Mengarungi Danau Toba Sembari Mengutip Sampah

Dua Pelajar Wanita Pemberani Ikut Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia 2019

Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia URaL SMAN 28 Jakarta menunjukkan kantong plastik berisikan sampah yang mereka kutip dari perairan Danau Toba.
Bagus/sumut pos
KANTONG: Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia URaL SMAN 28 Jakarta menunjukkan kantong plastik berisikan sampah yang mereka kutip dari perairan Danau Toba.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Dua sosok gadis pemberani dan tangguh, Nur Aliya Sabira dan Aryadhieni Farah Ayu Susanto mencuri perhatian banyak orang. Kedua gadis ini ikut mengarungi perairan Danau Toba dengan kayak, bersama empat teman prianya, menempuh jarak sekitar 135 kilometer. Selain ingin memecahkan rekor MURI dan dunia, mereka juga ingin menjaga kelestarian danau vulkanik terbesar di dunia ini dengan mengutipi sampah.

SEBELUM mengikuti ekspedisi ini, Nur Aliya dan Aryadhieni melakukan persiapan yang cukuo matang. Kedua siswi Kelas XII SMAN 28 Jakarta ini melakukan latihan sejak Desember 2018 lalu. “Sebetulnya ini berawal dari kegiatan ekskul. Emang kita latihan bareng dan dipilih beberapa yang rutin dan bisa ikutan kayak. Dan jadi atlet, terus diberi latihan tambahan,” kata Aliya kepada wartawan di sela-sela kegiatan ekpedisi di Kabupaten Samosir, Senin (8/7).

Begitu mendapat kesempatan ikut serta dalam eksepidisi kayak di Danau Toba ini, Aliya mengaku tidak ingin menyia-nyiakannya. Ia pun, menunjukan keprofesionalan sebagai atlet dan serius melakukan latihan untuk menaklukan perairan danau terbesar di Asia itu. “Aku pribadi, pengin sih ikutan. Dapat pengalaman baru, ada kesempatan. Kapan lagi bisa mengelilingi Pulau Samosir bareng teman-teman satu ekskul? Jadi, aku terus latihan saja. Aku pengen nambah pengalaman baru, apalagi belum pernah ke Samosir dan pengin lihat juga,” tutur Alya.

Alya mengaku memiliki kepuasan tersendiri dalam mengeliling perairan Danau Toba. Capek pun, terbayar dengan keindahan alam Danau Vulkanik terbesar di dunia itu. “Begitu sudah terbiasa, ya enak aja. Apalagi di bagian Danau Toba ada beberapa pemandangan-pemandangan yang indah, tebing-tebingnya, karena belum terjamah. Itu bagus banget,” ungkap Alya.

Hal yang sama juga disampaikan Aryadhieni Farah Ayu Susanto. Ia mengungkapkan, ada kesan tersendiri dengan menjajal perairan Danau Toba yang memiliki kondisi ombak yang tenang dan didukung dengan cuaca yang baik. “Untuk pribadi, saya suka banget dengan kayak, dan harapannya lebih berani mencoba hal-hal baru. Untuk kayaking sendiri, semoga bisa lebih digemari banyak orang, lebih populer. Karena sebenarnya pantai-pantai di Indonesia itu ombaknya asik-asik, jadi asik banget untuk kayak,” jelas Farah.

Ia mengharapkan, pemerintah dan pihak terkait dapat mengembangkan kayak di Danau Toba dengan menggelar kompetisi tingkat Internasional. Sudah pasti, menjadi daya tarik untuk mendatang atlet kayak sembari menjadi wisatawan untuk dapat merasakan keindahan danau ini. “Untuk pariwisata Danau Toba sendiri, semoga semakin maju, karena saya lihat banyak sekali potensinya. Termasuk semoga bisa menggelar kompetisi kayak Internasional di Danau Toba,” pungkasnya.

Selain ingin memecahkan rekor Muri dengan menjelajahi perairan lingkar dalam kawasan Danau Toba sepanjang 135 km, Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia juga memberikan contoh yang baik bagi masyarakat setempatat dan wisatawan. Selama melakukan eksepedi beberapa hari belakangan ini, Tim Kayak Pelajar Indonesia juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Saat mengarungi perairan Danau Toba, para pelajar tersebut juga mengutip sampah yang ada, sebanyak tiga kantong plastik besar berwarna hitam.

Salah satu atlet Kayak Ekspedisi Pelajar Indonesia, Rafif Ibrahim mengungkapkan, mereka tidak sekadar untuk menyelesaikan target dengan mengeliling Danau Toba. Namun, juga tetap mementingkan kebersihan perairan. “Kami turut serta dalam pelestarian Danau Toba. Karena, bagaimana pun Danau Toba adalah ikon pariwisata di Sumatera Utara. Pastinya harus kita jaga, supaya kelak anak cucu kita melihat langsung keindahan dari Danau Toba ini,” tutur Rafif.

Di beberapa titik yang mereka lalui, banyak ditemukan sampah hingga limbah pakan ikan jaring terapung. Kemudian di wilayah pemukiman, banyak sampah plastik, terutama di pesisiran pantainya.

Rafif mengungkapkan, timnya sudah memiliki misi untuk peduli lingkungan. Sebab, hal ini sudah ditanamkan pada mereka di SMA Negeri 28 Jakarta.”Memang sekolah kita itu juga sekolah Adiwiyata, yakni sekolah yang peduli pada kebersihan lingkungan. Jadi sudah ditanamkan, agar kita peduli lingkungan,” jelasnya.

Ia pun mengimbau agar setiap wisatawan yang datang ke Danau Toba juga turut peduli pada kebersihan lingkungan. Sebab, apabila sadar pada kebersihan lingkungan, maka sudah turut membantu perkembangan wisata di Danau Toba. “Kita sebagai wisatawan, harus tetap menjaga kelestarian Danau Toba ini. Aku rasakan langsung bahwa Danau Toba ini punya keindahan dan pastinya harus dijaga. Baik itu wisatawan lokal, wisatawan mancanegara maupun semua masyarakat di sekitar Danau Toba,” tandasnya. (gus)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *