Alhamdulillah, Lumba-lumba Sudah Dilepas ke Habitatnya

Sumatera Utara
EVAKUASI:
Ikan lumba-lumba saat dievakuasi untuk dilepas ke laut, Jumat (1/2) dini hari.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu dari dua ekor lumba-lumba yang terdampar di Sungai Kualuh, Labuhanbatu Utara (Labura) berhasil dievakuasi petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut. Dalam evakuasi ini, BBKSD Sumut dan Pemkab Labura dibantu Jakarta Animal Aid Network (JAAN) tim ahli dolphin (lumba-lumba) dari Jakarta. Meski harus melalui medan yang berat, namun evakuasi hewan mamalia itu berjalan dengan lancar.

Dari video yang dishare di grup FB Laburaku, lumba-lumba yang diperkirakan berusia 12 hingga 15 tahun itu dilepaskan Jumat (1/2) dini hari. Terlihat di video itu, lumba-lumba itu dimasukkan ke bak buatan di dalam mobil, kemudian dibawa ke perairan Tanjungbalai. Lumba-lumba itu berhasil dievakuasi dari Dusun Ramean II, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura.

“Alhamdulillah, satu ekor lumba-lumba yang masih hidup di Sungai Kualuh berhasil dievakuasi petugas BBKSDA dan masyarakat, kemarin,” ungkap Kepala Desa Kuala Beringin, Edi Mansur Pane, kepada wartawan, Jumat (1/2) siang.


Menurut Edi, proses evakuasi dilakukan mulai Kamis (31/1) petang hingga Jumat dini hari. Proses evakuasi tersebut, kata Edi, menggunakan jaring dan boat. Namun ada kendala dengan medan yang sulit. Hal itu, tidak menjadi kendala. Proses evakuasi berlangsung lancar.

Amang, seorang staff JAAN juga mengatakan, proses evakuasi dilakukan Kamis (31/1) petang sekitar pukul 18.00 WIB. Saat dievakuasi, di tubuh lumba-lumba terdapat luka di bagian punggung. Diduga luka itu disebabkan tabrakan dengan benda keras. Luka itu langsung diobati sebelum dievakuasi.

“Alhamdulillah, sudah berhasil kami evakuasi,” ujar Amang, Jumat (1/2).

Lantas petugas gabungan membawa lumba-lumba malang itu melalui jalur darat. Lumba-lumba dilepasliarkan di Muara Tanjung Balai sekitar pukul 24.00 WIB. Proses evakuasi memang memakan waktu yang cukup lama. Sebab, tim evakuasi mempertimbangkan habitat buaya yang ada di Sungai Kualuh.

Malangnya, induk lumba-lumba terlebih dulu mati. Terdapat luka seperti remuk di bagian lubang pernapasan. Di sana terdapat sistem navigasi mamalia cerdas itu. Diduga mamalia itu tersesat, sehingga bisa masuk 100 km dari muara sungai. Lumba-lumba betina indukan yang mati diperkirakan berusia 35-40 tahun. Petugas gabungan belum bisa memastikan penyebab kematiannya.

Terpisah, Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi mengakui kalau lumba-lumba malang itu mengalami luka di bagian punggung. Namun, luka yang diderita dalam katagori ringan. “Saat dievakuasi petugas BBKSDA dan masyarakat, kita lihat ada luka dibagian atas punggung lumba-lumba itu,” sebut Hotmauli.

Luka tersebut langsung ditangani secara medis dengan memberikan pengobatan terhadap hewan cerdas itu. Saat dilepas, kondisi lumba-lumba dalam keadaan sehat. “Syukurnya evakuasi berhasil dan hewan mamalia itu sudah dikembalikan ke habitatnya,” pungkas Hotmauli.

Untuk diketahui, dua ekor lumba-lumba putih di Sungai Kualuh di Dusun Ramean II, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) terlihat pada Minggu (27/1). Video soal penampakan lumba-lumba tersebut sempat viral di media sosial. (gus)

loading...