Rebutan Lahan di Nelayan Indah, Massa Bayaran PT GHS dan Warga Bentrok
  • Dipublikasikan pada: Apr 15, 2019 Dibaca: 390 kali.

Fachril/sumutpos
LAHAN: Lahan di Nelayan Indah yang menjadi sengketa antara PT GHS dan warga sekitar.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dipicu sengketa lahan di Jalan Chaidir, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, massa diduga bayaran PT Gunung Harapan Sentana (GHS) bentrok dengan masyarakat sekitar, Sabtu (13/4) siang.

Akibat bentrokan itu, seorang Tokoh Pemuda Medan Labuhan, Janses Simbolon mengalami luka – luka. Peristiwa itu telah dilaporkan ke Mapolsek Medan Labuhan.

Keributan itu terjadi berawal warga yang telah menempati lahan selama bertahun – tahun menolak tanah itu dikuasai PT GHS dengan melakukan pemasangan plang dan pemagaran.

Warga yang tidak terima, menghadang massa dari PT GHS yang melakukan pemagaran. Meskipun warga menunjukkan alas hak SK Camat atas tanah itu, pihak perusahaan tetap memagar dan memasang pagar.

Akibatnya, terjadi keributan antara keduanya. Massa dari PT GHS secara spontan melakukan penyerangan ke arah warga, Janses Simbolon berada di tengah – tengah warga menjadi koorban kekerasan massa PT GHS. Penyerangan itu membuat tokoh pemuda itu mengalami luka – luka, kejadian itu pun dilaporkan ke Mapolsek Medan Labuhan.

Seorang warga, Bu Ruh mengatakan, selama ini mereka telah mendiami lahan itu bertahun – tahun. Tanah itu mereka tempati dengan dasar SK Camat.”Kami tinggal di tanah ini ada 63 KK, kenapa tiba – tiba ada perusahaan yang mengklaim ini tanah mereka. Kami tidak terima, makanya kami keberatan,” bebernya.

Warga juga mengatakan, kasus penyerobotan tanah itu pernah dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan dengan nomor LP/151/IV/2019 / Polres Pel Belawan. “Sejak kami laporkan, kasus ini tidak tahu sejauh mana prosesnya,” ucap warga lainnya.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar H Pohan mengatakan, pihaknya sudag menangani kasus keributan tersebut. “Warga yang menjadi korban kekerasan sudah melapor, kini sedang kita mintai keterangan dan akan segera kita proses,” terangnya. (fac/ila)

TAGS :
loading...