Target Gender Diversity 25 Persen di Tambang Emas Martabe

Tim Duffy: Target Nyata Bukan Angka, tapi Memperkuat Budaya Kerja

Vice President Director PT Agincourt Resources, Tim Duffy, menjelaskan konsep gender diversity, dalam rangkaian kegiatan Hari Kartini 2019 di Tambang Emas Martabe, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumut, Kamis (25/4).

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – Target gender diversity (keberagaman gender) sebesar 25 persen di Tambang Emas Martabe, diyakini akhir tahun 2019 bisa tercapai. Saat ini, pencapaian sudah 23 persen karyawan perempuan dari total 2.694 karyawan, dengan 27 persen di antaranya menjabat di level managemen.

“Begitupun, target 25 persen itu hanya angka. Target nyata gender diversity adalah memperkuat perusahaan, budaya kerja, respek, dan produktivitas,” kata Vice President Director PT Agincourt Resources, Tim Duffy, di Tambang Emas Martabe, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumut, Kamis (25/4).

Target lainnya, kata Tim, karyawan lebih bisa menerima keberagaman sebagai norma dan budaya perusahaan di Tambang Emas Martabe. “Apakah target 25 persen itu nantinya bisa dinaikkan setelah tercapai, kita lihat ke depan. Intinya, setelah target tercapai, PT AR akan mengevaluasi pengaruh keberagaman gender terhadap budaya kerja dan efisiensi perusahaan,” kata Tim Duffy, dalam temu pers usai Diskusi Seru Kartini Now Melek Teknologi, dalam rangkaian kegiatan perayaan Hari Kartini 2019 di Tambang Emas Martabe.

Tim mengatakan, managemen PT AR komit menerapkan konsep keberagaman gender. Apalagi, Tambang Emas Martabe menjadi pioner penerapan konsep ini secara sistematis, di antara perusahaan tambang di tanah air.

Para karyawan perempuan dengan background berbeda ada di semua lini dan level. Mulai dari junior hingga senior. Mulai level administrasi hingga direktur. “Ini yang membedakan Martabe dari perusahaan tambang lain,” katanya.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, yang memandu temu pers menyebutkan, keberagaman gender akan meningkatkan kekuatan dan kinerja perusahaan.

“Diharapkan, karyawan laki-laki dan perempuan bangga bekerja sama untuk mencapai target perusahaan. Kesamaan hak soal gaji dan tunjangan tercipta. Keberagaman gender juga meningkatkan ide pengembangan perusahaan, pemecahan masalah, dan inovasi,” katanya.

Perusahaan sendiri, ujar Katarina, menyadari kewajiban untuk terus mengedukasi dan mendiskusikan keberagaman gender, dengan melibatkan seluruh karyawan.

Senior Manager Mining PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, dalam kesempatan itu menyebutkan, gender diversity di departemennya terbukti meningkatkan produktivitas karena berkurangnya delay time pengiriman barang. “Mungkin selama ini karyawan pria kerap mencuri waktu untuk merokok. Sementara perempuan lebih stabil dengan ritme kerja,” katanya.

Selain itu tingkat kerusakan truk yang dikemudikan perempuan lebih jarang dari laki-laki, yang pada akhirnya mengurangi biaya.

“Tantangannya hanya pada cuti melahirkan, dan sulit mencari mekanik mesin dan listrik dari kalangan perempuan,” katanya.

Seorang pekerja perempuan di Tambang Emas Martabe, Nurina Anindita yang menjabat Supervisor Environmental Assurance, menyebutkan tips dirinya bekerja di tambang adalah menyiapkan mental sejak awal.

Ia mengakui pernah beberapa kali menerima celetukan iseng dari rekan pria. Namun dirinya tetap menjaga relasi di lokasi kerja, dengan cara tidak gampang ‘baper’ (bawa perasaan). “Terima candaan sebagai candaan. Kalau digoda rekan pria, anggap sebagai cara dia mengajak kenalan,” katanya seraya tersenyum.

Menurutnya, selama ini karyawan perempuan merasa nyaman dengan kebijakan Martabe yang melindungi seluruh karyawan dari kasus pelecehan.

Turut berbagi pengalaman dalam temu pers tersebut antara lain Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Pramana Triwahjudi, Manager Processing-Production, Burhan Manurung, dan Manager TSF/Civil Construction, Henny Dwi Purnamasari. (mea)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *