Misi Pertama Menjelajah Bulan, Israel Numpang Satelit Indonesia

ist
DILUNCURKAN: Robot Beresheet yang diluncurkan Israel ke bulan.

Israel akan meluncurkan usaha pertamanya untuk mendarat di Bulan lewat robot Beresheet. Hal ini merupakan usaha yang didanai swasta dengan tujuan mendarat dan menjelajah daratan bulan.

INI dipandang sebagai sebuah usaha yang penuh tantangan. Sebab, hanya badan pemerintah Amerika Serikat, Rusia dan Cina yang sebelumnya berhasil mendarat.

Beresheet setinggi 1,5m dengan berat 585 kg, akan memulai misinya dengan mengorbit Bumi pada roket SpaceX Falcon 9 yang diluncurkan dari Cape Canaveral di Florida.

Begitu dilepaskan dari kendaraan ini, robot kemudian akan menggunakan mesin buatan Inggris menuju bulan. Perjalanan ini akan memakan waktu lebih dua bulan. SpaceIL, badan nirlaba di belakang proyek ini berharap Beresheet (yang berarti “Pada awalnya” dalam bahasa Ibrani) akan menjadi sumber inspirasi bagi semua pihak yang mengikuti jejaknya.

“Dengan melakukan apa yang kami kerjakan dan mencapainya dengan sumber daya terbatas yang kami miliki, serta keterbatasan pendanaan, kami telah menunjukkan kecerdikan Israel,” kata pendana utama dan pimpinan SpaceIL, Morris Kahn.

“Kami telah memperlihatkan inisiatif dan mengembangkan teknologi, yang saya pikir akan menjadi penting. Saya pikir kita memang harus membawa Israel ke angkasa luar,” katanya kepada para wartawan hari Senin.

Robot ini membonceng perjalanan yang fungsi utamanya adalah menempatkan satelit komunikasi baru perusahaan penyedia jasa telekomunikasi Indonesia, Pasifik Satelit Nusantara ke orbit.

Beresheet dikembangkan dari Google Lunar XPRIZE, yang memberikan insentif keuangan pada tahun 2007 kepada tim. Bukan pemerintah manapun yang dapat melakukan pendaratan di bulan.

Tidak satu kelompok pun yang ikut kompetisi dapat memenuhi batas waktu, sehingga dana akhirnya dicabut. Tetapi beberapa peserta berjanji akan terus berusaha, salah satunya adalah SpaceIL.

Jika Beresheet senilai US$100 juta atau Rp1,4 miliar dapat mendarat dengan aman, pesawat itu akan mengirim foto ke Bumi dan melakukan sejumlah penyelidikan magnetik.

Tempat pendaratan yang disasar adalah dataran lava di belahan utara, Mare Serenitatis, dimana anomali magnetik diketahui berada.

Alat magnetometer di dalam robot akan mendapatkan pengukuran bukan hanya pada satu tempat. Karena Beresheet dalam waktu beberapa jam setelah pendaratan akan meloncat berpindah ke tempat lain.

Robot tersebut direncanakan beroperasi selama dua hari di atas permukaan bulan. Keberhasilan misi terutama akan bergantung pada mesin Leros dari Inggris di pesawat itu.

Jenis unit tenaga yang dikembangkan Nammo di Wescott, Buckinghamshire, Inggris ini biasanya dipakai untuk menembakkan satelit telekomunikasi geostasioner.

Karena mesin ini mengangkat beban pada bagian langit yang tepat di atas Bumi setelah lepas dari bagian atas roket peluncur.

Tetapi insinyur Nammo, menyesuaikan Leros untuk Beresheet dengan memperpendek pemercik dan meningkatkan dorongannya.

Mesin ini akan mendorong robit keluar ke Bulan dari Bumi, dengan memastikan pesawat tertangkap orbit Bulan dan mendaratkan robot itu dengan perlahan. Unit Leros juga akan melakukan lompatan sejauh 500m di sepanjang Mare Serenitatis.

“Salah satu daya tarik Leros adalah kemampuannya dapat melakukan sejumlah “hot re-starts”, kata pemimpin tim Nammo, Rob Westcott. (okz/ala)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *