e-Toll tak Cukup Picu Macet
Dibuka Gratis, 40 Ribu Kendaraan Melintasi Tol Rampah-Tebing
  • Dipublikasikan pada: Dec 27, 2018 Dibaca: 378 kali.

GERBANG TOL: Direktur Pengembangan Niaga Jalan Tol Nasional Adrian Prihatomo, Pelaksana Harian Jalan Nasional Bambang P dan Direktur Tekhnis dan Operasional JMKT Agus Choliq serta lainnya ketika membuka gerbang tol Tebingtinggi-Sei Rampah, Senin (24/12) pagi pukul 08.00 WIB.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menghadapi arus mudik dan balik pada liburan pergantian tahun kali ini, PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) mencatat terjadi peningkatan jumlah kendaraan hingga 60 persen lebih. Untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar pintu keluar jalan umum, mereka meminta bantuan pihak Kepolisian.

Direktur PT JMKT Agus Choliq mengatakan, paska-dibukanya ruas tol Sei Rampah-Tebingtinggi sejak 24 Desember lalu, pihaknya telah mempersiapkan peningkatan pelayanan bagi pengguna layanan jalan bebas hambatan. Meskipun menghadapi arus mudik dan balik Tahun Baru tidak ada hal yang lebih khusus, namun antisipasi antrean panjang di pintu keluar tetap menjadi perhatian utama.

“Sebenarnya tidak ada yang terlalu khusus untuk itu (menghadapi Tahun Baru). Hanya saja kita terus mengimbau masyarakat agar tetap menjaga jumlah saldo di kartu e-toll. Karena kalau tidak cukup, bisa menimbulkan antrean panjang di pintu keluar tol,” ujar Agus kepada Sumut Pos, Rabu (26/12).

Dikatakan Agus, pada momentum kali ini, terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang melintas setiap harinya. Puncaknya terjadi pada Jumat (21/12), dimana 46 ribu mobil melintas di jalur tol MKTT. Bahkan sejak dibuka gratis untuk Sei Rampah-Tebingtinggi, jumlahnya berkisar 40 ribu kendaraan per hari.

“Ada peningkatan dari kondisi normal sekitar 60 persen. Biasanya sehari sekitar 25 ribuan kendaraan,” sebutnya.

Sedangkan untuk Tahun Baru, Agus memprediksi peningkatan jumlah kendaraan masih tergolong tinggi antara 38ribu-40ribu per hari. Puncaknya kemungkian ada di 29-30 Desember. Karena ada kemungkian sudah terjadi arus balik di waktu tersebut meskipun masih dalam prediksi. “Biasanya yang sebelumnya keluar, masuk lagi. Mungkin banyak yang mengejar sampai ke tujuan sebelum 1 Januari,” sebutnya.

Sementara untuk mengantisipasi kemacetan, mereka tetap memberlakukan sistem buka tutup di jam padat. Ada tiga pintu yang menjadi pilihan yakni Tebingtinggi, Sei Rampah dan Teluk Mengkudu. Ketiganya adalah tiga gerbang terujung saat ini.

“Memang sebelum dibuka (ruas tol Sei Rampah-Tebing Tinggi), penumpukan kendaraan ada di pintu Sei Rampah. Tetapi setelah dibuka, terjadi penumpukan di Tebing Tinggi. Jadi kita arahkan untuk sistem buka tutup jika terjadi penumpukan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi adanya penumpukan pada persimpangan tertentu seperti di Tebingtinggi dan Sei Rampah, Agus mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas di dua titik rawan macet. Titik tersebut yakni ada di sekitar Pasar Desa Pon dan perbatasan Sergai-Tebingtinggi.

“Kerjasama dan bantuan Polisi cukup baik. Justru kami prediksi di Tebing Tinggi yang akan macet. Karena di sana ada masjid, biasanya kendaraan banyak yang parkir saat waktu salat. Tetapi kita telah koordinasi dan sudah diatasi pihak Kepolisian. Bahkan di Desa Pon, sekarang sudah lebih lancar dari biasanya,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan meminta agar seluruh pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan seperti di pintu tol Tebing Tinggi atau Kota Medan. Beberapa titik pertemuan di sejumlah Kkota, dan kemungkinan lain. Sehingga selain keberadaan petugas, langkah antisipasi seperti rekayasa lalu lintas bisa disiapkan. Hal ini untuk memberikan informasi dan petunjuk bagi pengendara agar melakukan perjalanan dengan lancar.

“Saya kira untuk kendaraan yang memilih jalan umum, bisa diantisipasi dengan menggunakan jalur alternatif seperti dari Galang. Dan itu harus intens sosialisasinya, apalagi diprediksi jumlah kendaraan yang melintas dari dan ke Kota Medan akan meningkat menjelang Tahun Baru,” katanya.

Gratis Selama 10 Hari
Sementara, pembukaan pintu tol Sei Rampah-Tebingtinggi secara resmi dilakukan Direktur pengembangan Niaga Jalan Tol Nasional Adrian Prihatomo dan Bambang P selaku Pelaksana Harian Jalan Nasional didampingi Agus Choliq, Direktur Tekhnis dan Operasional JMKT, Senin (24/12) lalu sekira pukul 08.00 WIB. Ruas tol ini dibuka secara gratis untuk uji coba selama sepuluh hari demi kenyamanan bagi pengendara yang hendak libur Natal dan Tahun Baru 2019.

“Tol Tebingtinggi-Sei Rampah ini tarifnya 0 rupiah, sedangkan tarif tol Tebingtinggi Medan masih biasa seperti tarif tol Sei Rampah-Medan,” terang Andrian Prihatomo kepada Sumut Pos. Andrian meminta kepada pengemudi yang menggunakan jalan tol agar berkendara dengan hati-hati, taati peraturan yang ada di jalan tol.

Penumpang KNIA 30 Ribu Sehari
Pantauan arus mudik di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), peningkatan jumlah penumpang mulai terjadi. Eksekutif General Manager (EGM) PT AP II Bandara Kualanamu Bayu Iswantoro mengatakan, jumlah penumpang pada arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 mencapai 30 ribu perhari. Sedangkan pada hari biasa, jumlah penumpang sekitar 24 ribu hingg 25 ribu penumpang perhari. “Sekarang rata-rata jumlah penumpang itu mencapai 27 ribu sampai 30 ribu, artinya memang tetap ada kenaikan dibanding sebelumnya,” terang Bayu Iswantoro didampingi Senior Manager of Finance dan Human Resources Heri Suherman saat melakukan pantauan pada H+1 Natal 2018 di terminal Bandara Kualanamu, Rabu (26/12).

Disinggung upaya antisipasi kenaikan penumpang, terutama pada hari libur Tahun baru 2019, pihaknya telah melakukan tiga persepektif antisipasi, pertama menambah jumlah personel dan SDM petugas khususnya pelayanan terminal menjadi 780 orang.

Kedua, kesiapan peralatan. Semua peralatan yang ada di terminal seperti X-Ray, tangga eskalataor, sistem check in counter, kelistrikan, BHS semua dipastikan dapat berjalan dengan baik sehingga tidak terganggu sama sekali pelayanan di bandara.

Ketiga, metode kerja atau SOP dengan meningkatkan koordinasi antar petugas khususnya di tingkat operasional dalam rangka mengurai dan menimimalisir kepadatan. “Jadi metode kerja kordinasi antara dengan lainnya sehingga dapat membantu proses dan mengurai kepadatan penumpang dengan baik,” sebutnya.

Penumpang KM Kelud Masih Membludak
Arus mudik Natal dan Tahun Baru 2019 akan mencapai puncaknya di Pelabuhan Belawan pada Minggu (30/12) mendatang. Kepala Operasional PT Pelni Cabang Medan, Irwansyah mengatakan, untuk melayani arus mudik di akhir tahun, KM Kelud masih melayani kedatang penumpang. Kedatangan untuk terakhir kali masih mengalami lonjakan, walaupun sebelumnya penumpang sudah mengalami peningkatan.

Dikatakan Irwansyah, pada Senin (24/12) lalu, penumpang KM Kelud yang tiba dari Batam tujuam Belawan sebanyak 3.153 penumpang, kemudian berangkat membawa 1.176 penumpang tujuan Batam dan Tanjung Priok. “Keberangkatan terakhir dari Belawan tidak lagi PP ke Batam. Tapi, berangkat menuju Tanjung Priok dan kembali nanti tanggal 30 Desember ke Belawan,” jelas Irwansyah.

Untuk memberikan pelayanan dan keselamatan penumpang, lanjut Irwansyah, pihaknya tidak akan membawa penumpang melebihi toleransi sebanyak 3.164 orang. Untuk saat ini, kedatangan KM Kelud belum ada kendala atau masalah untuk kedatangan terakhir. “Untuk saat ini kita belum tahu jumlah penumpang hasil konfirmasi dari Jakarta, tapi saya perkirakan penumpang tidak akan jauh dari batas toleransi,” ungkap Irwansyah.

Penumpang yang tiba di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, tampak berdesakan turun dari KM Kelud. Kedatangan dengan jumlah 3.153 penumpang, mendapat pengawasan petugas keamana dengan mengecek sejumlah barang bawaan penumpang. “Saya dari Batam, termasuk tidak molor waktunya tiba di Belawan. Hanya berdesakan saja turun dari kapal, karena banyak penumpang,” kata Angel mau pulang ke Pematangsiantar.

Seluruh penumpang yang akan merayakan natal dan tahun baru, diberikan fasilitas bus grasti dari PT Pelindo dari Pelabuhan Belawa tujuan Terminal Pinang Baris dan Terminal Amplas. “Untuk melayani penumpang KM Kelud yang akan mudik ke Medan, akan diberikan layanan bus gratis dari Belawan tujuan Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris?,” kata ACS Humas Pelindo I, Fiona Sari Utami.

Dijelaskan Fiona, pihaknya terus meningkatkan pelayanan dengan menerapkan penjualan tiket dan pas pelabuhan di terminal, sehingga tidak mengizinkan penumpang yang tidak memiliki tiket untuk masuk ke ruang terminal. Selain itu, pihaknya juga memberikan sarana penyediaan fasilitas embarkasi dan debarkasi. “Kunjungan kapal penumpang juga akan mendapatkan prioritas sandar di terminal penumpang dan di luar terminal penumpang, jika ada kunjungan kapal secara bersamaan,” ujar Fiona. (bal/ian/btr/fac)

loading...
TAGS :