3 Tahun Pengembangan 10 ‘Bali Baru’, Jokowi Temui Banyak Kendala

BALI BARU: Danau Toba menjadi salah satu dari 10 Bali Baru yang dikembangkan pemerintah untuk menarik wisatawan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejak tiga tahun lalu, pemerintah telah mencanangkan akan membuat 10 Bali baru atau destinasi pariwisata yang berpotensi seperti Bali. Untuk mempercepat realisasinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprioritaskan lima destinasi, yakni Danau Toba, Mandalika, Manado, Labuan Bajo, dan Borobudur. Namun, hingga kini masih terdapat beberapa permasalahan yang harus dituntaskan.

“Saya sudah kunjungi beberapa daerah dan lihat langsung progres dan pengembangan destinasi wisata. Pertama saya pergi ke Mandalika, Danau Toba, Manado, Labuan Bajo, saya enggak ke Borobudurn

karena sudah pernah bolak balik ke sana jadi sudah tahu masalahnya,” ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait pengembangan destinasi pariwisata prioritas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7).

Berdasarkan pengamatan di lapangan, mantan Wali Kota Solo itu menyebut ada enam masalah. Pertama, masih ada problem pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih dibenahi. “Terakhir ada masalah di Sulut juga di Labuan Bajo. Yang kita harapkan di Toba yang saya lihat juga masih ada,” katanya.

Kedua, berkaitan dengan akses konektivitas menuju destinasi wisata. Kepala negara menilai masih banyak infrastruktur yang perlu dibenahi, baik berupa terminal, bandara, hingga runway yang masih kurang panjang, konektivitas jalan menuju ke tujuan wisata, dan berkaitan dengan dermaga pelabuhan.

“Saya lihat misalnya di Labuan Bajo, Manado, ini semua perlu dibenahi secepatnya. Saya sudah sampaikan pada menteri tahun depan harus diselesaikan. Karena memang ada peluang besar bagi kita untuk menarik wisatawan dari mancanegara yang diharapkan menghasilkan devisa sebanyak-banyaknya,” ujar Jokowi.

Ketiga, fasilitas yang tersedia di lokasi wisata. Jokowi telah meminta pemprov hingga pemkab/pemkot turut diajak membenahi. Misal penataan PKL hingga resto-resto kecil. Keempat, berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM). Lagi-lagi Jokowi meminta agar gubernur/bupati/wali kota diajak bergotongroyong menangani masalah yang berkaitan urusan pedagang hingga pemilik kapal.

“Semua diberikan training sehingga bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik dengan ramah tamah, melayani dengan senyuman, dan ini akan memberikan dampak yang baik, baik berubah di budaya kerja, budaya melayani, budaya kebersihan,” kata Jokowi.

Kelima, berkaitan produk yang ada di lokasi setempat. Menurut Jokowi, masih banyak yang perlu dikerjakan. “Misal tarian budaya tradisi yang ada, dari sisi materialnya bagus tapi mohon ini di Bekraf beri suntikan di desain pakaian, kostum, dan lain-lain, yang bisa diperbaiki dengan sebuah injeksi dari desainer yang baik,” ujar Jokowi.

Keenam, promosi. Hal itu, menurut Jokowi, harus dilakukan secara besar-besaran. Dengan begitu semua pihak mendapatkan manfaat dan multiplayer efek besar dan efek pertumbuhan bagi ekonomi daerah.(bbs/adz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *