201.820 Jamaah Tiba di Tanah Suci

BERANGKAT: Faisal Ridoan Rangkuti dan Ibunya, Masraya Matondang, akan berangkat ke Tanah Suci, Minggu (4/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kedatangan jamaah haji ke Arab Saudi masih terus berlangsung, mendekati masa puncak haji. Jumlah jamaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi telah lebih dari 200.000 orang. Hingga Minggu (4/8), jumlah jamaah yang tiba di Tanah Suci mencapai 201.820 jamaah.

Mereka berasal dari 501 kelompok terbang atau kloter. Ini Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, Minggu (4/8) pukul 05.55 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sementara itu, jumlah jamaah haji yang telah meninggal dunia mencapai 55 jamaah. Delegasi Amirul Hajj yang dipimpin Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim mengungkapkan, pihaknya sangat bersyujur atas menurunnya jumlah jamaah haji yang wafat pada tahun ini. “Jadi kita bersyukur di hari yang sama dibanding dengan tahun yang lalu angka kematian jamaah haji kita menurun,” kata Lukman Hakim.

Dia mengatakan, menurunnya angka jamaah yang wafat ini seiring gencarnya aksi promosi dan preventif yang dilakukan tim kesehatan.

Sementara itu, calon jamaah haji (calhaj) kloter 22 asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Medan, tiba di Asrama Haji Medan, Minggu (4/8) siang. Kloter 22 yang berjumlah 333 calhaj ini, merupakan kloter terakhir yang akan di berangkatkan ke Tanah Suci.

Di antara seluruh calhaj tersebut, salah satunya jamaah asal Kota Medan, berkesempatan diwawancarai Sumut Pos. Namanya, Faisal Ridoan Rangkuti (34) warga Jalan Mandala By Pass, Medan.

Dalam keberangkatannya ke Tanah Suci, ia mendampingi ibunya, Masraya Matondang binti Marahalim Matondang (55).

Faisal bercerita, seharusnya sang ayah lah yang menemani ibunya tersebut, ke Makkah. Namun, Allah SWT berkehendak lain, empat bulan menjelang keberangkatan, sang ayah dipanggil Allah.

“Jadi ada kebijakan dari Kementerian Agama, bahwasannya bisa digantikan sama ahli waris atau anak kandungnya. Jadi saya ditelepon sama Kementerian Agama Kota Medan, bahwasannya saya yang akan menggantikan porsi almarhum ayah,” ungkap Ridoan.

Di waktu yang singkat itu, kata Faisal, dirinya tak menemui hambatan apapun dalam proses menggantikan porsi ayahnya. Atas izin Allah SWT, katanya, dia bisa berangkat haji. “Semuanya tidak disangka-sangka, belum ada niat memang untuk ke situ (haji). Tapi ini memang udah ketentuan Allah SWT, mungkin inilah yang terbaik untuk saya. Dan bagi almarhum ayah, saya dapat nanti mendoakannya di sana,” terangnya.

Sesampainya di Makkah nanti, Faisal berharap bisa mendoakan anak istri, keluarga maupun seluruh masyarakat Indonesia.

Faisal melanjutkan, almarhum ayahnya merupakan seorang pedagang rumah makan (RM) Rangkuti, di Jalan Mandala By Pass No 31 Medan. “Dan saya sekarang sebagai anak yang paling besar, yang meneruskan apa yang jadi amanah keluarga besar kepada saya,” pungkas anak pertama dari dua bersaudara ini.

Sementara, sang ibu, Masraya Matondang bercerita, saat itu ia merasa terpukul atas berpulangnya sang suami. Pada hal waktu itu, ia dan almarhum sudah sempat melakukan manasik. “Bulan 3 tanggal 10 (2019), suami saya meninggal. Sudah manasik kami itu 4 bulan. Anak saya menggantikan almarhum berangkat haji,” kenangnya.

Sebagaimana kebanyakan calon jamaah haji, iapun berkeinginan menjadi hajjah yang mabrur. “Mudah-mudahan terlaksanalah yang wajib dan sunah-sunah. Suami sudah dibadalkan hajinya sama ustadz. Kemudian mendoakan anaklah supaya menjadi anak yang soleh,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Calhaj kloter 22 ini, akan diberangkatkan ke Tanah Suci, dari Bandara Kualanamu, pada Senin (5/8) siang. (jpn/man)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *