Jamaah Calon Haji Tertua dan Termuda di Kloter 1 Asal Kota Medan, Jaliyah Menunggu 20 Tahun, Habib 8 Tahun

TERMUDA: Habib Suwanda Siregar (tengah) bersama kedua orangtuanya saat antre pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Medan, Kamis (11/7).
Agusman/sumut pos
TERMUDA: Habib Suwanda Siregar (tengah) bersama kedua orangtuanya saat antre pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Medan, Kamis (11/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jamaah calon haji asal Kota Medan yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Medan, mulai masuki Asrama Haji Medan, Kamis (11/7). Dari 393 jamaah, terdapat dua jamaah tercatat sebagai termuda dan tertua di kloter ini. Habib Suwanda Siregar (20), sebagai jamaah termuda, dan Jaliyah (98), sebagai jamaah tertua.

SEMANGAT Jaliyah untuk menunaikan rukun Islam kelima tidak pernah berhenti. Meski usianya kini 98 tahun, dia tetap bersemangat untuk menjalankan perintah Allah Swt ke Tanah Suci, Makkah. Ibu dari 14 orang anak ini bergabung dengan rombongan jamaah calon haji lainnya yang berjumlah 393 jamaah asal Kota Medan. Jaliyah gabung ke dalam kloter I yang berangkat hari ini, Jumat (12/7) sore pukul 18.55 WIB. Dan akan dilepas Gubernur Sumut Letjen (Purn) Edy Ramahyadi di Asrama Haji Embarkasi Medan.

Meski menggunakan kursi roda, Jaliyah sangat bahagia karena impiannya berangkat ke Tanah Suci tercapai. “Saya senang, 20 tahun menunggu sekarang bisa menjalankan perintah Allah untuk melaksanakan rukun Islam kelima,” ucap Jaliyah di Asrama Haji Medan, Kamis (11/7).

Dia mengaku sudah mempersiapkan fisiknya, baik kesehatan dan lainnya, untuk tawaf di Makkah dengan didampingi anaknya yang ikut juga sebagai jamaah calon haji. Keluarganya juga sangat bangga melihat kemauannya menunaikan ibadah haji dengan kondisi yang sudah tua. “Bangga sebagai anak, bisa mendampingi orangtua menjalankan ibadah haji ke Makkah,” tambah Roihana, anak Jaliyah.

Dia mengaku, orangtuanya berangkat ke Tanah Suci dengan menabung dan dibantu anak-anaknya yang sudah mapan, serta ikut mengantar ke Asrama Haji Embarkasi Medan. “Doakan menjadi Hajjah Mabrur,” tandasnya.

Sedangkan calon jamaah termuda, Habib Suwanda Siregar (20), berangkat ke Tanah Suci ditemani kedua orang tuanya. Saat ditemui Sumut Pos, mahasiswa semester 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU ini, menungggu giliran untuk pemeriksaan kesehatan di Aula Jabal Nur.

Menjadi salah satu jamaah termuda, pemuda ini tidak merasa canggung menjalankan rukun islam yang kelima. Warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas ini, justru senang bisa mendampingi orangtuanya ke Mekkah. “Kita ‘kan sudah manasik kemarin, jadi diajarilah cara-cara beribadah di sana. Memang banyak jamaah-jamaah yang tua, tapi kita kamarin sudah saling tegur sapa dan sebagian udah kenal,” ujarnya kepada Sumut Pos, Kamis (11/7).

Habib mendaftar haji sejak tahun 2011 lalu, saat dia masih duduk di Kelas 1 SMP. Kesempatan yang tidak datang untuk kali kedua ini, akan dimanfaatkannya dengan berdoa dan beribadah selama di Makkah. Dengan harapan, setiap doa-doanya akan dijabah Allah SWT. “Apalagi Indonesia kan baru siap Pemilu, doa saya semoga Indonesia ‘baldatun toyyibatun warabbun ghafur’. Supaya negara indonesia kita damai dan aman,” imbuhnya.

Diakuinya, dia terpaksa cuti kuliah untuk bisa menjalankan ibadah haji menemani kedua orang tuanya. “Teman-teman saya sewaktu saya beri tahu, juga sempat terkejut. Nggak nyangka saya akan menjalankan rukun Islam yang kelima ini. Ada juga yang memberikan ucapan selamat,” pungkasnya.

Ternyata, anak ketiga dari tiga bersaudara ini, merupakan anak dari pasangan Ganda Mada Siregar SH (57), ASN Dinas Perizinan Kota Medan dan Erna Susiana (50), anggota Polri yang bertugas di Keselamatan dan Keamanan Ditlanlantas Polda Sumut.

Erna Susiana, Polwan berpangkat Aiptu mengaku bersyukur bisa bersama suami dan anaknya, menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Penantian panjang selama 8 tahun ini, menjadi jawaban atas kesabarannya selama ini. “Alhammdulillah, kami bersyukur bisa berangkat bersama keluarga. Harapannya, semoga haji kami ini menjadi yang mabrur dan mabrurah bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, ia mengikutsertakan anaknya ke Mekkah, semata-mata agar menjadi orang yang bertanggungjawab ke depannya. “Kakak-kakaknya ada, mungkin ini rezeki dia (Habib) ya,” ucapnya.

Senada, dikatakan Ganda Mada Siregar, ia berharap tidak mendapatkan hambatan selama menjalankan ibadah haji di Mekkah. Dia berharap kepada putranya itu, nantinya dapat menghindari dari hal-hal yang negatif. “Doa saya juga, semoga anak-anak saya cepat mendapatkan jodoh,” tandasnya.

Diketahui, sebanyak 393 calon jamaah haji (Calhaj) ditambah 5 petugas yang tergabung dalam kloter 1 asal Medan, berangkat menuju Jeddah untuk menunaikan ibadah haji, Jumat (12/7) sore. Rencananya pemberangkatan kloter 1 dilepas Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Kakanwil Sumut Iwan Zulhami dan lainnya di aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, pukul 18.55 WIB.

Minta Kepala Kemenag Sumut Dicopot

Anggota Komisi VIII DPR RI dari PPP Lukman Hakim Hasibuan merekomendasikan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk mencopot Kepala Kanwil Kemenag Sumut Iwan Zulhami untuk dicopot dari jabatannya. Lukman Hakim mengaku sangat kecewa melihat Iwan Zulhami tidak tepat waktu hadir di Asrama Haji Medan.

“Sudah dua kali kami hadir dengan 12 orang rombongan dari Jakarta, Kakanwil juga tidak memberikan pelayanan yang baik. Sehingga sudah sewajarnya adanya pergantian jabatan untuk Kakanwil Kementerian Agama Sumut,” tegas Lukman Hakim Hasibuan bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang usai melakukan kunjungan di Asrama Haji Embarkasi Medan, Kamis (11/7) siang.

Dia tidak menginginkan pelayanan yang ada di Asrama Haji Medan ini tidak baik dan masih banyak yang harus dibenahi untuk memenuhi keinginannya jamaah calon haji Sumut. Sehubungan dengan itu, pihak pengelola Asrama Haji Medan juga secepatnya melakukan pembenahan untuk memberikan pelayanan terbaik untuk tamu Allah SWT yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Sementara itu, Ketua Komisi 8 DPR RI Marwan Dasopang mengatakan, proses penerimaan jamaah calon haji masih sesuai prosedur, apalagi ini Kloter I asal Medan, jamaahnya agak mandiri dan diantar langsung keluarga. Namun, kehadiran keluarga jadi hambatan tidak bisa di portal.

“Ini perjalanan sakral, duyufurrahman, tapi ada kejutan budaya tidak semua jamaah sudah melakukan perjalanan jauh, dan ada lonjakan psikologis. Jadi, butuh bimbingan seperti bagaimana ketika naik pesawat,” ujarnya.

Karena itu, Marwan berharap, agar proses pelayanan jangan sampai membuat jemaah merasa lelah baik fisik dan psikologis. Sehingga jemaah merasa dilayani.

Dalam peninjauan itu, Marwan juga menyoroti persoalan pendataan saat jamaah masuk ke ruang penerimaan di Jabal Noor. Ia menginginkan agar pendataan tidak orang per orang namun diwakili satu orang saja. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi penumpukan dibagian pendataan.

Marwan juga menyinggung masalah koper jemaah yang diberikan pihak Garuda. Karena, informasi yang diperolehnya dari jemaah yang bukan Embarkasi Medan, koper yang diberikan koyak dan pecah.

“Koper koyak itu dilapisi jaring tapikan itu tidak boleh. Apalagi kalau jemaah pulang, tasnya pasti penuh, kopernya itu bisa pecah. Saya melihat, ada kekurangan dalam kualitas kopernya,” tukasnya. (man/bbs)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *