Demi Pemulihan DAS, Mitigasi Bencana, serta Perubahan Iklim, Gerakan Perempuan Peduli Mangrove Tanam 5.000 Bibit

Sumatera Utara
TANAM: Gerakan Perempuan Peduli Mangrove saat melakukan penanaman bibit pohon mangrove di Suaka Marga (SM) Karang Gading, Dusun IV, Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

LANGKAT, SUMUPTOS.CO – Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia mengadakan kegiatan penanaman mangrove serentak di 10 Provinsi di Indonesia.

Penanaman mangrove serentak ini mengangkat tema “Penanaman Mangrove Untuk Pemulihan DAS dan Mitigasi Perubahan Iklim”.

Salah satunya di Langkat di Suaka Marga (SM) Karang Gading, Dusun IV, Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Senin (11/3). Khusus di Daerah Sumatera Utara, penanaman 5.000 bibit pohon mangrove dengan jenis Rhizophora sp ini dipimpin Sekjen KLHK, Ambarwati Diah Kusumaningrum bersama Elyse Laoly, istri Menteri Hukum dan HAM RI, Yasona Laoly.

Turut hadir Ibu-ibu Ketua Persit Kodam I Bukit Barisan, Tri Sasanti MS Fadhilah, Ketua Bhayangkari Daerah Polda Sumut, Evi Agus Andrianto, Ketua Pia Ardhya Garini Kosek Hanudnas III, Tanti John Amarul, Koordinator Cabang I Daerah Jalasenatri Armada I, Sandya Prima Ali Triswanto beserta perwakilan dari TNI, Polri, Instansi Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Pemprovsu, Pemkab Langkat, Pramuka dan lainnya.

Ambarwati Diah Kusumaningrum mengatakan, kegiatan ini beranjak dari keprihatinan kondisi ekosistem mangrove di Indonesia yang membutuhkan perhatian serta uluran tangan dari berbagai pihak seperti pemerintah, TNI, Polri, BUMN, serta seluruh elemen masyarakat.

“Saat ini, kondisi hutan mangrove kita yang rusak mencapai 1,81 juta ha dari total 3,48 juta ha. Oleh karena itu, hari ini kita harus sama-sama menyadari, bahwa mangrove sangat bermanfaat bagi lingkungan juga kehidupan manusia yang antara lain sebagai penyerap polutan, sarana pendidikan dan penelitian, penyimpan karbon, wisata alam, tempat berbagai aneka biota laut, pelindung garis pantai dari abrasi, dan lain sebagainya” tutur Ambarwati.

Sebelumnya, Bupati Langkat yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangungan dan Sosial, Hermansyah juga hadir. “Kegiatan ini merupakan upaya pemulihan ekosistem mangrove yang saat ini kita ketahui kondisinya sudah sangat buruk, padahal mangrove sendiri memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia serta lingkungan sekitarnya “ ucap Ir Heru Winarto,Msi, Kepala Balai BPDASHL Wampu Sei Ular . (don)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *