Anak Medan Ciptakan Aplikasi Mashara, Bisa Diunduh di Play Store, Berisi Pengetahuan Keislaman

Inspirasi Iptek Metropolis
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
Aplikasi Mashara: CEO Mashara, Rony Fhebrian dan Public Relations Mashara, Rizki Ramadhani Nasution memperlihatkan aplikasi Mashara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anak milenial Kota Medan sukses menciptakan Start up muslim yang diberi nama Mashara. Dan aplikasi Mashara pun sudah diunduh di Play Store oleh 70 ribu pengguna. Aplikasi ini hadir sejak 6 Desember 2017, lalu. Pengguna Mashara sendiri didominasi kalangan remaja untuk terus menggali ilmu agama Islam.

Start up muslim ini, digawangi oleh alumni-alumni dari berbagai Fakultas di Universitas Sumatera Utara (USU). Mashara berawal dari aplikasi pengingat salat terus berinovasi dengan mengembangkan platfrom menjadi ruang diskusi kolaboratif yang dapat diakses oleh semua orang.

“Mashara terdiri dari sekumpulan anak muda muslim yang percaya bahwa kebaikan kecil jika dilakukan bersama dan konsisten akan dapat berdampak besar. Untuk itu Mashara hadir kepadamu sebagai sarana berbagi pengetahuan keislamann

yang terbuka untuk siapa saja,” ujar Public Relations Mashara, Rizki Ramadhani Nasution kepada wartawan di Medan, Selasa (23/4) sore.

Rizki menjelaskan, Mashara didirikan mereka,

berangkat dari fenomena hari ini. Di mana, pengetahuan terkait keislaman seringkali hanya terbatas bagi kalangan tertentu saja. Mashara hadir untuk menjembatani dan memfasilitasi orang-orang yang memiliki pengetahuan dengan yang membutuhkannya.

Melalui Mashara pengguna dapat bertanya,

menjawab, berkomentar, dan membagikan konten-konten keislaman yang bermanfaat. Prinsip utama yang dihadirkan Mashara dalam fitur terbaru ini adalah inklusi, kolaborasi, dan tabayyun.

“Ketiga prinsip tersebut sebenarnya adalah ajaran pokok dalam Islam bagi siapapun yang menuntut ilmu. Namun prinsip itu kerap terlupakan. Harapannya, melalui Mashara kita dapat mengaplikasinnya dalam konteks kekinian,” tutur Rizky.

Rizki mengatakan, tujuan diciptakannya fitur ini adalah untuk mengumpulkan dan membagikan pengetahuan tentang dunia keislaman ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Dengan itu, masyarakat dapat mengetahui banyak tentang islam dari Mashara.

“Mengingat perintah mempelajari ilmu agama adalah wajib bagi seluruh umat islam, untuk itu mengkodifikasi sumber-sumber keilmuan berkualitas melalui orang-orang terpercaya sangat penting bagi kita,” ungkap alumni FISIP USU itu.

Rizky menyebutkan, di platform Mashara ini, pengguna dapat langsung bertanya seputaran Islam untuk menambahkan wawasan langsung, yang didapatkan dari ustad-ustad ternama di Medan maupun di tanah air ini. Komunikasi langsung dapat juga dilakukan di aplikasi ini.

“Kita banyak juga bekerja sama dengan guru dan ustad di pesantren seperti di Sumut hingga di Aceh. Pastinya, banyak pengetahuan yang baik dibagikan di Mashara ini,” tutur wanita berjilbab itu.

Rizky menjelaskan, pengguna Mashara ini, terbesar berada di Jakarta, Kota Medan dan Surabaya. Aplikasi juga sudah Go-Internasional dengan pengguna Mashara berasal dari Malaysia, Taiwan, Amerika dan Australia. Mereka akan terus mengembangkan aplikasi dengan tetap berada di Kota Medan.

“Kami tidak berniat untuk pindah ke Jakarta atau Bandung. Karena, banyak platform ternama di Indonesia berasal dari 2 daerah tersebut. Kami ingin, ciptakan aplikasi asli dan berasal dari Kota Medan ini,” ujar Rizky.

Ia juga menjelaskan, pengguna Mashara didominasi usia 18 hingga 25 tahun dan mendudukan kedua, dari usia 25 hingga 35 tahun. Sudah pastinya, aplikasi karya milenial untuk kaum muda dengan tujuan menimbah ilmu islam dengan benar.”Kita akan kembangkan juga aplikasi ini, aplikasi sosial. Karena, Islam tidak mengajar haram dan halal saja. Tapi, semuanya. Termasuk Islam mengajarkan menjaga lingkungan,” jelas Rizky.

Rizky mengungkapkan, untuk kendala mereka hadapi dalam mengembangkan Mashara adalah sumber daya manusia (SDM) kurang mumpuni. Namun, hal itu tak menghalami niat baik menyebarkan kebaikan. Tapi, mereka akan terus belajar.

“Kemudian, perbedaan Mashara dengan aplikasi lainnya. Bahwa Mashara tidak ada iklan, menyampaikan pesan kebaikan, Adzan Ekslusive, arah kiblat dan beranda. Kami tidak akan memberikan ruang iklan di aplikasi ini. Hal itu, keinginan investor kami ini,” pungkasnya.

Sementara itu, CEO Mashara, Rony Fhebrian mengatakan bahwa Mashara adalah gagasan dan cita-citanya untuk muslim yang lebih terinformasi dan lebih terbuka terhadap pengetahuan islam. “Terutama untuk anak-anak muda muslim, kita tentu tidak ingin mereka semua terpapar informasi yang salah tentang Islam,” kata Rony.

Rony tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang ikut serta mendukung karya anak Medan dengan menciptakan aplikasi kebaikan di tengah masyarakat.”Kami terus meminta dukungan kepada abang-abang dan kakak-kakak media untuk membuat Mashara lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.(gus/ila)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *