Jelang Lebaran 2019, Pintu Marelan Tol Medan-Binjai Dibuka
  • Dipublikasikan pada: May 17, 2019 Dibaca: 492 kali.

bambang/sumut pos
GERBANG TOL: Sejumlah mobil melintas di gerbang tol Marelan 2 yang baru dioperasikan sejak Senin (13/6) lalu.


BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jelang Lebaran 2019, warga Kota Binjai yang ingin menuju Pelabuhan Belawan atau kawasan Medan Utara, sudah dapat melalui Jalan Tol Medan-Binjai langsung keluar di Pintu Gerbang Marelan. Tidak lagi mesti dari Pintu Gerbang Helvetia. Artinya, warga tak lagi terdampak kemacetan di perempatan Simpang Kampung Lalang dan lebih efisien dari segi waktu.

“Kami sudah membuka operasional Pintu Gerbang Marelan sejak 13 Mei 2019 pukul 00.00 WIB. Kami akan terus membuka pintu ini sampai operasi lanjut berlangsung,” jelas Kepala Cabang Operasional Tol Medan-Binjai dari PT Hutama Karya, Indradjana ketika dihubungi Sumut Pos, Kamis (16/5).

Kata dia, jalan yang harus ditempuh dari Kota Binjai hingga pintu gerbang Marelan memiliki panjang 2,7 kilometer. Karenanya tarif yang dikenakan pun sedikit lebih mahal. Jika pengendara dari Kota Binjai keluar di Pintu Gerbang Helvetia dengan mengendarai mobil pribadi, dikenakan tarif Rp10.500. Sedangkan jika keluar di Pintu Gerbang Marelan, dikenakan tarif Rp13 ribu.

Lain untuk mobil angkutan jenis box, dikenakan tarif Rp19.500 ketika keluar Pintu Gerbang Marelan. Ini diatur berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 429/KPTS/M/2019. “Kepmen (Keputusan Menteri) sudah muncul, makanya sudah terus berlanjut (operasional Pintu Gerbang Marelan),” beber dia.

Disoal kondisi jalannya seperti apa, menurut dia, sesuai hasil pemeriksaan dari BPJT, ruas Marelan pada Jalan Tol Medan-Binjai dinyatakan sudah laik operasi.

“SLO sudah keluar dari Februari. Hasilnya laik operasi. Cuma (kemarin) menunggu Kepmen saja. Tapi akhirnya sudah muncul kemudian dilanjutkan proses sosialisasi 7 hari yang kemudian langsung dibuka,” ujar dia.

Bagi warga yang memilih keluar pada Pintu Gerbang Marelan, pengendara langsung melihat Jalan Veteran, Kecamatan Labuhandeli, Deliserdang.

Sejak tiga hari dibuka, menurut dia, animo pengguna jalan tol sangat bagus. “Ini hari keempat. Dari hari pertama, kedua, ketiga cukup bagus. Signifikan ya. Artinya animonya masyarakat juga menggunakan keluar dari Marelan bagus sekali. Sekarang hampir 2 ribu lalu lintas (kendaraan) yang keluar khusus Marelan,” tandasnya.

Pekerjaan Aspal Jalinsum Dikebut
Masih menyambut Lebaran tahun ini, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Utara melakukan perbaikan aspal tambal sulam di Jalinsum Tebingtinggi-Kisaran. Tepatnya di Jalan KL Yos Sudarso dan Jalan Prof HM Yamin Kota Tebingtinggi, Kamis (16/5).

Pantauan Sumut Pos, sepanjang Jalan KL Yos Sudarso dan Jalan Prof HM Yamin Kota Tebingtinggi rusak parah, mulai dari kondisi jalan aspal bergelombang hingga berlobang. Jika pengemudi tidak hati-hati, bisa menyebabkan kecelakaan lalulintas.

Jalan KL Yos Sudarso dan Prof HM Yamin adalah jalan provinsi. Sehingga perbaikan serta perawatan dibiayai oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Pengaspalan dilakukan dengan cara mengorek aspal yang rusak, kemudian diisi dengan aspal. Yang diaspal hanya jalan yang rusak parah saja. Sedangkan yang rusak ringan terkesan dibiarkan saja. Cara serupa selalu dilakukan hampir sepanjang dua tahun ini.

Salah seorang pekerja pengaspalan mengatakan, pekerjaan ditargetkan selesai sebelum memasuki masa mudik lebaran. “Semoga pemudik nantinya bisa pulang kampung dengan lancar dan cepat sampai tujuan,” bilangnya.

Salah seorang pengendara, Wiwin (35), warga Kabupaten Simalungun yang sedang beristirahat mengatakan, perbaikan jalan perlu dilakukan karena lebaran sudah dekat. “Kami sebagai pengendara berharap tidak ada jalan lagi yang bergelombang sepanjang Jalinsum Tebingtinggi-Kisaran dan Tebingtinggi-Pematangsiantar. Jika tidak ada perbaikan, pengendara sepeda motor yang mudik pada malam hari, akan rawan kecelakaan,” jelasnya.

Sopir Angkutan Lebaran Dicek
Terpisah, Dishub Kota Medan akan mengecek sopir dan kendaraan angkutan mudik lebaran, untuk memastikan kesiapan sopir dan kendaraan dalam mengantar pemudik yang pulang ke kampung halaman.

Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis, mengatakan kesiapan angkutan lebaran menjadi faktor yang sangat penting, di samping pengemudi atau sopirnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas hingga kelancaran arus mudik lebaran. Sebab, ketika kendaraan angkutan mudik mogok, dapat menjadi sumber kemacetan.

“Pengecekan terhadap angkutan mudik dan sopirnya bakal dilakukan di Terminal Amplas dan Pinang Baris. Namun kapan waktunya, masih koordinasi dengan pihak balai (Balai Perhubungan Darat) dan provinsi (Dishub Sumut). Kkarena mereka penanggungjawabnya. Kita (Dishub) Medan hanya membantu saja,” ujarnya, kemarin.

Diutarakan Iswar, Dishub memeriksa selain kesiapan fisik dan kesehatan sopir. Terutama para sopir angkutan lebaran yang berangkat dari Medan. Apabila didapati ada sopir yang memiliki kesehatan kurang baik atau dalam keadaan mabuk, izin mengendarai angkutan tidak diberikan.

“Sama seperti tahun lalu, kita akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk membuat posko kesehatan di Terminal Amplas dan Pinang Baris. Posko itu akan didirikan mulai H-7 lebaran, dan para sopir akan kita periksa kesehatannya,” bebernya.

Pihaknya juga melakukan persiapan dengan menertibkan titik-titik yang menjadi sumber kemacetan pada jalur yang kerap digunakan untuk mudik. Salah satunya Jalan Sisingamangaraja. Sebab, jalan tersebut menjadi pusat keramaian mudik.

Kabid Pengembangan, Pengendalian dan Keselamatan (PP&K) Dishub Medan, Edison Brase mengatakan, pengecekan dilakukan terhadap semua kendaraan angkutan mudik, terkecuali angkot. Dalam pemeriksaan kendaraan, pihaknya menggandeng Satuan Lalu Lintas (Satlantas) hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BNNP Sumut untuk mengecek urine sopirnya. Apabila terindikasi narkoba, tidak diperbolehkan membawa angkutan mudik,” tukasnya.

Maskapai belum Ajukan Extra Flight
Tak hanya angkutan darat, arus mudik Lebaran juga termasuk via angkutan udara. Bagaimana arus mudik lebaran 2019 via Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang?
“Aktivitas penerbangan di bandara Kualanamu masih sepi. Kami belum menerima pengajuan extra flight (penerbangan tambahan) dari masing-masing maskapai. Kita tunggu hingga sepekan ke depan. Kalau saat ini jumlah penumpang bandara masih sepi, belum ada tanda tanda akan ada kenaikan. Malah puluhan pembatalan jadwal penerbangan masih terjadi,” kata Manager Humas Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto, saat dikonfirmasi, Kamis (16/5).

Menurutnya, kondisi ini berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Data terakhir, jumlah penumpang pesawat terbang di bandara Kualanamu hanya 13.547 penumpang, dengan jumlah pergerakan pesawat sebanyak 147 penerbangan. Dan jumlah kargo mencapai 16.000 kg.

Sejak awal tahun ini, harga tiket pesawat domestik terus mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Akibatnya seluruh bandara di Indonesia mengalami penurunan jumlah penumpang secara drastis. Salahsatunya Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, yang mengalami fase penurunan paling anjlok dari bandara lain, yakni turun mencapai 40 persen.

Harga tiket pesawat yang mahal ini telah banyak dikeluhkan masyarakat. Lisbon Situmorang misalnya, penumpang yang baru tiba di bandara Kualanamu. Ia mengatakan, keterisian seat pesawat hanya 80 persen. Penyebabnya, harga tiket yang mahal.

“Mudik lebaran tahun ini, masyarakat harus mengeluarkan biaya ekstra bila ingin naik pesawat karena harga tiket mahal. Mestinya pemerintah menyediakan tarif yang terjangkau pada masyarakat yang ingin mudik lebaran,” harapnya. (ted/ris/btr)

loading...
TAGS :