Kapolrestabes Medan: Jangan Anggap Remeh Ancaman Terorisme

istimewa/sumut pos
BINGKISAN NATAL: Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto membagikan bingkisan Natal di sela-sela Apel di Mapolrestabes Medan, Senin (17/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengingatkan sejumlah personel dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polrestabes Medan agar all out dalam melakukan pengamanann

Ia kembali mengingatkan kepada bawahannya untuk tetap waspada akan ancaman terorisme yang berpotensi terjadi nantinya. Menurutnya, aksi terorisme harus diwaspadai dan tidak bisa dianggap remeh.

“Mari kita hadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. Prioritas pertama adalah mewaspadi aksi serangan terorisme baik kepada anggota polisi yang di pos dan di mako. Kemudian perlu pengamanan kegiatan keagamaan seperti di gereja maupun kegiatan masyarakat lainya seperti tempat wisata, perbelanjaan, terminal,” ungkap Dadang saaat memimpin Apel di Mapolrestabes Medan, Senin (17/12).

Menurutnya, personel yang bertugas melakukan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019, diharap memberikan rasa aman, nyaman dan jaminan kepada masyarakat. “Kita tidak perlu khawatir dan takut tapi tetap waspada. Kita harus beri jaminan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak resah dalam menghadapi potensi kerawanan,” katanya.

Dadang mengatakan, Medan belum bisa dikatakan benar-benar aman dari ancaman terorisme mengingat sejarah mencatat beberapa kali aksi radikal terjadi di kota terbesar ketiga ini. “Mari selalu waspada. Kumpulkan informasi-informasi, selalu curiga dengan orang-orang baru di lingkungan kita,” harapnya.

Sementara itu, untuk kejahatan 3C (Curat, Curas dan Curanmor), Dadang menugaskan kepada Bhabinkamtibmas agar melakukan pendataan kendaraan yang tidak memilki surat yang diduga sebagai sepedamotor tadahan.

“Kemudian tempat-tempat yang menampung sepedamotor diduga tadahan agar didata. Khusunya yang berlokasi di pinggiran. Jadi kalau ada kendaraan baru yang masuk di tempat tersebut, bisa terdeteksi dengan baik. Kalau kita mampu datakan maka transaksi kendaraan ilegal dan penadahnya tidak terjadi,” katanya.

Terakhir, ia meminta agar personel terus melakukan pemantauan dan pengawasan menjelang Pemilu 2019. Memonitor isu-isu SARA, Hoax dan mengecek perkembangan di dunia maya. “Selalu pantau media sosial, karena itu menjadi sarana yang paling cepat menyebar di masyarakat. Kemudian, terus turun ke lapangan, jalin komunikasi dengan masyarakat yang berada di sekitar,” ujarnya.

Suksesnya pengamanan Pemilu, kata Dadang, menjadi bentuk kredibilitas pihaknya sebagai institusi Polri. “Kita harus menjamin terselenggaranya pesta demokrasi itu secara aman dan damai. Untuk itu harus total, kerahkan sepenuhnya kekuatan,” pungkasnya. (dvs/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *