FKUB Provinsi Sumut Kunjungi Kemenag Madina
  • Dipublikasikan pada: Mar 14, 2019 Dibaca: 386 kali.

IST/SUMUT POS
DIALOG: Suasana silaturahmi dan dialog kunjungan Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sumatera Utara di Kantor Kemenag Mandailing Natal, Selasa (12/3).


MADINA, SUMUTPOS.CO – Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sumatera Utara bersilaturahmi dan Dialog Lintas Umat Beragama di Aula Kementerian Agama, Kabupaten Mandailing Natal Komplek Perkantoran Panyabungan, Selasa (12/3).

Ketua FKUB Mandiling Natal, Drs H Imron Rosadi menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua FKUB Provinsi berserta rombongan, serta menyampaikan kondisi keagamaan Mandailing Natal yang cukup kondusif dan rukun dalam bingkai keanekaragaman dan kebhinnekaan, namun tetap damai dan bersatu padu.

Sementara Wakapolres Mandailing Natal, Kompol Tongku Bosar Pane yang turut hadir, mengajak semua tokoh agama mengantisipasi potensi gangguan, ancaman, baik sebelum dan sesudah pemilu serentak.

Tongku Bosar juga mengatakan, peran tokoh agama sangat vital dalam mewujudkan Pemilu berlangsung aman, damai dan kondusif serta menghindari terjadinya gesekan dan benturan kepentingan.

“Kita satu bangsa, satu tanah air, kita tetap bernegara, jangan sebarkan berita hoax. Kroscek dulu kebenaran informasi yang didapat, jangan langsung share, karena ini bisa menimbulkan potensi gangguan keamanan,” tegas Bosar Pane.

Bosar Pane berharap kepada para pimpinan agama maupun tokoh agama untuk dapat membantu tugas pekerjaan Polri dalam mengawal, mengamankan, dan mensukseskan pelaksanaan pilpres dan pileg tahun 2019,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Kemenag Mandailing Natal, H Ahmad Zainul Khobir berpesan kepada seluruh peserta dialog lintas umat beragama ini agar dapat memberi kesejukan dan kedamaian kepada masing-masing umat beragama, majelis majelis agamanya, agar tidak mudah terprovokasi, di adu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memperkeruh suasana yang begitu damai, nyaman dan rukun.

Khobir Batubara berharap kepada seluruh tokoh agama, agar dapat menyampaikan informasi yang benar dan dapat meredam dan menyejukkan para jamaahnya kalau ada hal hal yang mengganggu kerukunan umat beragama.

Sementara Ketua FKUB Provinsi Sumatera Utara, Dr H. Maratua Simanjuntak menekankan, FKUB punya tanggungjawab menjaga kondusifitas dan kelanggungan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Agar proses pembangunan dan demokrasi dapat berlangsung dengan baik, lancar dan damai,”katanya.

Untuk itu, Lanjut Maratua, perbedaan dan perselisihan yang berawal dari agama hendaknya dapat diselesaikan ditingkat paling rendah, paling tidak cukup di tingkat kabupaten kota. Jangan sampai masuk ke ranah hukum.

Hendaknya para tokoh dan pemimpin agama dapat menyampaikan sesuatu yang menyejukkan, dengan tutur kata/ lisan yang lemah lembut, dengan itu mereka bisa sadar dan kembali kepada kebenaran. (mag-6/han)

loading...
TAGS :