TNI-Polri Gelar Apel Konsolidasi Kawal Sidang MK, Poldasu Hentikan Sementara Kasus Makar

sutan siregar/sumut pos
BERSALAMAN: Pangdam I/BB Mayjen MS Fadhillah bersama Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto menyalami peserta Apel Kesiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilu 2019, di Lapangan Benteng Medan, Kamis (13/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penanganan kasus dugaan tindak pidana makar yang membelit dua ustad kondang di Sumut, untuk sementara dihentikan Polda Sumut. Penegasan ini disampaikan langsung Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dengan tujuan menjaga kondusifitas jelang sidang hingga keputusan MK.

“Sementara ini cooling down dulu. Biar tenang, biar tentram. Masyarakat tenang, masyarakat merasa nyaman sementara ini kita rem semua,” sebut Agus Andrianto usai Apel Konsolidasi TNI/Polri di Lapangan Benteng Medan, Kamis (13/6).

Jendral bintang dua ini beralasan, proses hukum yang membelit keduanya berdampak pada stabilitas dan keamanan di Sumut saat ini. “Kasusnya? Ya sudah tarok (letak) saja dulu,”ucapnya.

Diketahui Polda Sumut menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan makar. Keduanya yaitu Rafdinal selaku Wakil Ketua GNPF Sumut dan Zulkarnaen selaku Sekretaris GNPF Sumut. Rafdinal dijemput dari rumahnya karena tidak menghadiri dua kali panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umuma (Ditreskrimum) Polda Sumut pada Senin (27/5) siang. Sedangkan Zulkarnain diamankan pada sorenya di hari yang sama.

Namun, sebelum Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, tepat Jumat (31/5) lalu, atas permohonan dari Direktur Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Paslon 02 Prabowo Sandiaga, DR Sufmi Dasco Ahmad MH. Ia menjamin keduanya sehingga penahanannya ditangguhkan.

Terkait Apel Konsolidasi TNI-Polri, Agus mengatakan, hal itu dilakukan untuk persiapan menjaga situasi Kamtibmas pasca dilaksanakannya Pilpres dan Pileg 2019 beberapa waktu lalu. Untuk itu, jenderal polisi bintang dua tersebut berharap, situasi Kamtibmas di Sumut yang sudah aman dan tertib saat ini terus terjaga. “Kalau situasi aman dan damai, maka semua pihak khususnya masyarakat akan senang serta tenang dalam beraktifitas. Sumut adalah rumah kita, mari kita jaga bersama,” pintanya.

Agus juga berterima kasih kepada seluruh jajaran TNI dan Polri serta masyarakat yang mampu bersinergi untuk menjaga masyarakat dan mensukseskan pelaksanaan pilpres serta pileg 2019. “Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan kondusif. Terimakasih semuanya,” ucapnya.

Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah dalam sambutannya mengapresiasi keberhasilan jajaran Polri di Sumut dalam menggelar Operasi Ketupat Toba 2019, di mana tahun ini lebih sukses dari tahun sebelumnya. “Meski capek, dan pengorbanan waktu saat lebaran, saya mengapresiasi keberhasilan polri dalam menjalankan tugasnya,” ucapnya sembari menyampaikan terima kasih kepada seluruh pasukan TNI yang mampu bersinergi dengan Polri dalam menjalankan tugas.

Operasi Ketupat Toba 2019 Aman dan Lancar

Apel Konsolidasi TNI/Polri juga digelar di Lapangan Merdeka Binjai, Kamis (13/6). Apel Konsolidasi dalam rangka berakhirnya Operasi Ketupat Toba 2019 dan persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di wilayah hukum Polres Binjai ini juga dihadiri Wali Kota Binjai, Muhammad Idaham.

Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto yang bertindak sebagai pembina apel membacakan sambutan dari Kapolda Sumut. Bahwa Operasi Ketupat Toba yang berlangsung selama 13 hari dimulai dari Rabu (29/5) hingga Senin (10/6) berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.

Dalam operasi ini, Polda Sumut melibatkan sebanyak 7.760 personil serta beberapa instansi terkait. Seperti TNI, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Tim SAR, dan lain sebagainya. “Secara keseluruhan pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2019 di wilayah Sumut dalam keadaan relatif aman dan kondusif. Arus mudik dan arus balik kondisinya lancar. Namun ada beberapa peristiwa yang menonjol pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Pasca Hari Raya Idul Fitri yang perlu mendapat perhatian khusus dari kita semua untuk segera diantisipasi,” ucapnya.

“Terkait dengan pengajuan gugatan terjadinya kecurangan hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi, kita harapkan Mahkamah Konstitusi dapat bekerja tanpa merasa diancam atau ditakuti oleh siapapun sehingga bisa menghasilkan keputusan yang adil dan objektif serta apapun hasil keputusan dari Mahkamah Konstitusi harus dihormati, diterima, dan ditaati oleh semua pihak tanpa terkecuali,” sambung Nugroho.

Demi mewujudkan keamanan yang terbaik di wilayah Provinsi Sumut, Kapolda Sumut memerintahkan kepada seluruh jajaran Polda Sumut untuk terus meningkatkan sinegritas dan soliditas dengan TNI, Pemerintah Daerah serta dengan seluruh elemen masyarakat, agar Provinsi Sumut tetap dalam keadaan stabil, aman dan kondusif.

Polres Dairi Gelar Patroli Mobile Skala Besar

Menjelang sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) tahun 2019, Polres Dairi menggelar patroli mobile skala besar. Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donni Saleh menerangkan, kegiatan itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta mewujudkan Sitkamtibmas yang aman dan kondusif diwilayah hukum Polres Dairi.

“Sasaran lokasi dan objek pelaksanaan yakni Kantor KPU, Bawaslu, Perkantoran, Terminal serta daerah rawan kejahatan dan pusat keramaian,” kata Donni kepada wartawan di Mapolres Dairi, Kamis (13/6).

Menurut Donni, kegiatan dipimpin Kabag Ops Kompol WH Pranggono didampingi Kasat Sabhara AKP Lamhot Limbong serta sejumlah jajaran pejabat Polres. (dvs/ted/mag-10)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *