• Bicara Baik di Media Digital dan Menginspirasi, Semen Indonesia Edukasi Blogger di Medan
Bicara Baik di Media Digital dan Menginspirasi, Semen Indonesia Edukasi Blogger di Medan
  • Dipublikasikan pada: Dec 21, 2018 Dibaca: 378 kali.

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
ILMU: Travel Blogger, Yuki Anggia (kiri) saat berbagi ilmu tentang ilmu menulis kepada para blogger di Medan, Rabu (19/12).


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Semen Indonesia menggelar Workshop dengan tema ‘Bicara Baik’ dengan menghadirkan dua pembicara, yaitu Yuki Anggia, Travel Blogger asal Jakarta dan Dolly Siregar, Food Blogger asal Kota Medan. Acara ini, berlangsung Ghetto Cafe Jalan Iskandar Muda Medan, Rabu (19/12) siang.

Dalam acara ini para blogger mengajak generasi milineal untuk cerdas menggunakan media digital dengan tujuan untuk menciptakan hal positif dan tidak menyebarkan ujaran kebencian dan hoax ditengah masyarakat di era digital saat ini.

Yuki Anggia, Travel Blogger mengatakan banyak hal positif didapatkan dari media digital. Selain itu, eksis di media digital memberikan berkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat bila menggunakan teknologi dengan benar dan kreatif.

“Saya mulai menyukai dunia tulis menulis dan memfokuskan diri menulis tentang wisata dan travelingnya ke berbagai kawasan wisata termasuk wisata ke luar negeri,” tutur Yuki.

Yuki Anggia saat wisata ke luar negeri berusaha untuk selalu update dengan perjalanannya selama di luar negeri. Contohnya waktu ke Jepang, Yuki selalu berusaha untuk mencari akses internet dan langsung update blog sudah sampai dimana perjalanannya di Jepang.

“Ketika mengunjungi salah satu objek wisata, langkah awal yang dilakukan adalah observasi atau baca dulu tentang keberadaan daerah tujuan wisata yang akan dikunjungi,” ucap Yuki.

Hal senda juga disampaikan oleh, Dolly Regar. Menjadi selebgram berawal dari hobi makan dan mulai posting makanan yang akan disantap sejak beberapa tahun lalu. Karena sudah sering dan banyak yang komentar, Dolly jadi keterusan untuk menuliskan pengalamannya menikmati makanan yang disantapnya.

“Awalnya waktu itu, setiap kali pulang kerja, hal yang bisa kita lakukan adalah makan, nonton atau karaoke. Karena hanya itu yang bisa jadi pilihan, jadi setial kali diajak makan saya selalu foto dulu makanan yang disajikan, kemudian diberi sedikit komentar,” ucap Dolly.

Dolly menyebutkan sudah banyak jenis makanan yang diulasnya dalam akun instagramnya. Dampaknya, banyak orang terbantu usahanya dari Instagram Dolly sendiri dengan memberikan promosi gratis. Dengan itu, Dolly memberikan dampak ekonomi positif bagi orang lain.

“Biasanya karena sudah banyak yang tahu dengan blog dan akun Instagram saya. Kemana pun saya melangkah untuk bersantap ada saja pemilik restoran atau cafe yang memintanya untuk memberikan komentar tentang makanan yang disajikan,” ungkap Dolly.

Setiap kali memberikan komentar terhadap jenis makanan yang disajikan menurut Dolly yang terpenting adalah bicara jujur dan memberikan komentar apa adanya. Kemudian, Pesan Dolly Regar dalam sharing pengalamannya mengingatkan agar blogger konsisten itu penting.

“Kalau memang mau jadi blogger yang serius di satu bidang, tetap belajar hal baru dan jangan lupa setiap kali update atau posting hal baru utamakan bicara baik dan jujur,” kata pria tambun itu.

Menurut Dolly, pengalaman paling berkesan adalah bagaimana kita bisa membantu orang lain. Contohnya, sewaktu dirinya menemukan satu jenis makanan rumahan, rasanya enak. Namun, ia membantu pemasaran melalui ulasan kuliner di Instagram.

“Lalu saya mencoba bertanya apa masalahnya kenapa makanan enak seperti itu tidak dijual ke masyarakat untuk menambah penghasilan. Saya berusaha untuk mencari solusinya dan berkat sering di posting di blogger dan instagram, makanan tersebut semakin disukai dan akhirnya bisa buka gerai,” tutur Dolly.

Sementara itu, Manajemen Semen Indonesia, Sigit Wahono menjelaskan acara ini berawal dari keresahan Semen Indonesia akan penggunaan media sosial akhir-akhir ini. Sekarang ini banyak ujaran kebencian yang ada di media sosial.

“Padahal kan banyak yang bisa diambil positifnya dari media sosial ini. Kemudian, Medan sebagai kota kelima setelah di Rembang terus kemudian Surabaya di Tuban di Makassar,” pungkasnya.(gus/ram)

loading...
TAGS :