Lahar Dingin Sinabung Terjang Kuta Mbaru

LAHAR DINGIN: Puskesmas di Kuta Mbaru tergenang lahar dingin gunung Sinabung. (kiri).  Seorang warga menolong seorang ibu dari genangan lahar dingin. (kanan).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
LAHAR DINGIN: Puskesmas di Kuta Mbaru tergenang lahar dingin gunung Sinabung. (kiri). Seorang warga menolong seorang ibu dari genangan lahar dingin. (kanan).

KARO, SUMUTPOS.CO – Lahar dingin gunung api Sinabung menerjang Desa Kuta Mbaru, Kecamatan Tiga Nderket, Rabu (10/7) malam. Banjir lahar dingin ini terjadi saat hujan deras mengguyur sebagian wilayah Tanah Karo, termasuk di sekitar kaki gunung Sinabung.

Meski tak ada korban jiwa, namun material lumpur bercampur batu tersebut menggenangi 5 rumah warga dan satu Puskesmas.

Bahkan seorang warga Desa Kuta Mbaru sempat terseret lahar dingin. Beruntung warga bernama Lidya br Surbakti berhasil menyelamatkan diri.

Info yang dihimpun Sumut Pos, peristiwa ini terjadi saat lokasi diguyur hujan deras sekira pukul 23.00 WIB. Karena bercampur lumpur dan bebatuan, lahar dingin menutup saluran sabodam yang berada di Desa Kuta Mbaru.

Alhasil, material lahar dingin meluber dan menerjang pemukiman warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Martin Sitepu saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa itu. Menurut Martin, lahar dingin tersebut membawa material bebatuan, mengakibatkan aliran lahar dingin tidak pada jalurnya, mengikuti aliran arus yang sudah ada.

“Sehingga aliran lahar dingin menerobos lokasi pemukiman warga. Sesuai laporan dari warga yang kita terima melalui Kepala Desa Kuta Mbaru, bahwa lahar dingin menerjang lima rumah penduduk dan satu Puskesmas tergenang lumpur. Selain itu satu orang hanyut terbawa arus lahar dingin, Lidya br Surbakti, namun korban selamat dari amukan lahar dingin ini. Ini setelah kita cek ke kadesnya,” ujar Martin, Kamis (11/7).

Dampak lahar dingin menyebabkan berapa akses ruas jalan tidak bisa dilalui, seperti jalan menuju kawasan Desa Selandi, Perbaji, Kuta Buluh, Sukatendel, dan Kuta Mbaru sempat tidak bisa dilalui.

Martin menegaskan, saat ini akses jalan tersebut sudah dapat dilalui. pasca BPBD Karo bersama Koramil dan warga menggelar gotong royong.

“Pasca kejadian, kita sudah melakukan gotong royong untuk membuka jalan. Saat ini kami juga masih melakukan pendataan kerugian yang disebabkan bencana ini. Kami juga sudah mengangkat bebatuan dan lumpur yang menutup aliaran sabodam,” tandasnya.

Martin juga mengimbau warga sekitar kaki Sinabung agar selalu waspada. Apalagi saat ini hujan diperkirakan masih mengguyur Kabupaten Karo. (deo/han)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *