Satu Pejabat Pemprovsu Positif Morfin, Terungkap di Peringatan HANI 2019

Berita Foto2 Metropolis
HANI 2019: Gubsu Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, Kepala BNNP Sumut foto bersama usai memperingati HANI 2019 di lapangan parkir Kantor Gubsu, Rabu (26/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ditemukan positif mengkonsumsi narkotika jenis morfin. Hal ini diungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Brigjend Pol Atrial kepada wartawan di sela-sela acara peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2019 tingkat Sumatera Utara, di halaman parkir Kantor Gubsu, Rabu (26/6).

Menurut Atrial, pada hari pertama masuk kerja usai libur cuti bersama Lebaran pada Senin (10/6) lalu, BNNP Sumut melakukan tes urine kepada 10 pejabat tinggi Pemprovsu. “Gak banyak, hanya sepuluh. Jadi sembilan yang negative, satu positif. Tapi, positifnya bukan obat narkotika tapi morfin, dia ada obat dari dokter,” jelas Atrial.

Dia mengungkapkan, pemeriksaan urine 10 pejabat itu adalah atas permintaan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Disinggung mengapa tes urine hanya kepada 10 pejabat saja, Atrial menyebut, mungkin hanya uji petik. Yang pasti, 10 pejabat itu diminta melakukan tes urine karena kabarnya terkait kepentingan promosi jabatan.


Lalu, apa artinya dengan menggunakan morfin itu? Atrial mengatakan, itu tidak masalah. “Ya nggak masalah, itukan obat. Ada keterangan dari dokter,” pungkasnya.

Rangking Dua

Dalam kesempatan itu, Atrial juga mengungkapkan, Provinsi Sumut berada pada rangking dua tertinggi penyalahgunaan narkoba di Indonesia setelah DKI Jakarta. Persentase penyalahgunaan mencapai 2,53 persen atau sekitar 256.000 dari jumlah penduduk Sumut. Data itu temuan BNNP Sumut bersama LIPI pada 2017.

Meski demikian, Atrial belum dapat lebih jauh memaparkan bagaimana tren penyalahgunaan narkoba di Sumut sekarang ini. Pihaknya menekankan terus gencar melakukan upaya pencegahan penyalahgunaannya. “Yang pasti dibandingkan 2014, data 2017 itu menunjukkan penurunan. Saat itu penyalahgunaan mencapai 3,20 persen. Meski begitu, pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” katanya.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang hadir bersama Pangdam I/BB, MS Fadhilah, mengatakan pencegahan maupun pemberantasan narkoba jangan hanya seremonial. “Jangan hanya seremonial begini, habis dari sini lupa semua. Coba andaikan semangat kita kayak kampanye Pilpres kemarin memberantas narkoba ini, semua pasti kita menang melawan narkoba,” katanya.

Kunci pemberantasan narkoba, menurut Edy adalah iman. “Perkuat iman itu adalah segala-galanya. Karena kalau kita mau menyelesaikan narkoba ini, selesai narkoba ini. Persoalannya kita belum mau,” tutur mantan Pangkostrad tersebut. “Semua sudah dilakukan, melakukan sesuatu dengan gigih dan bersama-sama rakyat termasuk wartawan, bersatu padu kita selesaikan narkoba ini, selesai, selama itu belum hanya sifatnya seremonilah seperti ini takkan pernah selesai narkoba ini. Benahi iman, habis itu sama-sama kita selesaikan. Oke!” tegas Gubsu. (prn)

loading...