Antony Napitupulu, Caleg DPRD Deliserdang 2019-2024

Sorot Infrastruktur Tanjunggusta, Peduli Lapangan Kerja Kaum Marjinal

Foto: Istimewa
CALEG PDIP: Caleg DPRD Deliserdang nomor urut 4 dari PDI Perjuangan, Antony Napitupulu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Buruknya infrastruktur di Desa Tanjunggusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, mendapat perhatian serius dari Antony Napitupulu, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Deliserdang.

Menurut caleg dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan nomor urut 4 ini, pembenahan infrastruktur seperti jalan dan drainase, perlu segera dilakukan di Desa Tanjunggusta khususnya, dan Kecamatan Sunggal pada umumnya.

“Coba lihat jalan-jalan di sini sangat jelek dan hampir tidak pernah mendapat perhatian Pemerintah Deliserdang. Belum lagi kondisi drainase yang dangkal, bahkan tidak ada. Menyebabkan ketiadaan saluran pembuangan air, yang pada akhirnya membuat jalan menjadi rusak,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/4).

Caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yakni Kecamatan Sunggal, Kutalimbaru dan Pancur Batu ini mengungkapkan, selain pemkab setempat, keterwakilan legislatif dari dapil tersebut belum begitu nyata dirasakan masyarakat. “Saya akan berjuang bagaimana supaya keberadaan seorang legislatif benar-benar nyata telah berbuat dan bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Bahwa legislatif itu, sambungnya, adalah perwakilan masyarakat serta harus berfungsi sebagai tempat masyarakat untuk mengadu, berdiskusi dan melakukan berbagai terobosan, dalam upaya mensejahterakan rakyat. “Oleh karena itu bila saya dipercaya dan dipilih oleh rakyat, saya akan membuat rumah aspirasi rakyat sebagai tempat untuk menampung aspirasi rakyat,” kata pria kelahiran Ambarita, 23 September 1970 ini.

“Namun perlu dipahami, kalau legislatif bukan eksekutor. Melainkan penyambung lidah rakyat. Saya akan berjuang membangun daerah saya, minimal tempat tinggal sekitar saya dengan melobi anggaran supaya masuk APBD Deliserdang,” imbuh dia.

 

Peduli Lapangan Kerja Kaum Marjinal

Tak hanya masalah infrastruktur, Antony mengaku juga akan berjuang untuk aspek pemberdayaan masyarakat. Salah satunya mengupayakan ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan soft skill terutama bagi kaum marjinal, seperti pemulung.

“Total pemulung lebih dari 1.000 orang yang bekerja secara serabutan karena tidak memiliki keahlian. Profesi mereka akan kita kelola dengan lebih profesional dan memiliki nilai ekonomis, supaya benar-benar dapat menyejahterakan mereka,” katanya.

Begitupun soal bidang tenaga kerja, Antony sudah memetakan sebenarnya di Kecamatan Sunggal dan Pancur Batu, banyak pabrik yang beroperasi. Namun sayang, serapan sumber daya manusia (SDM) yang bekerja bukan dari masyarakat sekitar. Padahal idealnya, dia bilang, kesempatan dan peluang tersebut dapat dimanfaatkan penduduk setempat untuk memiliki pekerjaan.

“Ke depan jika saya diberi kesempatan oleh Tuhan sebagai anggota dewan, saya akan mendorong tenaga kerja atau SDM setempat menjadi pekerja di pabrik-pabrik tersebut. Selain itu tentunya, sedari awal perlu kita tingkatkan keahlian mereka supaya punya daya saing untuk mendapat tempat di pasar kerja. Minimal dengan keahlian yang sudah ada itu nantinya, mereka punya visi menjadi seorang wirausaha,” ungkap Antony sembari mengajak masyarakat di dapilnya untuk datang ke TPS, serta jangan lupa memilih caleg yang peduli kesejahteraan masyarakat. (prn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *