Prediksi LSI Denny JA: 15 Nama Masuk Bursa Capres 2024

Miftahul Hayat/JawaPos /jpg
PAPARKAN: Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memaparkan hasil survei, Selasa (2/7). LSI Denny JA mengidentifikasi ada 15 nama potensial yang diprediksi bakal maju digelanggang pilpres 2024 mendatang.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemilihan presiden (Pilpres) 2019 beru saja digelar. Namun, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA sudah mengidentifikasi 15 nama potensial yang diprediksi bakal maju digelanggang pilpres 2024 mendatang. Tapi dari 15 nama itu, salahseorang di antaranya masih misterius.

Ada 2.000 koresponden yang dianggap mewakili seluruh populasi di Indonesia terlibat dalam survei ini. Penelitian terhadap para tokoh-tokoh tersebut digelar sejak Oktober 2018 hingga April 2019.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan 15 nama itu juga muncul dari penilaian peneliti LSI Denny JA berdasar kapabilitas, performa dan kans setiap tokoh. Dalam penelitian ini juga dibagi tiga kriteria untuk menentukan belasan nama tersebut. Mereka berasal dari jenjang pemerintah daerah, partai politik, dan jabatan pemerintahan.

“Mereka adalah orang-orang yang mempunyai tingkat pengenalan atau popularitas di atas 25 persen versi responden,” jelas Rully di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Selasa (2/7).

Dituturkan Rully, popularitas menjadi salah satu syarat utama bagi para tokoh yang dianggap layak bertarung di 2024. Karena pada pilpres periode lima tahun kedepan pertarungan politik menajdi terbuka, mengingat Joko Widodo selaku presiden petahana dipastikan tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2024.

“Karena itu, masa pemerintahan periode kedua Jokowi saat ini menjadi momen para tokoh publik menjaring simpati dan popularitas politik agar bisa diperhitungkan di gelanggang Pilpres 2024,” paparnya.

Menurut Rully, ketepatan dari prediksi 15 nama capres 2024 kali ini terbilang kuat karena merujuk pada survei popularitas tokoh publik selama beberapa bulan terakhit. Meski demikian, dia menegaskan hal ini masih bisa berubah lantaran dinamika politik dalam lima tahun ke depan belum terprediksi.

“Dinamikanya masih akan lebih dinamis,” ujar Rully.

Berikut adalah 15 nama capres potensial 2024. Namun LSI Deny JA mengategorikan salah satu sosok dengan latar belakang tak terduga.

Jenjang Pemerintah Daerah:

  1. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
  2. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
  3. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
  4. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Jenjang Partai Politik:

  1. Prabowo Subianto dari Partai Gerindra
  2. Sandiaga Uno diprediksi dari Partai Amanat Nasional (PAN)
  3. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto
  4. Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono
  5. Ketua DPP PDIP Puan Maharani
  6. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar

Jenjang Jabatan Pemerintahan:

  1. Menteri Keuangan Sri Mulyani
  2. Kepala Badan Intelejen Nasional Jenderal Pol. Budi Gunawan
  3. Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian
  4. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo

Satu Nama Masih Misterius

Dari 14 nama yang sudah diungkap LSI Denny JA, nama kandidat terakhir adalah sosok X yang masih misterius. Hal itu mengingat kasus Joko Widodo yang pada Pilpres 2014, yang sebelumnya namanya tak pernah digadang-gadang sebagai capres. Jadi, muncul secara tiba–tiba, tak terprediksi.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, ada sosok dari personal yang belum terekam saat ini. Dia menilai sosok itu faktor kejutan. Seperti halnya sosok Jokowi yang muncul sebagai salah satu capres 2014, padahal namanya belum digadang-gadang sebelumnya.

“Tentunya selain nama-nama di atas, masih banyak nama lain dari berbagai sumber rekrutmen yang punya potensi sebagai capres,” jelas Rully.

Apakah sosok misterius itu Ahok?

Rully Akbar menilai Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok punya peluang menjadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Namun, sejauh ini menurut Rully, hal itu belum tertangkap survei yang dilakukan LSI Denny JA.

“Bisa jadi BTP masuk sebagai sosok misterius yang tadi. Sosok X yang nomor 15 tadi yang menjadi efek kejut ke depan, 2024,” kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Selasa (2/7).

Ahok, kata Rully, juga pernah menjadi kepala daerah, baik sebagai bupati maupun gubernur. Kemudian, Ahok juga telah menjadi kader PDIP yang notabene sebagai partai penguasa saat ini.

Meski begitu, kata Rully, modal tersebut belum cukup untuk Ahok masuk radar capres versi LSI Denny JA dari 14 nama yang sudah dirilis.

“Kita belum tahu gebrakan BTP, bisa jadi nanti dimasukkan sebagai menteri atau ke depan jadi kepala daerah di daerah lain,” kata Rully.

Di samping itu, kata dia, status mantan narapidana penodaan agama bisa menjadi amunisi bagi lawan politik Ahok jika maju di Pilpres 2024. Pada fase itu, lanjut Rully, tergantung Ahok untuk bisa mengklarifikasi atau menutupnya dengan prestasi sebelumnya atau lima tahun yang akan datang.

“Bisa prestasi-prestasi untuk memperkuat namanya di lima tahun kedepan. Ketika dia misalnya nanti mulai aktif kembali di jabatan publik, ya, dari situlah Pak Ahok bisa menunjukkan,” jelas Rully. (tan/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *