Gol Kontroversial, Babel UTD 1-0 PSMS

BEREBUT BOLA: Pemain PSMS Aldino, berebut bola dengan pemain Babel United di Stadion Dipati Amir, Pangkalpinang, Bangka, Minggu (28/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan gagal meneruskan tren positif di kandang Aceh Babel United. Ayam Kinantan tumbang melalui gol kontroversial di Stadion Dipati Amir, Pangkalpinang, Bangka, Minggu (28/7).

Dalam pertandingan ini, PSMS menurunkan Aldino sebagai ujung tombak. Sedangkan posisi Syaiful Ramadan yang absen karena akumulasi digantikan Dimas Sumantrin

Formasi tersebut sempat membuat Ayam Kinantan mampu meladeni permainan Babel.

Kedua tim selih berganti melakukan serangan di babak pertama. Namun, hingga turun minum tidak ada gol tercipta. Pada babak kedua, PSMS melakukan pergantian pemain. Aldino diganti dengan Yuda Riski Irawan, Bayu Tri Sanjaya diganti dengan Eki Fauzi dan Legimin Raharjo diganti dengan Donni Dio Hasibuan.

Pergantian itu tidak merubah permainan PSMS. Mereka kesulitan untuk membobol gawang Babel United. Begitu juga dengan Babel kesulitan menembus gawang PSMS yang dijaga Choirun Nasirin.

Petaka akhirnya menghampiri PSMS pada menit ke-85. Tendangan gelandang Babel United, Fikri Ardiansyah mengenai mistar gawang PSMS dan bola mantul ke tanah, kemudian keluar. Namun, wasit Parizon asal Sumbar menganggap telah terjadi gol. Pemain PSMS pun melakukan protes. Tapi wasit tidak bergeming dengan keputusannya.

Itu merupan satu-satunya gol dalam laga ini. Hingga pertandingan usai, PSMS tetap dinyatakan kalah dengan skor 0-1.

Kekalahan ini merusak rekor PSMS yang tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir. Ayam Kinantan juga tidak beranjak dari posisi kedua klasemen sementara Wilayah Barat. Mereka mengoleksi 16 angka dari delapan laga, hanya unggul selisih gol dari Sriwijaya, yang saat bersamaan berhasil mengalahkan Persiraja dengan skor 1-0.

Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning mengaku kecewa dengan hasil ini. Dia menilai gol Babel United tidak seharusnya terjadi, karena bola belum masuk ke gawang. “Kami kecewa dengan hasil ini. Kami kalah, tapi tidak dengan gol seperti ini. Bola belum masuk ke gawang, tapi wasit menganggap gol,” ujar Gurning ketika dihubungi.

Gurning mengakui, wasit memang berat sebelah dari awal pertandingan. Beberapa kali keputusan pengadil itu kerap merugikan timnya. “Ketika pemain Babel melakukan pelanggaran, wasit diam saja. Bahkan, saat Dimas Sumantri dijatuhkan di kotak penalti, wasit tidak menganggap pelanggaran. Padahal, kami seharusnya dapat penalti,” paparnya. (dek)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *