Saat Review Kemendagri Terhadap RAPBD Papua, Penyelidik KPK Ngaku Dihajar 10 Orang
  • Dipublikasikan pada: Feb 6, 2019 Dibaca: 378 kali.

.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polda Metro Jaya masih mendalami kasus penganiayaan yang diduga dialami dua penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, mereka telah memeriksa pihak korban. Kepada polisi, korban menerangkan, pelaku penganiayaan berjumlah sepuluh orang.

“Korban yang dipukul bernama Muhammad Gilang Wicaksono. Mulanya, korban bertugas mencari data di Hotel Borobudur dengan mengambil beberapa gambar,” terang Argo, Selasa (5/2).

Saat itu, di hotel tersebut tengah berlangsung rapat antara Pemprov Papua, DPRD Papua dan Kemendagri untuk membahas APBD tahun 2019. “Kemudian korban dan saksi didatangi oleh terlapor kurang lebih sepuluh orang. Lalu terlibat cekcok mulut antara terlapor, korban dan saksi,” sebut Argo.

Ketika terjadi cekcok mulut, salah satu dari sepuluh orang itu tiba-tiba melayangkan pukulan kepada korban. Hanya saja, pelaku pemukulan itu saat ini masih belum dipastikan siapa identitasnya. Kemudian, rekan pelaku ikut memukul korban hingga babak belur.

“Tiba-tiba terlapor memukul dengan tangan kosong. Terlapor masih lidik,” katanya. Atas insiden itu, korban resmi melapor ke Polda Metro Jaya pada Minggu 3 Februari 2019 lalu. Pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP dab Pasal 211 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP.

CCTV di Hotel Borobudur
Sempat Rusak
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang mengatakan, CCTV di Hotel Borobudur sempat rusak. Hal itu disampaikan Saut, terkait dugaan penganiayaan terhadap dua anak buahnya saat sedang menjalankan tugas, Minggu (3/2) dini hari. “Konon katanya (CCTV) rusak pada saat kejadian, lalu di format hardisk-nya, kemudian on lagi setelah kejadian penganiayaan,” kata Saut pada wartawan, Selasa (5/2).

Menurut Saut, CCTV yang rusak tidak akan menghalangi penyelidikan, karena kasus penganiayaan yang menimpa dua penyelidiknya termasuk perkara sederhana. “Kasus di hotel Borobudur ini lebih sederhana pasti terungkap karena pelakunya jelas, walau CCTV hotel itu tidak membantu,” ujarnya.

Saut menambahkan, satu dari dua pegawai yang dianiaya mengalami luka cukup serius, sedangkan satu lagi ketika itu mendapat ancaman berupa intimidasi.

“Saat ini korban sudah bisa berkomunikasi, namun pemeriksaan kemungkinan akan ditunda karena masih ada penindakan medis,” ungkapnya.

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah menuturkan salah satu penyelidik yang diduga mengalami penganiayaan sudah dioperasi. Operasi dilakukan di bagian hidung. “Proses operasi terhadap bagian hidung sudah dilakukan dan alhamdulillah berhasil, tentu setelah kegiatan operasi itu dilakukan,” tukasnya.

Setelah itu, kata dia pegawai KPK yang dioperasi akan menjalani perawatan pascaoperasi. Dia berharap proses penyembuhan tak terlalu lama. “Pegawai tersebut menjalani proses perawatan atau proses setelah operasi,” sambungnya.

Sebelumnya, ada dua pegawai KPK yang diduga mengalami penganiayaan saat melaksanakan tugas di Hotel Borobudur, Jakarta pada Minggu (3/2) dini hari. Saat kejadian, di lokasi sedang ada rapat hasil review Kemendagri terhadap RAPBD Papua tahun anggaran 2019 antara pihak Pemerintah Provinsi dan DPRD,. (cuy/jpnn/jpg)

loading...
TAGS :