Pengendalian Kelahiran Tingkatkan Kesejahteraan
  • Dipublikasikan pada: Jan 12, 2019 Dibaca: 384 kali.

.


ASAHAN – Kepala BKKBN Sumut, Drs. Temazaro Zega, MKes mengingatkan bahwa Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah yang sudah dicanangkan sejak tahun 1970 an untuk mengendalikan angka kelahiran sesuai kesehatan reproduksi (KR) dari si ibu. Hal itu disampaikannya pada Promosi Pelayanan KB dan KR Berkualitas oleh Dinas BKKBN Sumut dan DPR RI di Desa Ledong Barat, Kecamatan Asahan.

“Terlebih di tengah perekonomian yang sulit saat ini. Pembatasan kelahiran memungkinkan ibu memenuhi pemberian ASI ekslusif hingga usia anak 3 tahun dan mengamati 1.000 hari pertama kehidupan anak atau disebut dengan golden age,” jelas Temazaro Zega.

Terpenuhinya gizi pada anak juga akan mencegah terjadinya gizi buruk atau stunting. Pembatasan kelahiran juga memberi ruang bagi keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dan menjamin pendidikan anak sehingga meningkatkan kualitas keluarga di tengah-tengah masyarakat.

Untuk pengendalian kelahiran ini, pemerintah melalui BKKBN telah menyiapkan lima alat KB, dari suntik, pil, IUD, implan dan kondom. Pada kesempatan itu, BKKBN juga mensosialisasikan usia ideal bagi wanita untuk melahirkan dan masa pubertas anak.

Diharapkan dapat membantu orangtua untuk menjalankan fungsinya. “Usia pernikahan yang ideal untuk wanita itu 21 tahun dan pria 25 tahun. Anak perempuan akan mengalami fase purbertas di usia 11-12 tahun dan 16-17 tahun untuk pria,” tuturnya. (don)

loading...
TAGS :