari seperti biasa Gilang langsung tidur. Akan tetapi, keesokan harinya ternyata Gilang tidak bangun-bangun hingga sore hari.

“Karena khawatir, kami membawa gilang ke Rumah Sakit Umum Deliserdang. Setelah dua minggu dirawat, tapi tidak ada perkembangan terhadap kondisinya,” ungkap Prili saat diwawancarai awak media, Senin (17/12/2018).

Prili kemudian merujuk anaknya ke RSUP H Adam Malik Medan. Di rumah sakit tersebut juga hasilnya sama. “Kondisi Gilang tak berubah dan tetap tertidur. Tim dokter yang merawatnya bilang dalam kondisi normal dan tidak ada menderta penyakit. Dari hasil diagnosa itu, keluarga memutuskan kembali membawa Gilang pulang ke rumah,” sebutnya.

Ia menambahkan, sampai sekarang masih bingung dan tidak tahu dengan kondisi Gilang yang tidak terbangun dari tidurnya. Namun, ketika diajak bicara mau menjawab. “Gilang tertidur aja, tapi bisa bergerak sedikit-sedikit. Diajak ngomong ngerti tapi mata tidak terbuka,” imbuhnya. (fir)

loading...