Kerusuhan di Penjara Brasil, 40 Napi Tewas

no picture

RIO DE JANEIRO, SUMUTPOS.CO – Kerusahan masal terjadi empat penjara di kawasan utara Brasil. Sebanyak 40 napi dikabarkan tewas. Dilansir AFP Selasa (28/5), menurut pemerintah Negara Bagian Amazonas kerusuhan dipicu perseteruan antargeng kriminal.

“Kebanyakan napi itu tewas karena sesak napas,” ujar pemerintah Amazonas sehari setelah 15 orang tewas di salah satu penjara.

Setidaknya 25 napi yang jadi korban ditemukan di Institusi Penjara Antonio Trindade dekat Manaus, ibu kota Amazonas, di mana empat penjara itu berada.

Otoritas setempat menuturkan, mereka tidak menemukan pisau atau pistol di sel dengan konflik terjadi antar-tahanan yang berasal dari geng yang sama. Gubernur Amazonas Wilson Lima mengatakan, dia baru saja berbicara dengan Menteri Kehakiman Sergio Moro yang mengirimkan pasukan untuk mengontrol ketertiban.

“Menteri Moro mengirim tim intervensi ke Amazonas sehingga mereka bisa membantu kami untuk mengatasi krisis yang tengah terjadi saat ini,” terang Lima. Investigasi yang dilakukan saat pembantaian masal di Penjara Anisio Jobim Minggu (26/5) mengungkapkan ada napi yang dibunuh menggunakn tusuk gigi.

Empat di antara kerusuhan terakhir ditemukan di Jobim yang juga menjadi lokasi pemberontakan penjara pada Januari 2017 yang berlangsung selama 20 jam dan membunuh 56 orang tewas.

Direktur Penelitian Institut Igarape Robert Muggah berkata, dia meyakini kerusuhan itu sudah terkoordinasi karena dilakukan di empat penjara berbeda. Kerusahan yang terjadi merupakan buntut dari kurangnya perubahan struktural. Demikian penjelasan Profesor Juliana Melo dari Universitas Federal Rio Grande do Norte.

Melo menjelaskan kondisi penjara sangatlah buruk dengan para tahanan mempunyai latar belakang pendidikan kurang, terpinggirkan, serta berkulit hitam. Brasil merupakan negara dengan populasi penjara ketiga dunia setelah China dan Amerika Serikat (AS) dengan 726.712 napi berdasarkan data Juni 2016.

Populasi itu merupakan dua kali lipat kapasitas penjara Brasil yang disebut hanya bisa menampung sekitar 368.049 orang. Dan menurut laporan Human Rights Watch, pemerintah Brasil diyakini menambah sekitar 115.000 tahanan pada akhir 2018 lalu. (bbs/azw)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *