Asa 23 Tahun, AJAX v Tottenham

Olahraga
Son Heung Min

SUMUTPOS.CO – Ajax Amsterdam bakal meladeni Tottenham Hotspur di Johan Cruyff Arena pada leg kedua babak semifinal Liga Champions 2018/2019, Kamis (9/5) dini hari WIB. Ini adalah duel penentuan dengan hak lolos ke final sebagai taruhannya.

Setengah kaki Ajax sudah di final pertama mereka dalam 23 tahun, setelah menang 1-0 lewat gol tunggal Donny van de Beek dari assist Hakim Ziyech di markas Tottenham di leg pertama lalu.

Melihat hasil leg pertama di Tottenham Hotspur Stadium, peluang masing-masing tim masih terbuka. Tottenham belum habis, tapi Ajax berada di posisi yang lebih menguntungkan.

Meski kalah di kandang sendiri pada leg pertama, Tottenham tetap percaya bisa membalikkan keadaan untuk lolos ke final. Son Heung-Min, yang absen di leg pertama akibat skorsing, bisa kembali memperkuat Tottenham dan tenaganya akan sangat dibutuhkan. Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, Davinson Sanchez, dan Christian Eriksen, yang kembali ke rumah lama mereka, pasti diharapkan mampu tampil optimal melawan mantan klubnya.

Dari kubu Ajax, komposisi pemainnya takkan jauh berbeda. Andre Onana jadi andalan di bawah mistar, dengan perlindungan Daley Blind dan kapten Matthijs de Ligt di jantung pertahanan. Van de Beek, Frenkie de Jong, dan Lasse Schone adalah motor di lini tengah. Trio David Neres, Ziyech dan Dusan Tadic siap memberikan teror dari menit awal hingga akhir pertandingan.

Setelah leg pertama, Manajer Tottenham, Mauricio Pochettino menegaskan, timnya belum menyerah.

“Kami masih hidup. Kami hanya kalah 0-1. Kami harus tetap percaya kami akan ke sana untuk menang,” ungkap Pochettino.

Namun Ajax jauh lebih bersemangat. Pelatih Erik ten Hag bahkan antusias dan percaya kalau timnya bisa tampil lebih baik lagi saat main di Amsterdam. “Menang 1-0 di Tottenham adalah hasil yang luar biasa, dan awal yang bagus. Kami harus belajar dari pengalaman. Kami tahu kami bisa tampil jauh lebih baik lagi (di leg kedua),” harapnya.

Satu hal penting yang juga perlu diingat, kondisi moral kedua tim saat ini cukup bertolak belakang.

Tottenham selalu kalah dalam 3 laga terakhirnya di semua ajang. Di Premier League akhir pekan kemarin, mereka menyerah 0-1 melawan tuan rumah Bournemouth dan kehilangan Son Heung-Min serta Juan Foyth yang dikartu merah.

Sementara itu, Ajax baru saja meraih gelar juara KNVB Cup pertamanya sejak 2010, dan yang ke-19, dengan kemenangan 4-0 atas Willem II. Kesuksesan itu bisa menjadi suntikan motivasi serta pendongkrak semangat bagi Ajax untuk menuntaskan pekerjaan mereka dan memastikan kelolosan ke final.

Seperti diketahui, Ajax lolos 25 kali dalam 27 partai kompetisi UEFA, di mana mereka menang tandang pada leg pertama. Sementara Tottenham selalu tersingkir dalam 3 partai kompetisi UEFA, di mana mereka menelan kekalahan kandang pada leg pertama. Kegagalan-kegagalan itu mereka alami ketika melawan Real Madrid di perempat final UEFA Cup 1984/1985, PSV di babak 16 besar UEFA Cup 2007/2008, dan Benfica di babak 16 besar Liga Europa 2013/2014.

Gol terbanyak untuk Ajax di Liga Champions 2018/2019 sejauh ini adalah Dusan Tadic dengan 6 gol. Semenatra untuk Tottenham ada Harry Kane dengan 5 gol. (bln/saz)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *