Camat Marelan Dinilai Arogan, Wali Kota Janji Proses Aduan Warga

Metropolis
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin berjanji akan memproses aduan warga, yang menilai Camat Medan Marelan arogan.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (Pemko) Medan Muslim Harahap, Kamis (16/5). “Pak Wali sudah menerima keresahan warga yang melaporkan Camat Medan Marelan. Beliau amat memperhatikan warganya,” ungkap Muslim Diungkap Muslim, laporan warga telah disampaikan ke Wali Kota Medan sedang diproses sesuai aturan. Disinggung, sanksi yang akan diterima Afrizal selaku Camat Medan Marelan, Muslim menjelaskan akan melakukan kajian mendalam atas laporan tersebut dan akan memeriksa langsung sang Camat yang dituding warga Arogan itu.


Dicecar deadline putusan yang akan dibuat, mantan Kadis Ketahanan Pangan Medan ini, mengharapkan masyarakat bersabar karena kondisi bulan Suci Ramadhan dan menjelang putusan rekapitulasi Pilpres 22 Mei 2019 ini.

“Kita calling down dulu. Yang jelas Pak Wali amat mengerti atas laporan warga dan akan memberikan yang terbaik bagi seluruh warga Medan Marelan,” jelasnya. Terpisah, Asisten Pemerintah (Aspem) Pemko Medan Musaddad yang dihubungi mengaku tak mengetahui detail laporan warga Medan Marelan.

“Saya tak mengetahui detail laporan warga Medan Marelan. Silahkan hubungi Kabag Tapem saja,” ujarnya sembari menutup sambungan seluler. Sebelumnya, warga melaporkan sikap arogan Camat Marelan Afrizal ke DPRD Medan. Kehadiran warga diterima oleh Anggota Komisi A DPRD Medan, Zulkarnain Yusuf Nasution. Selain ke Komisi A, warga juga mengadukan permasalahan ini ke Fraksi Golkar yang diterima Mulia Asri Rambe. Menurut Idrus Ahmad, salah seorang warga, sejak Afrizal menjabat camat di Medan Marelan sikapnya tak bersahabat kerap ditunjukkan olehnya. Camat juga diduga tak pernah melibatkan tokoh-tokoh masyarakat maupun organisasi setiap kegiatan atau kebijakan yang dilakukannya.

“Afrizal tidak menunjukkan sifat seorang pemimpin dan tidak mengayomi masyarakat Medan Marelan. Selain itu, masih banyak lagi,” kata dia.

Diutarakannya, warga mengancam apabila permohonan tersebut tidak ditanggapi maka akan melakukan aksi. Salah satu diantaranya, akan menutup TPA yang ada di Jalan Paluh Nibung Medan Marelan. (ris/ila)

loading...