• 81.526 Peserta UTBK di USU dan Unimed, Pilih Prodi Pakai Skor Nilai UTBK
81.526 Peserta UTBK di USU dan Unimed, Pilih Prodi Pakai Skor Nilai UTBK
  • Dipublikasikan pada: Apr 15, 2019 Dibaca: 425 kali.

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
TINJAU: WR I USU, Prof Rosmayati memberikan keterangan pada wartawan saat meninjau pelaksanaan UTBK SBMPTN di Kampus USU, Sabtu (13/4).


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia serentak melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (UTBK SBMPTN) 2019, sebanayk dua Gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada tanggal 13-14 April 2019. Dan gelombang kedua pada tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019n mendatang.

UTBK SBMPTN di Universitas Negeri Medan (Unimed) diikuti 27.166 peserta. Sedangkan di USU diikuti 54.360 peserta.

“Gelombang 1 diikuti sebanyak 3.258 peserta. Alhamdullilah UTBK gelombang I di Unimed berjalan lancar,” ucap Rektor Unimed, Prof. Syawal Gultom kepada wartawan, usai melakukan peninjau UTBK di Unimed, Sabtu (13/4) pagi.

Syawal menjelaskan, syarat utama untuk mendaftar SBMPTN 2019 adalah harus memiliki nilai UTBK. Nilai ujian UTBK lah yang nantinya digunakan calon mahasiswa untuk bisa memilih Program Studi (Prodi) saat mendaftar SBMPTN.

“Jadi, setelah memperoleh nilai UTBK, peserta baru bisa menentukan pilihannya berdasarkan nilai tersebut,” katanya
Tahun lalu, peserta hanya mengetahui hasil akhir yaitu lulus atau tidak lulus dalam seleksi SBMPTN. Namun sekarang bisa mengetahui nilainya. “Jadi peserta tidak bisa lagi mengatakan bahwa dirinya lebih hebat dari pada yang lain, karena sudah ada nilai yang menjawabnya,” pungkasnya.

Pendaftaran UTBK gelombang pertama dibuka pada tanggal 1 Maret – 24 Maret 2019. Sedangkan gelombang kedua pada 25 Maret – 1 April 2019. Nantinya dalam UTBK ini dibagi menjadi beberapa kelompok ujian. Yaitu Sains dan Teknologi (Saintek) dengan materi ujian Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), untuk Saintek matari ujian matematika saintek, fisika, kimia, dan biologi.

Kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (Soshum) materi ujian TPS dan TKA soshum yaitu matematika soshum, geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi.

“UTBK dibuat untuk memprediksi calon mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu. Sekaligus memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk ikut tes secara fleksibel dalam memilih waktu dan lokasi tes,” katanya.

UTBK diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). UTBK bisa diikuti oleh siswa lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019.

“Sistem UTBK telah dikembangkan dengan sangat andal dan hati-hati. Berbagai persiapan dan pengembangan telah dilakukan dengan matang,” pungkasnya.

Pelaksanaan UTBK di Unimed akan dilaksanakan di 23 lokasi, tidak hanya di kampus Unimed, karena Unimed telah bekerjasama dengan beberapa PTS dan SMA/SMK/MA sebagai mitra pelaksana UTBK untuk mensukseskan program nasional ini. Beberapa lokasi tersebut adalah UNIMED, UMSU, UMA, UNPAB, UPU, SMAN 3 Medan, SMAN 5 Medan, SMAN 7 Medan, SMAN 13 Medan, SMKN 5 Medan, SMKN Binaan Provsu, MAN 1 Medan, SMKS Arrahman Medan.

Kemudian, SMKS Al Fatah Medan, SMKS Jambi Medan, SMKS Teladan Medan, SMKS Tritech Medan, SMAS Dharmawangsa Medan, SMAS Budisatria Medan, YP. Sinar Husni, SMKN 1 Percut Sei Tuan, SMAN 1 Percut Sei Tuan dan SMKS Mandiri Percut Sei Tuan.

2 Kali Kesempatan Mengikuti Ujian
Di USU, UTBK SBMPTN 2019 diikuti 54.360 peserta untuk dua gelombang. Dengan UTBK, peserta mendapat peluang untuk lolos di Program Studi (Prodi) yang diinginkan, dengan mengikuti 2 kali ujian.

“Tahun ini, pelaksanaan SBMPTN seluruhnya menggunakan metode UTBK. Peserta boleh mengikuti UTBK maksimal 2 kali dengan ketentuan sebagai berikut: mengikuti UTBK satu kali untuk kelompok Saintek selanjutnya UTBK satu kali untuk kelompok Soshum dan sebaliknya, atau dua kali untuk kelompok Saintek/Sosial Humaniora,” ungkap Wakil Rektor (WR) I, Prof Rosmayati kepada wartawan, usai meninjau pelaksanaan UTBK di sejumlah tempat di Kota Medan, Sabtu (13/4) pagi.

Dua jenis tes dalam UTBK terdiri dari tes potensi skolastik dan tes potensi akademik. Setiap jenis tes bisa menjadi penentu kompetensi peserta terhadap program studi yang dituju.

“Setiap program studi yang ditawarkan perguruan tinggi pada SBMPTN sudah memiliki data pembobotan tersendiri. Peserta tinggal menyesuaikan hasil tes UTBK dengan bobot program studinya. Sistem ini dinilai lebih mendorong peserta untuk benar-benar memilih program studi yang sesuai dengan kompetensinya,” jelasnya.

Rosmayati mengungkapkan UTBK menghindarkan peserta dari kesalahan pengisian. Karena berbasis teknologi, peserta tidak perlu repot menghitamkan lembar jawaban. Metode ini dinilai lebih mudah dikerjakan oleh peserta.

Katanya, ada keistimewaan dari metode UTBK dibandingkan dengan metode ujian tertulis cetak. Metode berbasis komputer yang dikembangkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI ini bertujuan agar perguruan tinggi bisa lebih tepat mendapatkan calon mahasiswa.

Dari hasil UTBK, peserta kemudian memiliki rekomendasi untuk memilih program studi yang cocok melalui jalur SBMPTN.”Kalau dahulu, kita hanya tahu kompetensi itu dari psikotes saat di SMA. Sekarang, dari 2 jenis tes yang ada dalam UTBK, setiap nilai tes yang diperoleh peserta bisa di-match-kan dengan program studi yang dituju,” paparnya.

Prof Rosmayati mengatakan UTBK merupakan prasyarat bagi siswa SMA sederajat untuk mengikuti proses SBMPTN 2019. Jika siswa-siswi SMA sederajat tidak mengikuti UTBK yang tinggal menunggu pelaksanaan tes, maka siswa tersebut tidak bisa mengikuti SBMPTN yang merupakan satu jalur seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, bahwa proses SBMPTN diawali dari pendaftaran oleh siswa, lalu mengikuti ujian tulis berbasis paper. Walau ada juga yang UTBK di tahun 2018 namun masih terbatas, kemudian diumumkan peserta yang lulus masuk PTN tujuan.

Sedangkan tahun 2019 ini, proses SBMPTN diawali oleh pendaftaran UTBK, mengikuti tes UTBK, lalu mendapatkan skor UTBK. Skor tersebut kemudian digunakan untuk mengikuti proses pendaftaran SBMPTN. Selanjutnya diumumkan siswa-siswi SMA sederajat yang dinyatakan lulus.

Perubahan proses seleksi ini merupakan kebijakan Kemenristekdikti RI melalui LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi).

UTBK SMPTN 2019 di USU juga berlangsung dua gelombang. Gelombang pertama digelar pada 13 April hingga 4 Mei 2019. Dan gelombang II pada tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019.

Pada pelaksanaan UTBK kali ini, USU menggandeng 18 mitra kerjasama, yang terdiri atas SMKN 7 Medan, SMKN 8 MEDAN. Kemudian, SMKN 9 MEDAN, SMKN 10 Medan, SMKS Telkom Shandy Putra, SMAS Brigjen Katamso, SMAN 1 Medan, SMAN 2 Medan, SMAN 4 Medan, SMAN 15 Medan, SMAS Santo Thomas 1 Medan, SMKS Multi Karya, YPI Miftahussalam Medan, YP Sultan Iskandar Muda Medan, SMK Dwi Warna Medan, Universitas Prima Indonesia Medan, AMIK MBP Medan. (gus)

loading...
TAGS :