Film 8 Stories, Dua Peserta Medan Lolos Audisi
  • Dipublikasikan pada: Feb 22, 2019 Dibaca: 382 kali.

ISTIMEWA
CERIA: Peserta audisi dan casting 8 Stories asal Sumut, tampak ceria saat mengikuti kegiatan tersebut di Kantor DPW PKS Sumut, Jalan Kenanga Raya Medan, belum lama ini.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rapat tim juri audisi dan casting film 8 Stories di Jakarta, Kamis (21/2), akhirnya memutuskan, 2 peserta dari Sumatera Utara (Sumut) mendapat golden ticket untuk ikut karantina selama 2 pekan di Jakarta. Keduanya adalah Nazroh Elida Pohan dan Ahmad Maududi Sya’rawi.

Ketum DPW PKS Sumut, Hariyanto menyebutkan, keduanya akan berangkat ke Jakarta akhir pekan ini, untuk bergabung dengan 19 peserta lainnya dari 13 kota di Indonesia.

“Mereka akan digembleng dan digali potensinya untuk kemudian diadakan penyaringan audisi final untuk mendapatkan 5 karakter anak muda milenial yang menjadi tokoh dalam film tersebut,” ungkap Hariyanto di Medan, Kamis (21/2).

Sebelumnya, menurut Hariyanto, audisi dan casting telah diadakan pada 16-17 Februari lalu di Kantor DPW PKS Sumut, Jalan Kenanga Raya Medan. “Total ada 22 anak muda berusia 17-24 tahun yang ikut audisi ini,” bebernya.

Lebih lanjut dia mengatakan, 8 Stories akan di-launching sekitar sepekan sebelum Pemilu 17 April di bioskop-bioskop XXI kota-kota besar Indonesia. Film bergenre omnibus yang mengusung 5 tokoh, Kea, Adi, Dilan, Eja, dan Tera ini, terbagi dalam 8 potongan cerita problematika sehari-hari anak muda milenial.

Omnibus adalah sebuah kumpulan karya dari seorang penulis yang sebelumnya pernah diterbitkan secara terpisah.

“Ceritanya sederhana dan ringan, dengan alur cepat mengisahkan kehidupan sehari-hari anak milenial yang menghibur dan mengandung banyak hikmah pelajaran buat kita semua,” jelas Hariyanto.

Untuk diketahui, 8 Stories merupakan terobosan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai satu-satunya partai yang mencoba menggalang dukungan melalui media layar lebar. “Belum ada satu pun partai di Indonesia yang menggalang dukungan lewat seni dan film seperti ini. Biasanya kan lewat jargon dan janji-janji, ini terobosan kami untuk memenuhi rasa dahaga kalangan muda milenial,” pungkas Hariyanto. (prn/saz)

loading...
TAGS :