Sepasang Kekasih Tewas Tertembak di Hotel

Hukum & Kriminal Sumatera Utara
Sepasang Kekasih Tewas Tertembak di Hotel

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sepasang kekasih ditemukan tewas di dalam kamar C-12 Hotel Central, Jalan Gambus Kisaran, Kabupaten Asahan, Senin (7/1) sekira pukul 13.00 WIB. Dari keduanya ditemukan luka bekas tembakan.

KEDUA korban masing-masing, Devi Setiani (25) warga Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Timur dan Hasyim Prasetyo (30) warga Kelurahan Bunut Barat, Kecamatan Pulau Bandring.

Jenazah korban ditemukan olah seorang pegawai hotel. Keduanya sudah tidak mengenakan busana sama sekali. Kepada media, seorang staf hotel mengatakan, kedua sejoli ini check in Minggu (6/1). Keduanya datang mengendarai sepeda motor.

“Pada Senin (7/1) sekira pukul 12.00 WIB, saya coba mengetuk pintu kamar tersebut untuk memberitahu jadwal checkout sudah tiba. Namun tidak diperoleh jawaban dari dalam kamar,” ujar Ridwan, staf Hotel Central.

“Kemudian, saya bersama rekan lainnya kemudian berinisiatif membuka pintu kamar dengan kunci cadangan. Kami langsung kaget, ternyata pasangan itu sudah tidak bernyawa dengan posisi tergeletak di atas tempat tidur dan tidak mengenakan busana sama sekali,” sambungnya.

Pihak hotel langsung melaporkan temuan itu ke polisi. Kuat dugaan, keduanya tewas bunuh diri. Sebab, pintu kamar dikunci dari dalam. Selain itu, kunci kamar juga dikantongi oleh korban.

Sumber di Kepolisian menyebut, korban telah berpacaran cukup lama. Namun cinta keduanya tidak mendapat restu dari orangtua perempuan.

Devi kemudian memutuskan bertunangan dengan pria lain. “Si cewek tunangan sama orang lain. Tapi cewek ini masih suka sama si laki-laki itu,” kata sumber tersebut sembari meminta untuk tak mencantum identitasnya. Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu membenarkan peristiwa tersebut.

“Kedua korban ditemukan dalam keadaan tewas di Hotel Central di Jalan Sei Gambus, Kecamatan Kota Kisaran Barat,” kata Faisal lewat sambungan seluler, Senin (7/1).

Kata Faisal ada ditemukan luka tembak pada keduanya korban. Namun, Faisal belum mau membeber lebih banyak peristiwa itu. “Kita tidak ingin asal menyebutkan. Takutnya salah, makanya bagus menunggu hasil Labfor biar selaras dengan hasil penyidikan kami,” ujar Faisal.

Begitu juga dengan motif, Faisal tidak mau asal sebut. “Pokoknya kalau nanti sudah selesai olah TKP, kita release kasus ini,” jelas Faisal. (omi/bbs/ala)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *