Masih Sangat Butuh Stoper, Lirik Godstime Ouseloka

net
LATIH: Asisten Pelatih PSMS Medan Edy Syahputra saat menggelar seleksi pemain, belum lama ini. Ayam Kinantan membidik pemain naturalisasi eks Aceh United Godstime Ouseloka, untuk memperkuat lini pertahanan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stoper naturalisasi mantan Aceh United Godstime Ouseloka, dilirik tim pelatih PSMS Medan. Meski manajemen sudah mengontrak secara resmi 12 pemain, yang di dalamnya juga sudah terdapat beberapa penggawa dengan posisi serupa, tim pelatih mengaku, masih sangat membutuhkan tenaga stoper andal dan berpengalaman.

Asisten Pelatih PSMS Medan, Edy Syahputra mengungkapkan, di tengah seleksi pemain yang masih berjalan, mereka tetap mencari pemain-pemain baru, baik lokal, luar, maupun naturalisasi untuk mengisi posisi-posisi yang dinilai masih kurang amunisi.

“Saat ini ada pemain naturalisasi yang lagi diincar. Tapi Senin (hari ini, red) baru mau dibicarakan ke pengurus. Kalau oke, mungkin merapat,” kata Edy, Minggu (7/4).

Edy juga mengatakan, tim pelatih saat ini tengah berburu stoper, karena memang membutuhkan pemain yang siap pakai dan berpengalaman. Apalagi, pemain yang sempat dibidik, Dedi Gusmawan, sudah merapat ke Semen Padang. “Posisi stoper memang sangat dibutuhkan. Pelatih mau cari sosok yang berpengalaman untuk mengatur lini pertahanan. Kami pikir, Godstime bakal cocok,” bebernya.

Seperti diketahui, sebelumnya tim pelatih sudah mengajukan beberapa nama pemain incaran ke manajemen. Seperti Tri Handoko dari Persis Solo yang berposisi sebagai penyerang, Rangga Pratama dari Sriwijaya (kiper), Dani Pratama (stoper), dan Aldino Herdianto (striker).

Sementara itu, bek kiri PSMS Medan Syaiful Ramadhan, optimistis Ayam Kinantan bisa lolos ke Liga 1. Meski sebagian pemain masih minim pengalaman, menurutnya hal tersebut bukan alasan, apalagi mayoritas pemain diisi putera daerah. “Memang pemain yang sekarang ini masih banyak yang amatir, tapi bukan kami harus pesimis. Kuncinya, pemain harus kerja keras,” harapnya.

Syaiful mengatakan, dengan diisi oleh pemain asli dari Sumut, dia yakin, para pemain lebih termotivasi untuk membanggakan klub asal kelahirannya. “Pemain kan juga banyak anak Medan. Pasti bertambah motivasinya. Membela klub asal kelahiran, pasti motivasinya berbeda, lebih ngotot,” jelasnya.

Motivasi yang sama ditunjukkan bek kanan PSMS Medan, Dimas Sumantri. Dia mengaku senang bisa kembali memperkuat Ayam Kinantan. Pemain jebolan PON Sumut ini, tak menyangka bisa kembali. Pasalnya, 2017 lalu, dia sempat membela PSMS Medan, namun dicoret karena cedera. Padahal saat itu, PSMS Medan berhasil naik ke Liga 1. “Tentu saya senang bisa main di PSMS. Saya ke sini karena ingin mengangkat PSMS ke Liga 1 lagi,” ungkapnya optimis.

Terkait komposisi pemain saat ini, dia tak mau menanggapi. Menurutnya, sebagai pemain fokusnya adalah memberikan permainan terbaik. “Kalau soal kekuatan tim, itu urusan pelatih. Secara pribadi, saya maunya teman-teman di PSMS ini, yang mau kerja keras dan bertanggung jawab, itu saja,” pungkasnya. (saz)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *