Pekarangan Puskesmas Belawan Digenangi Air

fachril/Sumut Pos
DIGENANGI AIR: Pekarangan Puskesmas Belawan Jalan Stasiun, Kecamatan Medan Belawan digenangi air.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi pekarangan Puskesmas Belawan Jalan Stasiun, Kecamatan Medan Belawan digenangi air. Kondisinya seperti kubangan kerbau yang berdampak kepada sarang nyamuk.

Anggota DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah melakukan sidak ke puskesmas tersebut mengatakan, seharusnya sarana kesehatan harus bersih dan tertata tapi kondisi genangan air drainase atau parit dapat menimbulkan sumber penyakit. Karena, genangan air akan jadi sarang nyamuk berdampak kepada penyakit bagi masyarakat.

“Puskesmas ini sangat buruk, kondisi ini bisa jadi sumber penyakit. Kita minta kepada Pemko Medan untuk membuat skala prioritas agar membenahi kondisi puskesmas ini lebih bersih dan tertata,” katanya, Rabu (12/6).

Ketua Komisi II DPRD Medan ini menegaskan, pihaknya meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Medan untuk tidak tutup mata, dengan segera untuk mengusulkan pembenahan Puskesmas Belawan. Ini Agar masyarakat dapat menikmati sarana kesehatàn yang bersih dan indah.

“Wali Kota Medan jangan diam, ini merupakan tanggung jawabnya. Bagaimana masyarakat di Belawan mau sehat, kalau sarana kesehatannya memprihatinkan. Kita minta kepada Pak Wali untuk segera memerintahkan bawahannya membenahi puskesmas itu, jangan lagi kondisi parit dan halamannya seperti kubangan kerbau,” tegas Bahrum.

Selain itu, Pemko Medan diminta segera memfungsikan IPAL puskesmas tersebut. Sejak 2 tahun belakangan ini, pembuangan limbahnya sudah tidak berfusngi. Hal itu sangat menggangu kenyamanan bagi masyarakat yang akan menjalani rawat inap di puskesmas tersebut.

“Jangan nanti limbah medis atau infeksius di puskesmas itu jadi sumber penyakit bagi pasien dan masyarakat sekitar, kita ingin ini segera dibenahi. Dalam waktu dekat ini, kita akan panggil Dinas Kesehatan untuk membahas masalah itu,” ucap Ketua DPD PAN Kota Medan ini.

Sementara Kepala Puskesmas Belawan, Brando Lubis mengatakan, untuk kondisi bangunan dan saluran air yang menggenangi, sudah terjadi sejak 2 tahun belakangan. Mereka sudah pernah mengajukan ke atasa untuk pembenahan, namum belum terealisasi.

“Tahun 2017 sudah kita ajukan, tapi belum juga ada realisasi. Genangan ini karena saluram air tidak normal, tapi kita sudah maksimalkan untuk menormalkan secara pribadi, tapi memang kondisi tanahnya penuh lumpur. Untuk pelayana pasien tidak ada terganggu selama ini,” ucapnya. (fac/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *