• Longsor Anak Krakatau Diperkirakan Capai 64 Hektare
Longsor Anak Krakatau Diperkirakan Capai 64 Hektare
  • Dipublikasikan pada: Dec 24, 2018 Dibaca: 378 kali.

dok. Susi Air
ERUPSI: Kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau usai tsunami dari pantauan udara, Minggu (23/12).


JAKARTA , SUMUTPOS.CO – Tsunami di wilayah Banten dan Lampung disebabkan oleh longsor lereng Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Longsoran Gunung Anak Krakatau tersebut diperkirakan seluas 64 hektare.

“Kita akan melakukan survei laut, survei laut itu untuk membuktikan adanya endapan-endapan material longsor yang tadi diduga itu. Jadi kalau ada tadi kan dugaannya kurang lebih 64 hektare yang longsor,” kata Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin usai pertemuan di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2018)n
Sebelumnya Kemenko Maritim mengumpulkan para pakar dari BMKG, BPPT, LIPI, BIG, dan Badan Geologi. Tsunami kali ini dinilai berbeda karena tak didahului gempa signifikan atau peristiwa luar biasa lainnya sehingga Kemenko Maritim mengumpulkan para pakar.

Nantinya akan dilakukan pengecekan material yang jatuh ke laut. Sehingga diketahui pasti berapa luas longsor Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan tsunami.

“Kan batuannya tersimpan di dasar laut sana kita akan kirim kapal dengan peralatan untuk membuktikan itu. Namun pelaksanaannya akan kita tunggu sampai kondisi aman. Karena sekarang kan kondisi belum cukup aman,” ujar Ridwan.

Dalam kesempatan terpisah, BNPB menyebut masih ada potensi tsunami sehingga masyarakat diimbau waspada. Selain itu disebutkan pula longsor bawah laut Gunung Anak Krakatau masih terus terjadi.

Panggung Seventeen Hanya 3-4 Meter dari Laut
Sementara itu, grup band Seventeen menjadi korban tsunami di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam. Saat peristiwa ini terjadi, Seventeen tengah tampil dan baru membawakan dua lagu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, panggung yang menjadi lokasi tampil Seventeen berjarak sekitar 3-4 meter dari laut dengan posisi membelakangi pantai. Sutopo menyebutkan, Seventeen hadir sebagai bintang tamu dalam acara gathering para karyawan PLN di Tanjung Lesung.

“Tiba-tiba tsunami datang dari balik panggung, tidak ada peringatan atau tanda-tanda,” kata Sutopo, dalam jumpa pers di Kantor BPBD DIY, Yogyakarta, Minggu (23/12).

Sebanyak 260 orang yang mengikuti acara gathering PLN juga terkena terjangan tsunami. Dari data sementara, 14 orang meninggal dunia dan 157 orang selamat. “Ada 89 yang belum ditemukan atau belum bisa dihubungi,” kata Sutopo. Menurut dia, selain membelakangi pantai, panggung tempat Seventeen tampil jaraknya cukup dekat dengan laut.

Personel Seventeen yang menjadi korban meninggal dunia adalah pemain bass Seventeen, M Awal Purbani; gitaris Seventeen, Herman Sikumbang, serta Road Manager Seventeen Oki Wijaya. Sementara, drumer Seventeen, Andi, sampai saat ini belum ditemukan. Demikian pula istri vokalis Seventeen, Ifan, yaitu Dylan Sahara.

Wisatawan yang Sedang Liburan jadi Korban
Sutopo juga menjelaskan, sebagian korban tsunami yang melanda sejumlah wilayah pantai di Selat Sunda merupakan wisatawan yang sedang menikmati liburan. “Banyak korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai, dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami,” kata Sutopo dalam keterangan persnya, Minggu sore.

Kelima kawasan wisata pantai itu berada di sekitar wilayah Banten. Sutopo menyebutkan, tidak ada warga negara asing (WNA) yang menjadi korban. “Tidak ada korban warga negara asing (WNA). Semua warga Indonesia,” kata Sutopo.

Sementara berdasarkan data terbaru, sebanyak 31 orang yang ikut rombongan gathering PLN tewas akibat tsunami di Banten. “Korban meninggal 31 orang,” kata kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR I Made Suprateka dalam keterangannya, Minggu (23/12).

Suprateka mengatakan, angka itu berdasarkan data per pukul 18.00 WIB. Dari jumlah total 199 orang dalam rombongan itu, 9 diantara masih dinyatakan hilang dan sisanya selamat dari maut.

PLN juga mendirikan 3 posko di wilayah Banten, yaitu di UIT JBB Gandul, PLTU Labuan dan UPT Cilegon. Rencananya tim dari PLN akan terus melakukan penyisiran dan pemulihan esok hari.

“Rencana kerja besok dari team PLN di lapangan: menyisir ulang puing-puing bangunan yang roboh, menyisir pantai, kerjasama dengan nelayan, minta bantuan Basarnas untuk patroli laut dan pemulihan jaringan yang tiangnya roboh,” paparnya.

Suprateka juga mengungkapkan, PLN akan memberikan santunan untuk rombongan family gathering yang jadi korban. Mereka diberi santunan karena sedang dalam perjalanan dinas. “Oh, tentu sudah pasti (dapat santunan). Ini perjalanan dinas acara employing gathering ini adalah tugas dari perusahaan yang dilaksanakan setiap tahun,” kata Suprateka.

Suprateka mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk evaluasi kerja karyawan selama satu tahun terakhir. Namun dia belum memastikan berapa nilai kompensasi yang akan diterima korban.

loading...
TAGS :