Ribuan Buku Speksi Milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Hilang
  • Dipublikasikan pada: Jan 9, 2019 Dibaca: 387 kali.

Renward Parapat
Kepala Dishub Medan


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ribuan buku speksi milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan hilang. Namun, belum diketahui secara jelas buku speksi tersebut hilang karena dicuri atau bagaimanan
Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Ilhamsyah menyebutkan, dari informasi yang diterimanya ada sekitar 7.000 buku speksi yang hilang. Informasi itu diketahui saat berkunjung kantor Dishub Medan baru-baru ini. “Saya baru dapat informasi kalau ada buku speksi milik Dishub Medan hilang,” kata Ilhamsyah yang ditemui Selasa (8/1).

Ilhamsyah mengaku bingung mengapa sampai buku speksi sampai hilang. Padahal, buku tersebut disimpan di kantor Dishub Medan. Oleh karena itu, diminta agar aparat kepolisian menyelidikinya.

“Bingung juga kita kok bisa hilang, padahal disimpan di kantor. Hal ini jelas menimbulkan tanda tanya besar. Untuk itu, kita dorong aparat kepolisian mengusutnya,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan ini.

Menurut Ilhamsyah, hilangnya ribuan buku speksi tersebut menunjukkan ketidakprofesionalan Dishub Medan. “Kenapa itu bisa terjadi, ini kan menunjukkan ketidakprofesionalan di Dishub Medan. Apakah memang benar-benar hilang atau disengaja hilang, kita belum tahu,” ujarnya sembari menduga kehilangan terjadi untuk menghindari retribusi dari speksi.

Dikatakan Ilhamsyah, dia berencana akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan Medan, Renward Parapat guna mempertanyakan persoalan hilangnya ribuan buku speksi tersebut. “Kita akan panggil Kepala Dishub Medan untuk meminta penjelasan. Surat panggilannya segera dibuat dan dikirimkan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dishub Medan, Renward Parapat yang dikonfirmasi tak menampik adanya kehilangan ribuan buku speksi tersebut. Renward mengaku, persoalan ini sudah dilaporkan ke polisi dan bahkan ada yang telah disidangkan di pengadilan.”Betul ada hilang dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Malahan kasusnya sudah ada yang sampai ke pengadilan,” akunya.

Meski begitu, sayangnya disinggung buku speksi yang hilang dari tahun berapa dan dampaknya terhadap pelayanan masyarakat, Renward tak memberikan jawaban. Dia hanya membaca pesan whatsapp yang dikirimkan wartawan Koran ini. (ris/ila)

loading...
TAGS :