26 Ton Sampah Terkumpul di Pesisir Belawan

fachril/sumu tpos
SAMPAH:Kapoldasu Irjen Pol Agus Andriato bersama masyarakat saat mengumpulkan sampah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 26 ton sampah berbagai jenis berhasil dikumpulkan nelayan dan warga dari sekitar pesisir pantai laut Belawan, Rabu (21/2).

Sampah yang umumnya berbahan plastik itu dikumpulkan dengan menggunakan ratusan unit sampan oleh sekitar 1.400 orang nelayan dan warga yang bermukim di sekitar Kecamatan Medan Belawan pada acara Hari Peduli Sampah Nasional yang diselenggarakan Ditpolair Polda Sumut bekerjasama dengan HNSI Sumut.

Banyaknya sampah yang terkumpul sebagai salah satu indikator bahwa laut Belawan saat ini seperti bak besar tempat penampungan limbah atau sampah dari masyarakat yang hayut melalui sungai.

Hal ini jika tidak segera atau serius ditangani oleh semua pihak, dikhawatirkan akan menggangu fungsi laut sebagai tempat berkembang biak ikan, terutama pada daerah pantai atau pinggir laut Belawan.

Kapoldasu Irjen.Pol.Agus Andriato mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk melindungi alam dari pencemaran atau kerusakan lingkungan. “Sampah kalau dikelola, banyak manfaatnya dan terbukti, banyak orang jadi kaya akibat bisa mengkelola sampah,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan hidup bersih akan melahirkan kwalitas hidup yang baik dan pengelolaan sampah sangat perlu digalakkan mulai dari tingkat keluarga, lingkungan hingga kelurahan. “Mari kita bergandengan bersama untuk kesenangan karena engak enak juga kita senang sendiri,” kata Kapolda.

Sementara itu, Plt Ketua HNSI Sumut Zulfahri Siagian mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai. “Sampah ini tidak hanya berasal dari warga pinggir laut tapi juga berasal dari masyarakat yang berada di hulu sungai,” katanya.

Zulfahri berharap kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk mencegah musnahnya biota laut yang ada di laut Belawan. “Saat ini sudah ada 19 jenis ikan yang punah di laut Belawan dan ada beberapa alat tangkap yang tidak bisa digunakan nelayan akibat kepunahan ikan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Medan M Nasir meminta Pemko Medan segera menerbitkan Perwal dari Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan. Perwal akan mengatur secara teknis tentang pengelolaan sampah, agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan.

“Saya menilai Perwal tersebut secepatnya harus diterbitkan mengingat sampah sudah mulai meresahkan sendi kehidupan masyarakat,” katanya. (fac/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *