Investasi 6 Juta USD per Unit
Lagi, Asian Agri Bangun 3 PLT Biogas di Sumut
  • Dipublikasikan pada: May 12, 2019 Dibaca: 402 kali.

Foto: Istimewa
PLTBg: Head Mill & Engineering Asian Agri, James Sembiring (kanan), dan Humas Asian Agri, Lidia Silitonga, menjelaskan soal pembangunan PLTBg, Kamis (9/5).


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Asian Agri telah membangun total 10 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Sumatera. Tiga di antaranya sedang dalam tahap pembangunan di Sumatera Utara. Sebelumnya, Asian Agri telah membangun sebanyak tujuh PLTBg di Sumut, Riau dan Jambi.

“Tujuh PLTBg yang sudah beroperasi terdiri dari dua unit di Sumut (Asahan dan Negeri Lama Labuhanbatu), dua unit di Jambi, dan tiga unit di Riau. Sementara tiga PLTBg yang tahun ini sedang dibangun di Sumut dan akan segera beroperasi, yakni di Gunung Melayu 2 di Asahan, Aek Nabara dan Tanjung Selamat di Labuhanbatu,” ujar Head Mill & Engineering Asian Agri, James Sembiring, dalam Ngopi Pintar bareng Humas Asian Agri, Lidia Silitonga, saat acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asian Agri Group dengan Insan Pers Sumut, di Medan, Kamis (9/5).

Adapun kapasitas ketiga PLTBg itu antara 1 – 2,2 megawatt (MW). “‌Ke depannya, PLTBg akan dikembangkan hingga 10 unit lagi, sesuai target perusahaan membangun sebanyak 20 unit PLTBg hingga 2020,” kata James.

Foto: Istimewa
FOTO BERSAMA: Manajemen Asian Agri, foto bersama usai bukber di Medan, Kamis (9/5).


Pembangunan PLTBg yang bahannya bersumber dari limbah cair/POME (Palm Oil Mill Effluent) dari PMKS (Pabrik Minyak Kelapa Sawit) itu membuktikan komitmen Asian Agri peduli dengan lingkungan. “Pembangunan PLTBg itu sekaligus memenuhi kebutuhan energi secara mandiri dan membantu pasokan ke PLN,” ujar James.

Energi listrik yang dihasilkan PLTBg digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik PMKS milik Asian Agri sekitar 30 persen. Sisanya 70 persen atau di kisaran 1.500 Kwh, disalurkan ke masyarakat melalui kerja sama dengan PLN. “Investasi pembangunan PLTBg itu sekitar 6 juta dolar AS per unit,” cetusny.a
PLTBg berkapasitas maksimal 2,2 MW itu membutuhkan limbah setidaknya 1.800 meter kubik. Pembangunan PLTBg ini sebagai wujud Asian Agri mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Meski ada unsur bisnis, tetapi pengembangan PLTBg Asian Agri lebih utama kepada penjagaan dan peningkatan penjagaan lingkungan,” katanya. (mea)

loading...