PLN Akan Listriki Desa Gunung Melayu, Asahan, Terganjal Izin dari PT London Sumatera

JARINGAN: Pemasangan tiang penyulang JTM di Desa Gunung Melayu, Asahan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akses kendaraan yang sulit dan kondisi medan perjalanan yang berat, tidak menghalangi PLN untuk melistriki desa-desa yang berlokasi di pedalaman Nusantara tidak terkecuali Sumatera Utara (Sumut). Salah satunya, di Desa Gunung Melayu Dusun III, Bukit Kijang, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan.

Rencananya, PLN akan membangun infrastruktur listrik sepanjang 5 Kms (Kilo Meter Sirkuit = satuan panjang jaringan tenaga listrik) di desa tersebut. Tapi sayangnya, pembangunan itu masih terganjal izin dari PT London Sumatera. Sebab, infrastruktur Jaringan Tegang Menengah (JTM) akan melewati kebun milik PT London Sumatera.

“Saat ini sudah dalam tahap menunggu konfirmasi perizinan pembangunan infrastruktur JTM yang akan melewati kebun milik PT London Sumatera ini. Rapat koordinasi bersama PT London Sumatera, Pemkab Asahan dan Komisi A DPRD Kab. Asahan juga sudah dilakukan tanggal 26 Maret 2019,” ujar Manager Komunikasi PLN UIW Sumut, Rudi Artono.

Adapun progres saat ini, lanjut Rudi, masih dalam proses negosiasi akses pembangunan jaringan yang melewati kebun milik PT London Sumatera tersebut.

“PLN berharap seluruh stakeholder dan terutama masyarakat bisa bersama-sama mendukung kelancaran pembangunan Listrik Desa (LISA) ini di seluruh Sumut. Baik dari segi perizinan maupun tenaga tambahan dalam membangun bersama kelistrikan di Sumutini, tidak hanya di kota saja yang terbangun infrastruktur tenaga listriknya, tetapi desa yang berlokasi di pedalaman ini,” harap Rudi.

Rudi memaparkan, Roadmap pembangunan Listrik Desa (LISA) oleh PLN di Sumatera Utara di tahun 2019 sudah mencapai 23,78 % desa yang sudah berlistrik dari total 216 Desa yang menjadi Roadmap pembangunan LISA tahun 2019 di seluruh Sumut. Sebesar 76,22 % saat ini sedang dalam progress pengerjaan pembangunan.

“Pembangunan infrastruktur listrik berupa tiang penyulang JTM 20 kV tentu memerlukan kondisi tanah yang bebas dari hambatan berupa pohon maupun bangunan. Medan jalan yang berbatu, menanjak dan berkelok menjadi tantangan utama kami dalam mengangkut tiang beton seberat melebihi 1 ton untuk ukuran panjang 12 meter. Meski kondisi alam yang berat, kami ingin semua stakeholder mendukung kami membangun listrik di pedesaan,” pungkas Rudi. (ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *