Bom Lontong Siap Diledakkan, 300 KG Bahan Peledak dan 3 Terduga Teroris Diamankan
  • Dipublikasikan pada: Mar 14, 2019 Dibaca: 378 kali.

PENJINAK BOM
Personel dari Tim Gegana bersiap menjinakkan bom yang ada di dalam rumah terduga teroris Husain alias Upang alias Abu Hamzah, Rabu (13/3) siang.


SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Tim Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara. Ketiganya yakni Upang alias Husain alias Abu Hamzah, Abdul Khoir alias Ameng, dan istrinya Halimah.

Kepolisian terus melakukan sterilisasi di lokasi ledakan bom serta rumah para terduga teroris. Polisi juga menemukan bahan peledak dengan jumlah yang mencengangkan. Sejumlah bom ditemukan siap diledakkan.

SELAIN kediaman Upang alias Tupang alias Abu Hamzah, polisi juga menggeledah kediaman Abdul Khoir alias Ameng di Jalan Sisingamangaraja, Gang Gambolo, Sibolga Sambas. Dari sana, tim Gegana menemukan bahan baku bom seberat 300 kilogram.

Menurut seorang sumber yang tidak ingin identitasnya disebutkan, bahan baku bom itu ditemukan dari bawah tanah dalam rumah tersebut. “Ditanam di dalam tanah di bawah lantai dekat saluran air dalam rumah,” ujarnya.

Disebutkan, bahan baku bom itu tak hanya ditanam, namun bagian atasnya dicor. “Jadi memang posisinya itu persis di dekat pipa pembuangan air dalam rumah itu. Bagian atasnya dicor. Setelah ditemukan, Tim Gegana langsung membawa bahan baku itu naik mobil,” kata sumber.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dalam keterangannya membenarkan adanya bahan baku bom sebanyak 300 kilogram yang sudah diamankan. “Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, kalau barang bukti itu bisa dikumpulkan, kira-kira hasilnya 300 kilogram bahan jadi. Kalau mereka bisa merakit-merakit dan meramu bahan-bahan yang ada, sekitar 300 kilo,” ungkap Agus.

Menurut Kapolda, kejadian di Sibolga ini merupakan pengembangan penangkapan Densus 88 jaringan ISIS di Sumatera. “Densus bergerak, dan ditangkap satu terduga di Lampung dengan pengembangan di Sibolga,” ujarnya.

Agus menambahkan, ada bom lontong yang sudah siap diledakkan setiap saat oleh para terduga teroris. “Dari hasil penyelidikan, di lokasi tersebut sudah dirakit bomnya. Sewaktu-waktu bisa langsung diledakkan oleh pemegang pemicunya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kapolda memastikan sudah tiga terduga teroris yang diamankan. Meski demikian, pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan untuk memastikan tidak ada pelaku lainnya. “Di luar yang di Lampung, ada tiga yang kita tangkap di Sibolga dan masih dilakukan penyidikan oleh Densus 88 gabungan dengan personel Polda Sumut. Mudah-mudahan kalau ada pengembangan, segera kita bisa lakukan penindakan terhadap pelaku yang masih ada di wilayah Sumatera Utara. Namun untuk wilayah Sibolga sudah aman,” pungkasnya.

Terdengar Ledakan Berulang
Hingga kemarin sore, sepanjang Jalan Cendrawasih masih steril dari aktivitas masyarakat. Tidak ada warga yang diperbolehkan lalu lalang di sana. Begitu juga para awak media yang dibatasi dan hanya bisa menjangkau posko penjagaan yang didirikan pihak Kepolisian sekitar 100 meter dari rumah terduga teroris.

Selain menggeledah rumah Upang dan Ameng, Tim Densus 88 juga menggeledah rumah milik keluarga marga Simanjuntak di Jalan Kutilang, Kelurahan Aek Habil, Sibolga Selatan. Pantauan di lokasi, Tim Densus 88 mulai bergerak sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (13/3). Lokasinya berjarak kurang lebih 8 km dari rumah Uppang.

Tim Densus datang dengan peralatan lengkap ke lokasi kedua ini. Tim juga membawa robot penjinak bahan peledak. Tak lama setelah tim beserta robot penjinak bom masuk ke area rumah, terdengar beberapa kali ledakan. Di sana, Polisi meledakkan (disposal) benda diduga bom milik terduga teroris. Dari pemeriksaan yang dilakukan, petugas dikabarkan menemukan baju anti peluru.

“Sekitar pukul 08.00-09.00 WIB, ada benda-benda yang diduga bom dilakukan penetrasi dan dijinakkan dengan cara diledakkan oleh Tim Gegana Brimob,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (13/3).

Dedi menjelaskan, terduga pelaku teroris yang diamankan di Lampung dan Kota Sibolga ini, menargetkan sasaran aksi bom bunuh diri kepada aparat kepolisian. Namun, aksi tersebut berhasil dicegah.

Untuk di Lampung, Polisi mengamankan R alias P, Sabtu (9/3) lalu. Kemudian di Kota Sibolga mengamankan Husain alias Upang alias Abu Hamzah dan dua rekannya secara terpisah.”Ini rangkaian penangkapan pelaku terorisme R alias P yang ada di Lampung pada Sabtu lalu,” jelas Dedi.

Aparat kepolisian, mengamankan barang bukti termasuk, sejumlah bom rakitan dari pipa paralon berhasil disita. Dedi mengatakan pihaknya terus mengembangkan kasus terorisme tersebut.

“Karena di Sibolga cukup banyak dan sudah terakit dan yang belum terakit. Untuk tujuan mereka adalah untuk Amaliah. Dimana sasarannya adalah aparat keamanan,” sebut Jendral berbintang satu itu.

Dedi juga menjelaskan identifikasi sementara, bom digunakan adalah bom lontong dirangkit menggunakan pipa paralon. Yang berisikan potasium, serpian besi, paku dan baut. “Di Lampung kita menemukan rangkaian bom yang sama. Cuma yang di Lampung bom lontong tidak sebanyak yang di Sibolga,” sebut Dedi.

Dia juga memastikan, Presiden Joko Widodo tetap melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara pada 15-17 Maret mendatang.

Direncanakan, Jokowi akan menghadiri sejumlah agenda di Sumut. Diantaranya peresmian Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) di Batubara dan meresmikan Pelabuhan Sibolga pada 17 Maret. Jokowi juga akan menghadiri silaturahmi dengan tokoh adat setempat.

“Tetap pasti (datang Jokowi). Aman. Situasi dapat kita kendalikan,” tegas Dedi.

Dia juga memastikan, pengamanan dilakukan oleh tim Paspampres sesuai dengan SOP dan super ketat dan aman bagi orang nomor satu di Tanah Air itu. Begitu juga, penindakan juga tetap dilakukan dalam pemberantasan terorisme. “Pelaku teror ini tidak melihat waktu dan tempat dia akan berjuang sepanjang tahun. Karena itu, kita sudah memiliki undang-undang 5 tahun 2018 polisan melakukan tindakan perpentif straight kita melakukan langkah-langkah mitigasi secara maksimal secara proaktif untuk mencegah aksi terorisme,” tandas Dedi.

Tak Berkaitan dengan Pilpres
Presiden Jokowi mengapresiasi kerja keras Polri, khususnya Densus 88, yang mengungkap teroris di Sibolga. Jokowi memastikan bom tersebut tak terkait Pilpres 2019. “Ini (bom di Sibolga) dimulai dari pengungkapan teroris yang ada di Lampung, nggak ada kaitannya dengan pilpres,” kata Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (13/3).

“Kita mengapresiasi kerja keras Polri, terutama Densus 88, yang telah membuka dan menangkap jaringan (teroris), baik yang ada di Sibolga, yang ada di Lampung, dan yang ada di tempat lain. Ini pengembangan dari penangkapan yang di Lampung dan kita lihat memang barangnya berupa bom itu ada,” imbuhnya.

Jokowi berharap, ke depan, Polri dapat mengembangkan dan menangkap jaringan teroris lain. Dia menegaskan teroris berbahaya bagi keamanan negara. “Sel-sel yang masih ada tersisa yang belum ketemu dapat segera (ditangkap). Ini berbahaya bagi negara ini, keamanan negara kita, kalau masih ada teroris-teroris yang menyimpan bom seperti itu. Saya sampaikan harus ada sebuah tindakan yang tegas terus tanpa henti, segera semuanya bisa normal,” tuturnya.

Jokowi mengaku prihatin ada masyarakat dan aparat yang menjadi korban bom di Sibolga. “Kita juga ikut prihatin rupanya ada masyarakat maupun dari aparat kita karena bom yang meledak kemarin,” ucapnya.

Senada dengan Presiden, Kapolda Sumut Agus Andrianto juga memastikan, peristiwa di Sibolga ini tak berkaitan dengan Pemilu 2019.

Jendral bintang dua ini mengatakan kalau penggerebekan tersebut memang sudah menjadi target Densus 88. “Tidak ada kaitannya,” ungkap Agus.

Menurutnya, ketiga pelaku yang diamankan merupakan jaringan yang sudah dipantau oleh satuan khusus Mabes Polri penanganan anti terorisme. “Mereka yang diamankan itu sudah dipantau oleh Tim Densus 88 Antiteror. Ini adalah jaringan pelaku yang berkaitan dengan penggerebekan di Lampung sebelumnya yang berafiliasi dengan ISIS,” katanya.

Untuk pengamanan Pemilu 2019, ia mengaku pihaknya sudah mempersiapkan teknisnya sesuai persiapan mereka. “Untuk pengamanan Pemilu 2019 sudah sesuai tahapan yang ada,” sebutnya.

Sementara untuk penanganan aksi teror yang ada di Sumut, Agus menegaskan antara Densus 88 dan Satgas Polda Sumut tidak berjalan bersama. “Kerjanya berbeda, tergantung pemantauan jaringan (terorisme),” pungkas Agus.

Pengaruh Pencucian Otak
Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk mengutuk aksi peledakan bom terduga teroris di wilayah yang dipimpinnya itu. Menurutnya, aksi yang terjadi itu kemungkinan akibat adanya doktrin dari pihak-pihak di luar daerah tersebut. “Ini mungkin pengaruh pencucian otak dari luar mungkin masuk ke sini, dan ini sangat kita sayangkan dan mengkutuk cara-cara ini, yang tidak berprikemanusiaan seperti ini,” ujar Syarfi kepada wartawan saat meninjau posko pengamanan di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Rabu (13/3).

Adanya terduga teroris di wilayah itu, Syarfi mengaku sangat prihatin dan tidak pernah terbayang akan hal itu terjadi, dimana selama ini Kota Sibolga dikenal dengan tingkat keamanan kerukunan umat beragamanya dan persaudaraannya sangat erat sekali. “Tidak pernah kita bayangkan ada peristiwa seperti ini, yang ada pelaku teroris, atau pelaku menyimpan bom,” katanya.

Atas peristiwa itu, Syarfi berharap masyarakat dapat memercayakan kepada aparat keamanan untuk menanganinya. “Harapannya kepada masyarakat agak tenang, percayakan kepada aparat keamanan, saya yakin dan percaya aparat keamanan kita baik Kepolisian maupun TNI, mampu mengatasi ini, terbukti sudah diatasi dan meminimalkan korban,” ucapnya.

Ke depan, lanjut Syarfi, Kepling dan Lurah akan diperintahkan untuk meningkatkan agar mendeteksi semua tamu maupun warga yang mengontrak rumah di wilayah masing-masing. “Sekaligus upaya kita kedepan juga akan sosialisasi kepada masyarakat, dan kemudian pemuka agama, dan habis ini juga saya akan meningkatkan perintah kepada Kelurahan dan Kepling untuk segera mendeteksi semua tamu, semua orang yang mengontrak, mendeteksi semua orang yang tinggal di Kelurahan masing-masing,” tegasnya.

“Kenali wajah masyarakat, kenali dimana dia tinggal dan siapa namanya, apa pekerjaannya, sehingga dengan demikian kita tau persis dari awal kita tau orang ini siapa,” tambahnya. (dvs/gus/ts/dc/int/dh/smg)

loading...
TAGS :